
" Ruangan apa ma "
" Adam, cepatlah nak mama tidak punya teman disini, ruangan mawar nomor 111 "
"oke "
Secepat mungkin adam melangkahkan kaki menuju ruangan yang disebutkan tadi.
" Mama "
" Adam "
" Bagaimana ?"
" Dokter bilang harus operasi padahal kehamilannya masih tujuh bulan, perlengkapan untuk bayi nya pun sama sekali belum disediakan yuna, bagaimana ini "
" Aksa kemana ?"
" Tadi mama telpon dia masih diladang orang tuanya "
" Apa mama tidak menyuruhnya langsung pulang "
" Sudah mama bilang, tapi dia bilang pekerjaannya tanggung kalau ditinggal. Setelah selesai dia akan langsung kesini "
" Apa ?? Aksa itu b***h atau t***l sih, istrinya berjuang hidup dan mati tapi dia lebih peduli pada pekerjaannya, Faris kemana ?"
" Kerja "
" Ya tuhan.... Kalau begitu mama tunggu disini aku akan pulang mengambil baju baju Haiz baru lahir kemarin. Kita pakai itu saja "
" Tapi adam, masak sih anaknya yuna yang baru lahir memakai pakaian bekas anakmu, kan kasihan"
" Kalau begitu berikan adam uang biar adam belanjakan perlengkapan bayi ke Babyshoop"
" Pakai uangmu dulu nanti diganti, mama tidak punya uang sekarang "
__ADS_1
" Kalau mama tidak punya uang jangan banyak permintaan "
Adam berlalu keluar rumah sakit menahan marah, melihat tingkah mamanya.
sampai dirumah...
" Dek..dek.."
" Iya bang kenapa ?"
" Dari mana "
" Dari belakang, mumpung haiz tidur adek bersih bersih dibelakang "
" Apa pakaian haiz baru lahir kemarin sudah adek simpan "
" belum bang masih di rak bajunya, kenapa ?"
" Yuna operasi dek "
" abang kurang tau, tolong ambil bajunya dek. Yuna belum belanja perlengkapan bayi "
" Iya tunggu sebentar "
Kesusun satu persatu perlengkapan melahirkan kedalam tas. Mulai dari gurita, popok, baju, kain bedong dan yang lainnya.
" Ini bang "
" Apa ini sudah lengkap dek "
" sudah kalau untuk keperluan selama dirumah sakit "
" Ya sudah abang berangkat ya, adek tolong masak ya, biar nanti abang jemput agar tidak membeli makan lagi disana "
" Hhmm"
__ADS_1
Seketika aku teringat lagi, waktu aku operasi melahirkan haiz mereka sama sekali tidak perduli jangankan menjaga atau mengantar makanan, untuk menjenguk saja mereka tidak datang.
Kugelengkan kepala jika mengingat itu rasanya enggan untuk memasakkan makanan untuk mereka. Namun aku tidak boleh dendam biar bagaimanapun mereka tetap keluarga suamiku yang artinya keluargaku juga.
Malam harinya seperti kata bang adam tadi dia datang mengambil makanan yang sudah kumasak untuk makan malam mereka dirumah sakit.
" Bagaimana keadaan yuna bang ?"
" Alhamdulillah dek, yuna baik. bayinya juga sehat, hanya saja masih di inkubator karna berat badannya hanya 1,6 kg"
" Alhamdulillah kalau begitu "
" Tapi dek,, yuna tidak punya BPJS"
" Loh jadi operasinya bayar bang ?"
" Iya dek "
" berapa kira kira bang ?"
" Tadi sudah abang tanya pada perawatnya katanya sekitar 7 jutaan kalau biaya operasi nya. Lain lagi perawatan anaknya "
" Aksa sendiri bagaimana ?"
" Entahlah dek. Orang tuanya pun belum datang. Tadi abang tanya aksa katanya orang tuanya masih ada acara makanya belum datang "
" Maksut adek biaya rumah sakitnya apa tidak abang bicarakan dengan aksa "
" Sudah abang bilang tadi, tapi aksa bilang mereka tidak punya simpanan "
" Orang tuanya kan kaya bang, masak tidak bisa minta tolong."
" Nantilah coba abang bicarakan lagi dengan aksa "
" Ya memang harus abang bicarakan itu dengan aksa, karna kan aksa suaminya. Yuna tanggung jawabnya, jangan abang pusing sendiri "
__ADS_1
" Iya dek "