
Siang harinya Elbert dan Nikita pergi ke dokter kandungan untuk memeriksaan kehamilan Nikita
"minggu ini udah 7bulan sih Nikita, kalau hanna mau adakan acara 7bulanan udah bisa lah" jelas Dokter Luna
"Ya udah nanti kami sampaikan dulu ke mama Tante" jawab Elbert
"perkiran lahirannya sekitar 10minggu lagi nih, udah siap belum kamu jadi papa El?" tanya dokter Luna
"harus siap dong tante, Ya udah kami permisi ya tan" pamit Elbert
"Kami pulang dulu ya tante" Lnjut Nikita
"Hati-hati ya, Vitamin nya jangan lupa ya Nikita" balas Dokter Luna.
Diperjalanan Nikita dan Elbert tampak ceria, sesekali Elbert mencium tangan Nikita yang sedari tadi di genggamnya.
"Kita dari rumah tante rahel ya kak" pinta Nikita
"Kok gk bilang dari tadi sayang, di sini kan gak ada lagi yang mau dijadikan oleh-oleh" jawab Elbert
"Gak harus pakai oleh-oleh juga kak, kita kan bukan dari luar kota atau habis dari liburan dari mana gitu" balas Nikita
"Iya.. Tapi datang ke rumah orangtua kita atau keluarga kita itu gak enak dengan tangan kosong Nik" lanjut Elbert
__ADS_1
"Berarti nanti kalau kita pulang ke rumah mama harus bawa oleh-oleh juga dong?" tanya Nikita
"Kalau pulang ke rumah mama itu enggak harus karena kita tinggal disana, tapi ini kan kita mau bertamu. kalau nanti kita udah gak tinggal sama Mama kita juga akan menjadi tamu kalau berkunjung ke rumahnya" Lanjut Elbert
"Emang kak El ada rencana pindah dari rumah Mama?" tanya Nikita
"Ada dong.. Bahkan dulu itu ya aku pengen nya kalau udah nikah langsung tinggal di rumah sendiri gak di rumah orangtua" jawab Elbert
"Terus kenapa enggak jadi?" tanya Nikita
"Ya.. Karena dulu aku belum sempat nyiapin rumahnya, kita kan nikahnya mendadak sayang"jawab Elbert
"bukan karena kak el mengira pernikahan kita hanya sementara?" tanya Nikita
"Maaf ya Nik" jawab Elbert
"Kamu jangan marah ya, jujur kalau dulu itu juga termasuk alasan aku kenapa mau tinggal di rumah mama" jawab Elbert memberhentikan mobilnya
Posisi Elbert menhadap ke arah Nikita dan kembali menggengam kedua tangan Nikita, sedangkan Nikita membuang pandangannya ke arah kaca mobil di sampingnya
"Itu wajar kak" jawab Nikita tnpa melihat ke arah Elbert
"Tapi sekarang aku udah siapin semuanya sayang, rencananya nanti setelah kamu melahirkan kita langsung pindah. Sebenarnya aku mau buat itu surprise buat kamu, tapi karena takut kamu mengira aku gak pernah serius sama hubungan ini jadi aku bilang sekarang" jelas Elbert
__ADS_1
"Aku gak minta apa-apa kak, kamu mau tanggung jawab aja udah syukur banget"jawab Nikita
"Mulai sekarang aku akan jadi suami sesungguhnya buat kamu Nik dan akan menjadi papa terbaik untuk anak-anak kita" lanjut Elbert
"bukan papa cool?" Ledek Nikita
"Papa bucin" jawab Elbert mulai melajukan mobilnya lagi
"Kak el tadi bilang anak-anak kita.. Memangnya mau punya anak berapa?" tanya Nikita
"banyak.." jawab Elbert dengan tampang serius
"Hahaha" Nikita tertawa lepas
"Kok ketawa sih? Aku serius" kata Elbert
"Aku gak mau" jawab Nikita
"Harus mau" balas Elbert lalu membuka seat belt Nikita ketika sampai di rumah tante rahel.
"Tunggu aku bukain pintunya" kata Elbert setalah turun dari mobil, Nikita hanya tersenyum
"Silahkan Nyonya Elbert" seru Elbert mempersilahkan Nikita turun setelah membuka pintu mobil
__ADS_1
"Terimakasih suami Nikita" jawab Nikita
Elbert pun langsung tersenyum bahagia mendengar ucapan Nikita lalu melangkah bersama masuk ke dalam rumah Tante rahel.