
Setelah mendengar cerita yang disampaikan Elbert kini Nikita benar-benar memahami keputusan Gio, ditambah lagi kini Elbert sudah menceritakan semua kejadian yang belum Nikita ketahui selama ini.
"Kenapa kamu baru cerita sekarang masalah kita dijebak?" tanya Nikita
"Aku menunggu saat yang tepat saja sayang, dan sekarang waktu yang pas untuk kamu ketahui semuanya.. agar kamu dapat mempertimbangkan semua nya dengan baik" jawab Elbert
"Tapi kenapa selama ini kamu masih baik sama silvia, padahal kamu sudah tau smua keburukannya pah" kata Nikita
"Karena dari kesalahan yang dilakukan silvia aku mendapatkan anugerah terindah dari Tuhan.. kamu dan Kiel" jawab Elbert lalu mengecup bibir Nikita
"Tega banget ya silvia sama aku" keluh Nikita mengambil alih Kiel dari gendongan Elbert
"Itu karena dia iri sama kamu sayang, san lihat.. dari semua cara yang dilakukannya untuk menghancurkan kamu sia-sia, malah berbalik membawa sial kepadanya sendiri" Kata Elbert mengikuti langkah kaki Nikita menuju kamar.
"Tapi aku akan berusaha ikhlas dan jika Silvia mengakui kesalahannya juga meminta maaf aku akan memaafkan dan melupakan semua kelakukan jahat nya sama aku pah" ujar Nikita
"kamu terlalu baik Nikita sayang, kok bisa sih??" tanya Elbert lalu membukakan pintu kamar dan mereka masuk
"Kita baik aja pasti ada terjadi kesalahan tanpa disengaja, untuk apa kita tidak berbuat baik" jawab Nikita lalu mulai menyusui Kiel diatas ranjang sambil berbaring.
Melihat Nikita sedang memberi ASI kepada Kiel, Elbert memilih untuk segera mandi. Ketika keluar dari kamar mandi, Elbert mendapati Nikita sudah pulas dengan tabung ASI Kiel terpampang mengundang sesuatu untuk bangun.
__ADS_1
"Aku tau kamu capek, tapi kamu yang memancingku" gumam Elbert lalu memindahkan Kiel ke box bayi uang ada di kamar mereka.
Nikita mendesah dan menikmati buaian manja dari suaminya dna mereka pun melakukannya dengan saling memuaskan hasrat.
"I love you" ucap elbert mengecup kening Nikita setelah peraduan mereka tuntas
"Love you more" jawab Nikita lemah
"Langsung mandi yuk.. biar segar, mumpung kiel juga masih tidur" ajak Elbert
"Kmu duluan aja pah.. aku mau istirahat sebentar" jawab Nikita malas
"Kamu keringeten lo itu" kata Elbert langsung mengendong Nikita menuju kamar mandi
"Iya sayang iya.. cuma mandi, janji" jawab Elbert
Dan kali ini Elbert menepati janjinya, selain bucin.. Elbert juga termasuk suami taat istri, bukan takut.
"Sini aku bantu" kata Elbert ketika melihat Nikita mengeringkan rambut nya di depan meja rias
"Aku gendutan ya pah?" tanya Nikita memperhatikan dirinya di cermin
__ADS_1
"enggak.. perasaan kamu aja kali" jawab Elbert
"Biasanya baju ini aku pake longgar, ini ketat gini" kata Nikita menujukan Long dress hitam yang di pakainya sangat melekat di tubuhnya
"Baju nya kali yang nyusut sayang, ini kan udah lama juga udah beberapa kali masuk mesin cuci kan" jawab elbert
"Tadi aja aku gendong biasa aja kok" lanjut Elbert
"Kalau nanti aku gendut.. melar..
jelek.. kend.." kata-kata Nikita langsung di stop elbert dengan lumayan lembut.
"udah ya.. aku gak mau kamu dengar ngomong gitu lagi, di mata aku gimana pun kamu nanti, kamu itu tetap teristimewa.. " kata Elbert setelah melepas pagutan bibir nya dan menangkup wajah Nikita yang sebenarnya memang terlihat lebih chubby
"Wajar aja aku punya perasaan seperti itu, coba kamu lihat cermin.. kamu gitu-gitu aja setelah kita menikah" lanjut Nikita
"Ya kamu bersyukur lah sayang.. punya suami seperti ini" ujar Elbert dengan bangganya
"Hmmm" kata Nikita lalu beranjak untuk mempersiapkan keperluan Kiel
"nanti setelah dari rumah sakit kita makan malam di luar ya mah" kata Elbert
__ADS_1
"Kasian Kiel di tinggal terus sayang" jawab Nikita
"Nanti mama yang jagain, abis makan kita juga langsung pulang. Aku cuma mau buat suasana yang menyenangkan.. biar kamu gak mikir aneh-aneh" kata elbert