Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
bab 22


__ADS_3

" Jadi bagaimana itu bang, sedangkan faris saja hampir kita yang biayai. Mana sanggup kita biayai 2 orang bang."


" Itulah abang bingung dek "


Sementara mama mertua diam saja.


" Bagaimana kalau faris kerja saja pulang sekolah, atau ragil loh mama bilang kerja. Bukan aku tidak mau membantu ma. tapi mama taulah gajiku pun berapa. sedikitnya ma. kami juga harus membayar cicilan rumah perbulan nya."


" Itulah kalian sok jadi orang kaya pake acara nyicil rumah segala "


" Bukannya mama bilang kami beban kalau dirumah mama ya." jawabku.


" Kamu harusnya kerja lena. biar bisa bantu keuangan suami. jangan hanya berharap sama suami dong. dirumah pun kamu hanya main hp sepanjang hari "


" Ma sudah " sahut bang adam.


Aku menghela nafas. jika dituruti ingin rasanya kujambak wajah mama mertua, punya mulut kok comberan sekali.


" Tapi adam rasa, mama pun ada baiknya kerja kecil kecilan biar bisa beli apa yang yang mama mau "


" Kamu nyuruh mama kerja dam ?"


" maaf ma. bukannya adam tidak mau membiayai kebutuhan mama. hanya saja untuk saat ini adam belum sanggup kalau harus memenuhi semua kebutuhan mama. lagian mama kan masih sehat. apa mama tidak bosan dirumah terus "


" Faris ayok pulang "


Mama mertua langsung emosi kala bang adam menyuruh kerja. bukan tanpa sebab bang adam menyuruh mama mertua kerja tapi kalau hanya mengandalkan bang adam saja. mana cukup.


Faris dan mama mertua akhirnya pulang.


" Kak kalau begitu luna pulang juga ya. maafkan orang tua luna yang sudah merepotkan keluarga ya bang. "


Luna berkata sembari meremas tangannya.


" Sudah jangan difikirkan lagi ya. sekarang luna fokus saja belajar. jadikan ini pelajaran ya. luna jangan ulangi kesalahan yang sama ya. luna itu anak satu satunya. hanya luna harapan orang tua. Luna harus bisa mengangkat derajat orang tua. jangan kecewakan orang tua luna untuk yang kedua kalinya. juga abang minta maaf mewakili faris. maafkan faris ya."


" Ini bukan hanya salah faris kak. ini salah kami berdua. "


Kulihat luna mulai terisak lagi.


Ya Allah jauhkan keluarga dan keturunanku kelak dari godaan setan. Aamiin.


Setelah kejadian itu kulihat memang faris agak berubah jadi sedikit lebih baik. dia juga sekarang kerja pulang sekolah. bantu bantu jual kebab dan burger punya temannya.


Alhamdulillah.


Pagi ini kepala ku agak pusing. kulihat jam 06.02. kenapa suara diluar berisik sekali. ada apa ya. kulihat disampingku tidak ada bang adam. kemana dia. ini kan hari minggu bang adam biasanya libur.


" Dasar kau ya Pebinor. kurang apa istrimu sampai harus merebut istriku lagi hah. kau laki laki yang tidak pandai bersyukur. Istri pegawai tapi masih mau cari selingkuhan juga. kalau mau selingkuh itu sama perempuan singel jangan istri orang dong huh...."


Ya Allah kenapa itu Mas reno marah marah sama mas joni. kulihat wajah mas joni sudah bonyok. mereka adalah tetangga depan rumah kami.


" Mas udah, malu loh. ayo masuk."


kata seorang perempuan yang kutau itu istrinya.

__ADS_1


" Mba...."


kulihat kesamping rumah ternyata mba widya yang memanggilku.


" Kenapa mba.?"


" ituloh istri mas reno selingkuh sama mas joni. "


" Tapi sepertinya mas reno tidak marah ya sama istrinya"


" Iyalah. kan istrinya banyak uang mana mungkin dia marah."


