Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
bab 21


__ADS_3

" Apa kak lena tau obat penggugur kandungan ?"


" Apa maksutmu ?"


" Aku ingin menggugurkan dia saja kak. aku akan izin sakit kesekolah untuk beberapa hari. aku menyesal kak len. aku masih ingin sekolah " ucap luna mulai terisak lagi.


" Istigfar dek... jangan begini "


Ya Allah tak tega melihatnya begini menangis terus terusan.


" Aku tidak sanggup melihat orang tuaku kak. aku tidak tega melihat wajah kecewa mereka. aku salah kak. aku lebih baik mati saja bersama anak ini. "


Luna histeris lagi kali ini sambil memukuli perutnya yang masih rata.


" jangan dek cukup. kamu jangan begini. tidak baik untuk kandunganmu." sebisa mungkin aku menenangkan luna


" Dia hadir karna sebuah kesalahan kak. aku tidak mau suatu saat nanti dia akan malu kalau tau dia anak yang lahir diluar nikah kak."


" Sudah sudah. kamu tenang ya. bagaiman sekarang kalau kita jumpai dokter kandungan kita USG ya"


" Aku tidak mau kak aku malu."


" Sudah tak apa. kamu tenang saja. serahkan semua pada kakak ya "


Ahirnya luna luluh juga. Kami pun ahirnya kerumah sakit. perjalanan sekitar 18 menit. setelah mengambil nomor antrian kami duduk didepan ruangan dokter spesialis kandungan tersebut.


" Ibuk Alena."


Ayo lun. perawatnya sudah memanggil kita.


" Kapan terakhir datang bulan buk ?"


Kulihat Luna agak pucat saat dokter bertanya padaku kapan aku terakhir datang bulan.


" Bukan aku yang mau periksa dok. tapi adikku. dia telat datang bulan beberapa hari. aku takut ada yang berbahaya kalau didiamkan."


Dotkernya tersenyum mendengar ucapanku. kurasa dia mengerti maksutku.


" Mari dek. silahkan berbaring disini biar diperiksa." ucap perawatnya.


" Kak aku malu. pulang aja yuk" rengek luna


" udah gak papa. ayo "


Ahirnya luna berbaring juga. kupegang tangannya meyakinkan dia.


" Hhmm Rahimnya bersih, tidak ada gejala apa apa. dia terlambat datang bulan itu biasa karna kadar hormon yang tidak seimbang "


" Apa tidak ada sesuatu disana ?"


Dokter tersebut senyum


" tidak ada janin disini. rahimnya bersih."


" Maksut dokter dia tidak hamil. tapi kemarin dia sempat mual mual "


" Mual bisa juga terjadi karna efek telat datang bulan."


Aku senyum mendengar penjelasan dokternya.


" Baiklah kalau begitu. terima kasi banyak dokter. kami permisi "

__ADS_1


" Sama sama "


Aku dan Luna keluar dengan senyum merekah. Kulihat luna wajahnya terlihat begitu bahagia.


" Tunggu lun kakak mau telpon abang dulu. mereka kan mau kerumahmu "


" Iya kak cepatlah. mana tau mereka belum sampai kerumah."


Tut..tut..


" Iya dek. kenapa ?"


" abang sudah sampai dirumah luna belum ?"


" Ini masih nyari rumahnya dek. tapi sudah dikomplek nya. kenapa ?"


" Luna tidak hamil bang ?"


" Maksutmu apa dek. ?"


" Kami barusan pulang dari rumah sakit untuk USG dan dokter bilang rahimnya bersih dan tak ada janin "


" Benarkah ?? tapi..."


" Nanti kita cerita dirumah bang. abang tetap kerumahnya dan bilang kalau luna ada bersama kita. tapi dia tidak hamil "


" Baiklah kalau begitu. udah dulu ya dek "


" Iya bang hati hati ya salamualaikum."


" Walaikum salam."


Kumasukka. lagi benda pipih itu ke dalam tas kecil yang kubawa. lalu melangkah pulang bersama luna.


Kak..


" Eh faris. kok gak ucap salam sih "


" Luna mana kak ?"


