
Sampai rumah aku langsung ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri kubuka ponsel niat hati mau menulis tapi malah tidak dapat ide. kututup lagi aplikasinya berlanjut ke salah satu media sosial melihat barang yang kupost tadi. Namun tak ada yang membuatku semangat. Memang ollshop ku kurang berjalan lancar tidak seperti ollshop lain yang closing setiap hari.
Krekk...
Kudengar suara pintu terbuka. Aku yakin itu bang adam.
Dek..
" Dek masih marah ?"
Aku masih diam tak menjawab bang adam.
" Dek jangan diam terus dong. Abang kan sudah minta maaf. Abang harus bagaimana biar adek gak marah lagi?"
Aku terseyum tipis mendenga pertanyaan bang adam. Terbesit difikiranku ingin mengerjai bang adam sekidikt.
" Mau adek tidak marah lagi bang ?"
" Iya, abang akan melakukan apapun agar adek tidak marah lagi "
" Baik kalau begitu, sekarang adek mau makan nasi pake gulai telor ikan, tapi abg harus pancing sendiri ikannya "
Membayangkan gulai telur ikan membuat air liurku hampir menetes.
" Apa ?" mulut bang adam bahkan menggangga mendengar ucapanku
__ADS_1
" Iya adek mau makan telor ikan tapi harus abang yang pancing sendiri pasti enak, manis. Uhhh adek sudah tidak sabar "
Bang adam menelan ludah mendengar permintaanku. Ya robb bagaimana ini, memancing saja bahkan aku tidak pernah.
" Tapi dek abang bahkan tidak pernah memancing "
" Terserah.pokoknya adek gak mau tau ".
Kulihat bang adam keluar gontai, aku memang ingin makan telur ikan namun ikannya tidak harus dipancing juga. Aku memang mengerjai bang adam.
Setelah bang adam pergi aku baru teringat cicilan rumah bulan ini kan belum kami bayar. Kuambil benda tipis yang selalu kubawa itu. ya Allah Saldoku sudah tipis sekali. Pendapatan menulisku hanya cukup untuk jajan saja. Sementara bang adam ahhh aku pusing kalau begini.
Sudah hampir magrib namun bang hidung bang adam tak jua kelihatan. Kuputuskan masuk kedalam rumah karna tak baik ibu hamil diluar rumah jika magrib.
Kuputuskan shalat magrib lebih dulu baru menelpon bang adam.
Selesai shalat magrib rupanya bang adam sudah duduk di atas tikar ruang tamu. Masih lengkap dengan alat alat pancingnya.
" Loh abang kapan pulang, adek gak dengar abang buka pintu ?"
" Pas Adek shalat tadi "
" Ada ikannya ?".
Bang adam menatapku.
__ADS_1
" Maaf dek. Tak 1 ekor ikan pun berhasil abang tangkap."
" Ya sudah tak apa, sana abang bersih bersih dulu lalu shalat. biar adek siapkan makan malam "
" Hhmm." bang adam branjak meninggalkan aku sendiri diruang tamu. Aku lalu kedapur untuk memasak telor dadar sebagai menu makan malam kami.
Kulihat bang adam masih memakai sarung keluar dari kamar.
" ayo makan bang, tapi hanya telor dadar "
" Ya sudah tak apa dek. "
Jujur banyak sekali keinginan ku yang tak dapat upenuhi karna kondisi keuangan kami yang tidak stabil. Babg adam akhir akhir ini memang jarang pergi gojek karna musim hujan. Kadang hujannya awet. Dari malam hari hingga seharian pul. Sore sudah hujan lagi sampai malam.
" Bang cicilan rumah kita bulan bagaimana ?"
" Apa adek sudah tak ada tabungan ?"
" sudah tipis bang "
Bang adam terdiam berfikir.
" Bagaimana kalau kita over kridit saja, Lalu kita pindah lagi ke rumah mamah ????
Bersambung__
__ADS_1