
" Assalamualaikum "
" Walaikumsalam, eh bang sudah pulang ?"
" Hhhmm "
" Lumayan cepat juga ya jam kerjanya bang. Memangnya abàng kerja dimana ?"
" Astaga lena.., Suami pulang itu diambilkan minum bukannya malah didikte begitu ".
Suara ibu mertuà yang baru dàtang sedikit keras.
Aku langsung kedapur mengambil minum untuk bang adàm sekalian mama mertua.
" Bagaimana pekerjaanmu nak ?"
" Bagaimana apanya ma "?
" Apakah kamu diterima ?"
" Adam hanya diterima sebagai supir ma "
" Apa ??? Supir, bagimana bisa ?"
" Ya bisa saja ma. Adam juga sudah bisa kerja mulai besok "
" Supir dirumah siapa bang, bukannya abang bilang perusahaan kecil ya ?"
" Dijalan Adam malik dek, tapi pemilik rumahnya janda, dia memang punya perusahaan tapi ternyata yang dibutuhkan sopir pribadinya "
__ADS_1
" Apa, Kenapa mas terima kalau janda ?"
" Ya mau bagaimana lagi dek. Kita butuh uang. Sebentar lagi kamu juga akan melahirkan. Abang bigung. Lagian gaji yang ditawarkan lumayan besar dek 5juta. jam kerjanya juga santai "
" Apa, Bagaimana mungkin supir gajinya sampai 5juta "
" Ya sudah nak jika kamu yakin kerja disitu toh gak apa. kamu jangan berprasangka aneh aneh pada suami mu len. "
" tapi ma "
" Sudah dek abang mau mandi dulu ya gerah "
Kupandang punggung bang adam sampai menghilang kedalam kamar. Entah kenapa perasaanku tidak tenang. bukan tak percaya pada bang adam hanya saja jaman sekarang.. Ah entahlah aku jadi was was.
" Oh ya Ma. Mama ada perlu apa kesini ?"
" Bukan begitu ma. Kan tadi pagi mama juga datang tapi mencari bang adam, nah sekarang apa masih ada perlu sama bang adam ?"
" Jaga batasanmu lena. Tidak semua urusan ibu dan anaknya harus kamu tau. Kamu hanya orang asing disini jadi jangan terlalu ikut campur. Terserah aku mau bicara atau tidak dengan anakku "
" bukan begitu maksut lena ma,,"
" Sudah cukup lebih baik kamu siapkan makan malam untuk suamimu "
Aku diam tanpa bicara lagi. Mama mertua selalu saja menyebutku orang asing. Bagaimana aku mau dekat dengan mereka kalau tiap kali biacara saja aku sudah dibentak.
" Wah adek masak enak yaa "
" iya bang mumpung harga udang lagi turun . Adek tau abang doyan udang saos padang màkanya adek beli."
__ADS_1
" Ayo ma makan "
" Ini mama juga mau makan "
Hening sesaat bahkan suara sendokpun tak terdengar. Karna kamu biasa makan pakai tangan tidak pakài sendok.
" Dam mama pusing melihat ragil, tidak kerja, bangunnya siang trus, taunya hanya makan saja. mama rasa lebih baik dia menikah. apa kamu punya teman perempuan yang bisa dijodohkan dengan ragil. ?"
" Ma menikah itu butuh biaya, apa mama punya tabungan ?" sahutku pelan.
" kamu itu ya len selalu saja ikut campur. Biarkan aku yang bicara dengan anakku. Kalaupun ragil menikah aku tak akan meminta uang mu. Kamu tenang saja."
" Maksut lena bukan begitu ma. "
" Sudah dek ,, Ma yang dibilang lena itu benar. Apa mama ada tabungan makanya mama ingin ragil menikah ?"
" Uangkan bisa belakangan dam. yang penting mereka suka sama suka.kalau suka sama suka kan jadi gampang masalah uangnya dam. "
" Iya sih memang "
Kutatap bang adam..
aneh juga pemikiran anak dan ibu ini. Bagaimana mungkin menyuruh menikah namun tak ada pegangan uang sama sekali. maksut mereka bagaimana.
" Tapi bang bagaimana mungkin kita meminang tanpa ada pegangan uang sama sekali. Nanti kita juga yang malu."
" Halahh yang penting perempuannya ada. Urusan uang bisa belakangan "
Aku hanya bisa menarik nafas melihat kelakuan mama mertua ini.
__ADS_1