
Benar yang dibilang orang kalau mertua tidak akan pernah seperti ibu kandung.
mengingat ibu kandung sungguh aku rindu pada mereka. Sejak menikah aku belum pernah pulang kampung apalagi dengan keadaanku yang lagi hamil sungguh tidak mungkin karna aku takut perjalanan jauh. namun untuk meminta mereka datang pun aku takut akan jadi masalah bagi mama mertuaku. Kadang aku berfikir apa aku yang kurang baik ya atau memang aku yang merasa kurang kurangan pada mama mertua ?
Hari ini bang adam pulang jauh lebih awal, Aku sempat heran juga masih jam 2 siang kok bang adam sudah pulang. Tidak biasanya.
" Loh bang, sudah pulang ?"
" Iya dek. Tolong ambilkan abang minum ya "
Aku mengangguk lalu bergegas ke dapur mengambil minum untuk bang adam.
" Ini bang "
Bang adam menerima gelas berisi air putih itu dan meminumnya hingga tandas.
" Dek ini sisa gaji abang, sudah dipotong pinjaman kemarin "
Kuambil amplop yang diberikan bang adam lalu membuka isinya
" Loh ini lebih dari yang seharusnya bang "
" Iya dek. Itu sekalian uang terimakasih nyonya sama abang, karna mulai besok abang sudah tidak kerja lagi. Karna ibu itu akan menikah. Dan Calon suaminya bisa mengantar dia kemana mana makanya abang dipecat "
" Ya Allah bang.."
Kuletakkan lagi amplop yang diberikan bang adam tadi didekatnya.
" sudah, jangan terlalu difikirkan dek. Rezeki itu pasti ada selagi kita mau berusaha. Abang akan ngojek lagi mudah mudahkan ada rezekinya. "
" Bagaimana mungkin tidak kufikirkan bang, sebentar lagi adek melahirkan. Itu butuh biaya yang tidak sedikit bang "
" Iya abang tau. Tapi mau bagaimana lagi dek. Mau menangis pun kita menjerit jerit tidak akan mengubah keadaan "
" Astagfirullah..."
__ADS_1
" Sudahlah jangan terlalu difikirkan. Yang penting kita sehat dan masih bisa kita berusaha "
" Apa kita mengurus BPJS saja ya bang. Biar nanti adek melahirkan pakai bpjs saja ."
" apa diterima kalau diklinik ?"
" Kita tanya dulu ke kantor bpjs bang "
" Ya sudah kalau gitu abang kerumah mama dulu ya mana tau yuna mengerti "
" Hhmm"
Bang adam langsung brangkat ke rumah mama tanpa ganti baju lebih dulu.
" Assalamualaikum ma "
" Walaikumsalam bang adam " yuna membuka pintu.
" Mama ada ?"
" Mau mengurua Bpjs bagaimana ya yun ?"
" Abang yang mau mengurus ya ?"
" bukan abang, kakak iparmu "
" Apa dulu kakak tidak abang masukkan ke bpjs kantor ?"
" Belum sempat dimasukkan abang sudah dipecat "
" Ya sudah ke kantor bpjs saja bang."
" Siapa yang mau pakai bpjs dam ?"
" lena ma "
__ADS_1
" Buat apa ?"
" Adam sudah berhenti dari pekerjaan ma. kami tidak punya biaya persalinan lena nantinya jadi niatnya mau pakai bpjs saja "
" Kenapa berhenti lagi ?"
" Majikan adam mau menikah ma jadi nanti yang jadi supirnya ya suaminya "
" Aturan kamu saja yang menikah dengannya dam. Hidupmu pasti makmur menikah dengan janda kaya "
" Astagfirullah ma, mama ngomong apanya " timpal yuna.
" Kan yang mama bilang benar yun. Dari pada sama lena. Hidup terus kekurangan "
" Mama jangan aneh lah, berdosa mama bilang begitu "
" Halah jangan bicara tentang dosa yun. Dosamu saja fikirkan. Bagaimana menebus dosa hamil diluar nikah "
Yuna terdiam dan langsung masuk ke kamar.
" Mama kok bicara begitu sih pada yuna ?"
" Sudahlah jangan fikirkan yuna, bilang pada lena untuk apa mengurus bpjs segala buat repot saja. Bagus melahirkan di tempat dukun beranak saja "
" dukun beranak ?"
" Iyalah. Mama dulu selalu melahirkan disana "
" Tapi dulu dan sekarang kan beda ma."
" beda dari mana ? Tetap sama sama melahirkan manusia kan ?"
" maksut adam bukan begitu ma"
" sudahlah bilang padanya untuk melahirkan disana saja jangan banyak cerita lagi "
__ADS_1
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhmmmmmm