
" Jadi kamu keguguran lagi len ?"
" Iya ma. "
kudengar helaan nafas disebrang sana.
" Bagaimana kalau kamu pùlang dulu nak. biar berobat disini. kan kamu bilang kamu juga sering pusing "
" Tapi lena masih harus USG minggu depan ma. kemarin sudah dicek trus kata dokter minggu depan dicek lagi "
" Ya sudah kalau begitu. tapi kalau kamu rasa tidak ada perubahan. kamu langsung kabari kesini yaa. karna mama lihat mertuamu pun tidak perduli padamu "
" Iya ma, mama mertua datang kalau hanya mau minta uang saja. semoga saja nanti anak perempuannya diperlakukan baik oleh mertuanya juga. "
" Bagaimanapun dia tetaplah wanita yang melahirkan suamimu nak. perlakukan dia dengan baik ya. jangan membencinya. bantu suamimu meraih surganya "
" Iya ma."
Beginilah sejatinya orang tua. meski dia tau aku bagaimana disini namun dia tetap menyuruhku bersikap baik.
Kepala ku kenapa pusing lagi ya
kuambil handphone lalu mengetik minimal 2000 kata. memang selalu kutargetan, jadi kalau seandainya aku tidak menulis satu atau dua hari aku bisa tetap Up.
" dek.."
" Iya bang. kenapa ?"
Bang adam memanggil dari dalam kamar. Karna aku memang lagi didapur memasak sari kacang hijau.
" Arga sama kinan mau kesini "
" Kapan bang ?"
" inilah, sekarang "
" Ya sudah, adek beres beres dulu "
" Sudah selesai masaknya ?"
" Sudah bang "
terdengar suara kreta dari luar. aku yakin itu mereka.
" Masuk bro "
" Dam ini ada sedikit untuk cemilan "
" kok repot repot sih "
" Gak ah "
" Hai kinan "
Aku dan kinan berpelukan.
" Aku dengar kamu keguguran ya len "
" Iya kin, "
" Sabar ya len. aku juga sama masih promil juga "
" Ayo duduk. "
Kusuguhkan Teh manis dan roti Roma kepada kedua tamuku ini.
" Maaf ya kin. cuma ini yang ada "
" Owalah aturan tadi air putih saja len "
" Kenapa "
" Aku kurang cocok minum teh manis. maklumlah asam lambung. tehnya gak cocok "
__ADS_1
" Oh iyaa. ya sudah kuambil air putih dulu ya "
" Iya maaf merepotkan ya "
" Tak apa kin. "
Aku kebelakang lagi mengambil air putih untuk kinan.
" Jadi kamu di PHk bro ?"
" Iya. apa kamu tau dimana ada lowongan ?"
" Saat ini sih aku belum tau. tapi nanti kalau aku tau ada lowongan kamu kukabari ya "
" Iya"
Aku muncul dari dapur membawa air putih dan bolu kacang Hijau yang kumasak tadi.
" Dimakan ya kin "
" Ini kamu yang buat len ? " tanya kinan
" Iya. tadi mau minum sari kacang hijau. taunya kacangnya kebanyakan makanya iseng buat bolu "
" Tapi isengmu ini bermanfaat ya kan ". jawab kinan tertawa.
Kami semua tertawa mendengar ucapan kinan.
" Enak kok len."
" Alhamdulillah lah kalau begitu "
" Jago kamu ya "
" Gak ah biasa saja masih pemula "
" Iyalah.. Terus saja merendah, Merenda diatas bukit " Ucapan kinan membuat kami tertawa.
" Kapan balik ke kisaran bro " tanya bang adam.
" Iya yaaaa ".
Setelah argà dan kinan pulang aku dan bang adam juga bersiap untuk tidur.
" Dek.. adek masih ada tabungan gak ?"
" Buat apa bang ?"
" Buat sehari hari kita dek sebelum abang dapat kerja lagi "
" Ada bang. tapi tidak banyak, pengeluaran kita banyak akhir akhir ini termasuk saat adek sakit kemarin."
