Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Ke rumah sakit


__ADS_3

"Sayang.. sakit lagi?" tanya Elbert dan Nikita hanya mengangguk dan merintih


"Kita ke rumah sakit sekarang ya" tegas Elbert


"Mama gimana kak?" tanya Nikita


"Nanti aku hubungi dia biar langsung saja ke rumah sakit" jawab Elbert


"Tega kamu ya sil, wanita apa kamu tega Melihat orang yang akan melahirkan menahan rasa sakitnya tanpa kamu lakukan apa-apa" marah Elbert kepada silvia


"Udah kak.. mungkin tadi Silvia juga panik dan akhirnya bingung untuk berbuat apa" lerai Nikita


Perlahan Elbert memapah Nikita, karena Nikita kekeh tidak mau di gendong.


"Aku gendong aja ya Nik?" tawar Elbert


"Engga kak, aku berat banget lo.. lagian gak enak juga sama tamu-tamu yang masih ada" jawab Elbert


"Nik.." panggil tante Rahel


"Tante aku mau bawa Nikita ke rumah sakit dulu ya" kata Elbert


"Sakit lagi?" tanya tante rahel lalu ikut membantu Nikita untuk berjalan menuju mobil

__ADS_1


"Pakai mobil tante aja ya, mobil aku di bawa mama tadi untuk mengambil perlengkapan persalinan Nikita" kata Elbert setelah sampai di luar


"Ya pakai Saja, nanti tante akan menyusul pakai mobil silvia" jawab tante rahe


Setelah Nikita merasa nyaman duduk dengan sandaran agak ditidurkan Elbert langsung melajukan mobil mobil, dan langsung menghubungi mama hanna


"Tahan sebentar lagi ya sayang" ujar elbert menggenggam tangan Nikita setelah selesai menghubugi mama hanna


"Udah mendingan lagi kok kak" jawab Nikita


"Apa tadi aku melakukan tidak hati-hati? Maaf ya sayang" kata Elbert


"Enggak kak.. Setelah melakukan itu tadi aku merasa sangat nyaman, tapi tiba-tiba sakit karena Silvia membuat aku emosi" jawab Nikita menunduk


"Apa yang dia lakukan Nik?" tanya Elbert


"Kurang ajar, memang tidak tau diri dia. Kali ini aku tidak akan tinggal diam Nik, aku gak peduli lagi kalau dia itu masih saudara kamu. karena dia sudah hampir mencelakai kamu dan bayi kita dengan memancing emosi kamu" balas Elbert


"Kak el.. tenang ya, jangan terlalu menyalahkan silvia.. Memang ia dia memancing emosi Niki, tapi kalau saja aku bisa kontrol semua akan baik-baik saja" jawab Nikita


"Dia tau waktu untuk ngomong gitu sangat tepat untuk ngomong yang tidak-tidak, karena pemikiran kamu lagi engga stabil, Dia sangat pintar memanfaatkan situasi" kata Elbert


"Maaf ya kak" ujar Nikita

__ADS_1


"Kamu gak salah sayang, Kamu tenang aja ya.. rileks jangan banyak pikiran. Apa pun tadi yang di bilang silvia gak usah jadi beban pikiran kamu, kita yang jalani.. kita yang tahu hubungan kita gimana" ungkap Elbert


"Iya kak.. makasih ya" jawab Nikita


"Dia aja yang tidur pertama denga siapa lalu hamil dan nikah dengan siapa, gak jelas. Tapi masih dengan percaya dirinya ngomong yang tidak-tidak sama kamu" lanjut Elbert


"Aku juga sering bingung kak, kenapa silvia seperti itu kepadaku" balas Nikita


"Gak usah di pikirin, kita sudah sampai.. kamu mau jalan atau aku ambil kursi roda?" tanya Elbert setelah masuk ke parkiran


"Coba jalan aja ya kak, lagi gak sakit kok" jawab Nikita


"Ya sudah tunggu sebentar biar aku bantu" kata Elbert lalu turun dan membuka pintu sebelah Nikita


"shhh" lirih Nikita ketika pertama menginjakkan kakinya


"Bisa sayang? aku ambil kursi roda saja ya" kata Elbert


"Ehhhh engga apa-apa kak, Nikita kuat" jawab Nikita


"Ya sudah ayo pelan-pelan" kata Elbert menggenggam tangan Nikita sebelah kiri dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memegang pinggul Nikita


"Masih kuat?" tanya Elbert ketika sudah sampai di pintu utama rumah sakit

__ADS_1


"Perut ku gak sakit kak, tapi kenapa penglihatan ku kabur kak" jawab Nikita


"suster.. tolong Kursi roda nya" kata Elbert ketika ada suster lewat dan tak jauh dari tempat mereka berdiri ada kursi roda


__ADS_2