Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 28


__ADS_3

Hari hari berjalan terasa begitu cepat. sudah lebih dua bulan bang adam pengangguran masih juga belum mendapatkan pekerjaan. Dia hanya mengandalkan penghasilkan dari menulis dan berjualan online. Bukan tidak ada lowongan hanya saja bang adam yang terlalu memilih.


" Bang bagaimana kalau kita pindah saja kekampung. Disana kita bisa berladang. Ladang mama kampung masih ada yang kosong kita bisa menanam sayuran disana, Dari pada disini abang hanya makan tidur terus. Apa abang tidak bosan. ?"


" Abang tidak pandai berladang dek "


" Kan bisa belajar bang "


" Lagian berladang tidak akan memadai dek. Berapa sih hasil berladang ?, yang ada nanti kita hanya tinggal capeknya saja. Hasilnya tidak seberapa. Sudah panas panasan lagi "


" abang bilang hasilnya tidak seberapa, Tapi kami semua besar dari hasil mama dan ayah yang berladang loh bang "


" Iya kalau mereka kan tanah sendiri "


" Tapikan ayah sudah bilang kalau kita mau berladang tanahnya yang kosong itu kita kerjai saja. Tidak ada sistem bagi hasil. Abang saja yang tidak mau "


tut..tu..


" Hallo ma "


" Iya ma nanti kubilang sama lena ya "


Entah apa yang dibicarakan mama mertua hingga bang adam menyebut namaku juga.


" Dek. Mama katanya mau minjam uang. Nanti diganti "


" Untuk apalagi sih sama mama bang. 3 hari lalu sudah minta untuk bayar listrik dan blanja dapur. Sekarang untuk apa lagi ?"


" Mama bukan minta dek tapi pinjam "


" Sudah berapa kali mama minjam semenjak abang di PHK. Apa pernah mama ganti bang ? Gak pernah kan , kalau untuk makan yang mama pinjami itu tidak apa apa. Tapi ini untuk gaya hidup. Penghasilan kita hanya pas pasan untuk biaya kita sehari hari bang. Tolonglah abang bilang sama mama. Kalau tidak suruh ragil kerja. Kalau begini terus kita tidak akan bisa bayar cicilan rumah ini lagi bang "


" Ow abang tau sekarang, mentang mentang abang tidak kerja lagi kamu jadi perhitungan pada keluarga abang ya, abang sadar diri sekarang kamu yang kerja kamu yang memberi abang makan. Tapi itu orang tua abang len. Wanita yang melahirkan abang. Apa kamu tidak kasihan "


" Akan kuberikan bang jika itu memang untuk beli beras atau lauk. Tapi kalau untuk gaya hidup mengikuti gaya hidup orang kaya. Maaf bang adek tidak punya uang "


" Namanya juga orang tua len. Harusnya kamu paham lah. Lagian hanya 300rb len masak kamu gak mau kasih "


" Hanya abang bilang... Hanya 300rb ??? Bahkan aku harus lembur menulis bermalam malam dan juga kurang tidur untuk mendapatkan itu bang ".


" Sekarang intinya kamu kasih atau tidak ?" bang adam bahkan membentakku. Ya Allah..

__ADS_1


" Tidak " jawabku tegas.


Bang adam diam lalu keluar rumah entah mau kemana terserah dialah. Aku mulai lelah dengan tingkah mamanýa. Sudah tau anaknya pengangguran masih saja meminta uang.


Seketika aku teringat telah membeli alat tes kehamilan tadi malam . Niat mau dipakai pagi ini namun lupa. Kata bidan hasilnya lebih akurat kalau dites pagi pagi saat bangun tidur.


Seharian bang adam tidak pulang pulang. Aku yakin bang adam ada dirumah mama mertua. Entah apa penyebab bang adam berubah. Padahal dulu bang adam selalu membelaku. Dia tak pernah berkata kasar seperti tadi.


krek...


