Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 34


__ADS_3

" Apa abang fikir kematian sebercanda itu ? Apa tidak berfikir konsekuensi yang abang terima karna tindakan bodoh ini. Abang tidak tau bagaimana paniknya aku setelah menerima telpon tadi. Aku bahkan terduduk menangis dijalan komplek. sampai sampai yang memesan grab untukku adalah mba dewi. Apa abang juga tidak ingat yang dikatakan dokter kalau kandunganku masih rentan. Apa abang tidak fikirkan itu hah.. ?"


Kuluapkan semuanya didepan bang adam. Kalau dituruti rasanya ingin kupukuli laki laki didepan ku ini.


" Maaf dek. Abang hanya ingin membuat kejutan tadi "


" Jenis kejutan itu banyak bang. apa abang fikir kematian itu lelucon ?"


" Dek abang tidak bermaksut begitu "


Bang adam berusaha menggapai tangannku. Kutatap tajam mama mertua yang diam saja. Juga dengan ketiga adik iparku.


" Kenapa kamu malah melihat mama. Ini semua idenya adam " ketus mama mertua.


" Dek Maaf ya. Abang hanya ingin membuat adek senang dengan memberikan kejutan ini. Abang gak kefikiran kalau adek akan sepanik itu "


Aku tertawa sumbang. Konyol mendengar ucapan bang adam.

__ADS_1


" Abang bilang abang tidak kefikiran kalau aku akan sepanik itu ? Owhh berarti kalau ada yang menelpon abang bilang aku sudah meninggal abang akan biasa biasa saja. Apa setidak peduli itu abang sama ku ? Iya ?"


" Dek bukan begitu maksut abang "


" Sudah bang cukup , dari tadi itu itu terus yang abang bilang. "


Ucapku sembari keluar dari rumah mama mertua. Sungguh tak kusangka fikiran bang adam sedangkal itu. kalau saja aku kenapa napa setelah ini. Aku tidak akan memeaafkannya.


" Dek tunggu.. Kita pulang sama sama ya "


" Aku mau pulang sendiri, abang beresi dulu kekacauan yang didalam baru abang keluar ".


" Adam.." mama mertua memanggil bg adam.


" Iya ma " bang adam masuk kembali kedalam rumah karna dipanggil mama mertua.


" Lihat kuenya sayang kan. Itulah istrimu tidak bersyukur. Bukannya terima kasih tapi malah marah marah tidak jelas. padahal sudah mama bilang tadi tidak perlu membeli kue segala Tapi kamu ngeyel. Sekarang bereskan semua ini mama mau ke kota sama yuna. "

__ADS_1


" Iya ma, "


Memang kalau kufikir ulang. Lena ada benarnya juga. Kok aku tidak kefikiran tadi kalau dia akan panik dan histeris saat mendengar kabar aku kecelakaan. Tapi kalau difikir fikir lagi kenapa lena juga tidak memastikan ada atau tidaknya kecelakaan beruntun itu. Ahhh pusing aku. Alamat didiamkan aku ini. Bagaimana ya agar lena tidak marah lagi padaku.


"""""""":"


Sampai di depan rumah aku langsung ditanyai tetangga.


" Len bagaimana ? Apa suami mu baik baik saja ?" tanya mba dewi. Memang hanya mba dewi yang sering bertegur sapa denganku. Selain rumah kami memang samping sampinganl mba dewi hanya ibu rumah tangga biasa sama sepertiku yang Lainnya pada sibuk dengan urusan masing masing.


" Alhamdulillah mba, bang adam baik baik saja ".


" Memangnya adam kecelakaan dimana len, dan sekarang adam dimana ? Apa masih dirumah mertuamu. Lalu kenapa kamu sudah pulang ?"


Aku senyum melihat mba dewi.


" Besok besok kita cerita ya mba. Aku cukup lelah, aku masuk dulu "

__ADS_1


Mba dewi hanya mengangguk melihatku. Malu juga rasanya jika harus bercerita pada orang. Orang sekomplek sudah panik semua kubuat tau taunya malah di prank.


__ADS_2