Aku hanya mengangguk lalu masuk rumah. kulihat bang adam baru keluar kamar mandi.


" Jangan biasakan kepo sayang "


" Adek gak kepo abang ku. hanya melihat sebentar saja tadi. heran adek kenapa ada suara teriak teriak. "


" Ya sudah. buatkan abang kopi ya "


" Siap bos, tapi adek mau absen sebentar ya "


" Ok "


Selesai solat kubuatkan kopi yang diminta bang adam tadi. kuendus endus kan hidungku kedekat gelas bang adam. wangi nya kok beda ya. ini wangi sekali. kubuatkan 1 gelas lagi untukku sepertinya aku juga selera.


Lalu kuambil roti dari dalam lemari. untuk sarapan.


" Loh tumben adek buat kopi juga."


" Abang naik jabatan dek, bulan depan akan bekerja di jabatan yang baru "


" Alhamdulillah lah bang, "


" Iya dek Alhamdulillah "+


" Bang beli mie balap yang di jl.merdeka yuk "


" Jauh kali dek. mie balap yang ujung komplek saja ya"


" Adek mau yang disana bang. lebih enak disana "


" Ya sudah abiskan kopinya biar kita gerak."


" Adek sudah gak selera kopinya bang, lebih selera mikiri mie balap nya" ucapku senyum.


" Ya udah ayolah "


Kuambil hijab instan lalu kupakai. memikirkan mie balap nya sudah membuatku ileran.


" bang mie nya 2 ya."


Kata bang adam.


" Hai adam "

__ADS_1


Kulirik sosok yang memanggil bang adam tadi. rupanya seorang perempuan dengan gamis warna gold sedang membeli mie balap juga.


" Eh hai liana. " Jawab bang adam terbata bata sambil melirikku.


" Seleramu masih sama seperti dulu ya tetap mie balap bang komar ini "


" Ah iya iya "


" Aku juga sama, seleraku juga belum berubah. oh ya ini siapa ? istrimu ya ?"


" Iya ini istriku lena "


Aku mengangguk senyum sementara perempuan itu sibuk melihatku dari atas sampai bawah.


" Rupanya pilihanmu jauh dari ekspestasiku "


" Maksutmu ?"


" Ya bukan apa apa sih hanya saja wajah istrimu begitu pas pasan tidak seperti mantan mantanmu yang serba glow " ucapnya tertawa.


Ingin rasanya kulemparkan mie yang sewajan itu ke wajah wanita ini. mulut kok pedas seperti cabe rawit. abang yang jual mie ini pun lama sekali .


" Ayo adam aku duluan ya. kalau kamu libur mainlah kerumah " ucapnya senyum


" Iya hati hati ya."


Wanita itu mangangguk senyum lalu pergi. kulihat bang adam senyum juga. kucubit pinggang bang adam " Mau ikut pulang atau nginap disini ?"


" Pulang lah masak iya nginap sih dek "


" Mana tau abang mau nginap disini menunggu wanita tadi mana tau besok datang lagi biar bisa jumpa "


" Ekhmmm cemburu ya ?"


" Siapa juga yang cemburu. kalau abang mau sama dia silahkan. model kek abang mau diperrebutkan ? maaf bang aku gak minat "


" Astagfirullah dek. ngomongnya jangan kuat kuat begitu malu loh dilihat orang, abang cuma bercanda kok adek malah menanggapinya serius begitu "


" Biar aja. abang memang salah kok "


" Astaga udah yah ayok pulang "


dengan malas ahirnya aku naik juga ke kreta bang adam. rasanya aku sudah tak selera untuk makan mie yang tadi begitu kuinginkan.


Sampai rumah mie nya hanya kuaduk saja dan belum ku makan.


" Kenapa mie nya belum dimakan, katanya tadi selera "


" iya hati hati ya "


ucapanku meniru gaya bahasa bang adam saat bicara dengan perempuan gang kami jumpai di warung mie balap tadi.


" Astaga dek. adek kenapa kok seperti orang ngidam sih ?"


Bersambung__

__ADS_1


__ADS_2