" Kamu jangan kekamar tunggu disini saja "


Aku mencoba mencegah faris yang sepertinya akan menyusul luna kekamar. Aku tak ingin suudzon sebenarnya. hanya takut saja anak remaja jaman sekarang nakal nakal.


" Lun.. faris nyariin tuh" ucapku mengetuk pintu kamarnya.


" Iya kak len "


" Faris nyari in kamu tuh "


Luna keluar lalu menghampiri faris yang duduk ditikar. karna sofa kami memang belum ada makanya kami duduk ditikar. kusiapkan tulisanku yang terbengkalai tadi malam walau hanya satu bab. cukup menguras fikiran karna tak dapat ide.


Salamualaikum..


walaikum salam bang..


Bang adam dan mama mertua masuk dan duduk didekat faris juga luna.


" Bagaimana tadi bang ?" tanyaku setelah meletakkan teh yang kubuat barusan.


" Orang Tua luna minta denda ?"

__ADS_1


" denda apa ?"


Flasback


" Assalamualaikum"


Ceklek


" Maaf cari siapa ?" ucap wanita yang berumur sekitar 45 tahun.


" Apa ini Rumah Luna ?" tanya bg adam


" Iya kalian siapa ?"


" Kami keluarga Faris temannya Luna.. boleh kami masuk ?"


" Silahkan, Ayah ada tamu."


Muncullah seorang laki laki sekitar umur 50 an.


" Ada apa kesini " Tanya laki laki tadi yang kuyakini itu ayahnya luna.


" Maaf sebelumnya pak, saya adam abang nya faris teman luna dan ini ibu saya. sekarang Luna ada dirumah saya."


" Apakah adikmu yang menghamili anak saya ".


Aku terkejut dengan ucapan ayahnya luna yang to the poin. sementara ibu hanya diam saja.


" Maaf sebelumnya pak. tapi anak bapak luna tidak hamil, dia sudah dibawa USG oleh istri saya. dan dokter bilang dia tidak hamil."


Suami istri itu saling berpandangan.


" Tapi luna bilang dia pernah melakukan hubungan terlarang dengan adikmu " jawab ibunya luna.


" Saya minta maaf mewakili adik saya buk. dan juga saya mau minta tolong. tolong kita tutupi masalah ini minimal sampai mereka lulus. kasihan mereka. masa depannya masih panjang "


" Tapi adikmu sudah merusak masa depan anak saya" Ayah luna langsung emosi.


" Hei pak jangan bicara kasar dong. kami kesini baik baik. kalau bapak tidak mau menutupi masalah ini silahkan berkoar koar katakan pada semua orang bahwa anak perempuanmu sudah tidak gadis lagi. bapak fikir itu terjadi atas kemauan anak saya saja. hal itu tidak akan terkadi kalau tidak mau sama mau " mama malah ikutan emosi


" Ma sudah tenang dulu. pelankan suara mama "


" Bagaimana mama mau tenang dam. mereka menyalahkan adikmu terus."


" Maafkan suami saya buk., Kami begitu hancur kala tau luna sudah tidak suci lagi. bagaimana dengan masa depannya, padahal kami begitu ingin luna jadi anak yang sukses buk."


" Setiap orang menginginkan anaknya sukse buk. tapi kalau sudah begini ya mau baģaimana lagi."


Keedua orang tua luna diam.


" Baiklah kami akan melupakan masalah ini dengan syarat kalian harus membiayai sekolah luna sampai dia lulus." ucapan ayah luna sontak membuat ibu menggangga.


Bagaimana harus membiayai sekolah anak orang sedangkan anakku sendiri aku hampir tidak sanggup.


" Mana bisa begitu." bantah ibu langsung.


" Kenapa tidak bisa buk. apa ibuk lebih memilih menikahkan mereka. syarat yang saya ajukan itu sudah ringan buk. saya bisa saja lapor polisi dan anak ibuk akan dipenjara."


" Tapi aku tidak sanggup membiayai dia. aku saja tidak bekerja."


" Ya itu resiko kalian "

__ADS_1


Astaga ternyata ayahnya luna keras juga ya. tidak ada pilihan lain selain menyanggupi syarat yang diajukan orang tua luna.


Bersambung__


__ADS_2