" Ya sudah tak apa dek. besok abang akan cari kerjaan mudah mudahan dapat "
" Aamiin "
Pagi ini aku masak Ayam saos tiram. Alhamdulillah juga karna ayam lagi murah hanya 18rb perkilo nya.
Dari dulu aku ingin sekali punya kafe. niatnya kemarin hasil dari menulis akan kutabung untuk membeli tanah namun sekarang sepertinya angan angan itu harus kukubur dulu. tapi tak apalah asal kami sehat mudah mudahan nanti pasti terwujut.
" Bang sarapan dulu yuk "
" Iya dek. nanti siap sarapan kita kerumah mama ya. sudah lama kita tidak kesana kan "
" Ok "
Sebenarnya aku sangat malas bertemu mama mertua namun seperti kata mamah kemarin. seperti apapun mama mertuaku aku tidak boleh membalas karna dia tetap orang yang telah melahirkan suamiku.
Sampai dirumah mama mertua kulihat mereka semua seperti biasa berkumpul di depan tv. menonton serial pavorit mereka yaitu ku menangis di indosiar.
" Loh datang kalian "
" iya ma. " jawab bang adam.
__ADS_1
" sudah bagaimana keadaan kakak ?" tanya yuna
" seperti yang kamu lihat yun "
Tak banyak yang kami lakukan dirumah mama mertua. Dari pagi sampai siang kami hanya duduk dan bercerita. Alhamdulillah mama mertua kali ini tidak ada masalah.
" Aku lapar lah. Mama masak apa ?"
" Mama masak hanya untuk kami. Pas pasan tidak lebih "
Astaga..
baru lagi kuucap alhamdulillah. mama bertua sudah kumat lagi.
" Kita makan dirumah saja bang. Dirumah kan ada ikan "
Assalamualaikum..
Walaikumsalam..
Ternyata salah satu kakak sepupu bang adam yang datang.
" Loh datang kalian. Ayo masuk masuk "
Wajah mama mertua nampak senang.
" Kalian sudah makan siang Yan. Ayo makan sama sama."
Beginilah mama mertuaku. Kalau yang datang orang kaya pasti disambut dan dijamu dengan baik. Namun kalau orang susah pasti tidak dihiraukan meskipun itu anaknya sendiri seperti kami.
Kakak sepupu itu memang orang berada. mereka suami istri Pegawai . wajar kalau mama mertua sangat menghormatinya.
" Aduh zyan makin ganteng aja aunty lihat. " kata yuna
Zyan adalah anak kak yanti dan suaminya.
" Kak kami duluan ya " aku berkata sambil keluar dari rumah mama mertua.
" Loh kami datang kok kalian pulang sih. "jawab kak yanti.
" Kami sudah dari pagi disini kak "
" mereka sudah dari pagi disini yan "
Jawab mama mertua..
Sedangkan Yuna sibuk mengangkati makanan untuk makan siang.
Sementara aku dan bang adam langsung pulang.
" Begitulah mamak ya kan bang, tadi abang mau makan dibilang mama ikannya pas untuk mereka saja. Sementara kak yanti datang malah langsung ditawari makan. Sepertinya anak mama paling besar bukan abang tapi kak yanti " ucapku sembari tertawa.
Sementara bang adam diam saja.
" Mau shalat duluan atau langsung makan bang ?"
Tanyaku saat sudah sampai dirumah.
" Makan saja dek "
Kuambilkan nasi untuk bang adam lengkap dengan lauknya.
" Ada tidak adek tau perusahaan yang buka lowongan ?"
" Belum ada bang ".
" abang takut kita tidak bisa bayar cicilan rumah ini dek ". Kata bang adam lirih
" Mudah mudahan banyak yang baca dan banyak yang suka cerita yang adk tulis bang. Biar ada pemasukan kita meskipun tidak banyak "
" Tapikan adek bilang itu untuk tabungan mau buat kafe "
" buat kafe bisa belakangan bang. Mudah mudahan ada rezeki lagi nanti "
__ADS_1
Bang adam diam tak menjawab ucapanku. Aku tau bang adam pusing memikirkan cicilan rumah kami, belum lagi mama mertua yang selalu minta duit. Semoga rezeki kami selalu diluaskan Allah Swt.Aamiin.
Bersambung----