Kudengar suara pintu berbuka. Lirik jam sudah menunjukkan angka 19.20 wib


Bang adam masuk kamar namun tak menyapaku.


" Abang dari mana saja, kenapa baru pulang ?"


" Cari kerja. "


" Abang sudah makan, adek buatkan makan malam ya "


" Tidak perlu repot abang bisa ambil sendiri."


" Baik kalau begitu "


Pagi ini aku cukup deg deg an. Kuambil alat tes kehamilan yang sudah kubeli beberapa hari lalu. Karna memang aku sudah terlambat datang bulan. Awalnya terlihat garis satu lalu pelan pelan berubah menjadi garis dua.


Alhamdulillah..


Ini adalah kali ketiga aku hamil. Rasa sakit dua kali kehilangan membuatku takut. Kuambil benda kecil panjang itu lalu kebawa kekamar dan meletakkannya di meja rias. Lalu kembali lagi kedapur untuk membuat sarapan


Dek...


Bang adam datang menghampiriku ke dapur.


" Ini punya adek ?"


Kulihat tespeck tadi dipegang bang adam.


" Iya " Jawabku singkat.


kulihat bang adam mengusap kasar wajahnya. Apa bang adam tidak senang aku hamil ? Fikiran negatif langsung menyerangku.

__ADS_1


" Kenapa adek tidak minum obat pencegah kehamilan dulu sih ?"


Deg..


Ya Allah...


" Maksut abang apa ?"


Mataku mulai berkaca kaca


" Kan adek tau abañg masih pegangguran. Abang tidak punya penghasilan dek bagaimana nanti abang membiayai kalian ?"


" Astagfirullahalazim bang. Abg kan tau anak itu angurah bg.anak itu membawa rezeki bang "


" Abang belum siap jadi ayah dek "


Deg..


Ya Allah apa lagi ini. Mataku langsung memerah panas. Tega sekali bang adam mengatakan kalau dia belum siap jadi ayah.


" Maksut abang apa bang hah..?" aku mulai tersulut emosi.


" Adek jelas tau maksut abang apa.., abang belum siap punya anak dek. Sebelum kondisi keuangan kita membaik. Adek tolong pahami itu "


Hah.. malah bang adam membalas emosiku. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Biasanya bang adam selalu mengalah.


" Tapi dia sudah terlanjur hadir bang. Kita tidak ada pilihan selain menerimannya kalaupun abang bilang abang belum siap jadi ayah. "


" Gugurkan saja dek " ucapan bang adam pelan namun mampu membuat tensiku seketika naik. badanku terasa bagai tidak bertulang. Lemas, dadaku bergemuruh.


" Gugurkan saja dek tolong pa..."


" Cukup bang, Stop. Tolong jangan bicara lagi " bentakku pada bang adam.


" Kalau abang belum siap jadi ayah harusnya abang jangan menikah. Jangan menikah jika memang takut punya anak. Dimana hati nurani abang, dimana hah ?? Apa abang tega membunuh darah daging abang sendiri hah.. Tega abang ?"


Ya Allah hatiku hancur sehancur hancurnya. Tidak kusangka bang adam akan setega itu. Ya Allah ya robbi.. Air mataku mengalir deras bak anak sungai. Sakit.. Hatiku sakit sekali.. Kukira dengan aku hamil akan menambah semangat bang adam mencari pekerjaan namun ini malah sebaliknya.


Saat kehamilanku yang kedua dapat kulihat dengan jelas bang adam menangis kala tau aku keguguran. Namun kali ini beda. apa iya hanya karna bang adam masih pengangguran, atau ada alasan yang lain ?"


Bisikan s****n mulai berdatangan, Aku tak ingin berdebat lebih lama dengan bang adam. Kutinggalkan dia di dapur lalu aku masuk kamar dan menguncinya.

__ADS_1


" Dek buka pintunya. Jangan begini dek . Dengarkan abang dulu "


Bersambung---


__ADS_2