
"Selamat Han.. kamu akan menjadi seorang nenek" Ucap Dokter luna setelah selesai memeriksa Nikita
"Kamu hamil Nik, Selamat ya ku akan menjadi ibu.. dan Elbert kamu akan menjadi ayah. Kalian sebentar lagi akan menjadi orangtua" Sambung Mama hanna penuh dengan kebahagiaan
Sedangkan Elbert dan Nikita sibuk dengan pikiran masing-masing, Elbert masih belum percaya secepat ini Dia akan menjadi seorang Papa Dan Nikita memikirkan tentang pekerjaan dan karirnya, Bagaimana bisa ia akan terus bekerja kalau dalam keadan hamil seperti ini.
"Nikita.. kamu harus makan yang cukup walaupun mual kamu harus mengusakan perut kamu harus selalu terisi, Usia kandungan kamu baru jalan 3minggu masih sangat lemah"Jelas Dokter Luna
"Iya dok makasih" jawab Nikita lalu tersenyum kepada Dokter Luna
"Elbert.. saya tau kamu itu sibuk di kantor tapi ibu hamil itu sangat sensitif dan perlu untuk diperhatikan, jadi kamu harus jadi suami dan calon papa siaga ya" Saran Dokter Luna
"Dengar itu apa kata Tante Luna" Sambung Mama Hanna
"Iya ma" jawab Elbert singkat
Setelah menerima resep dari dokter, Keluarga Elbert pun pulang ke rumah. Sesampai nya di rumah, Mama Hanna langsung sibuk menyiapkan makanan khusus untuk Nikita.
"Nik, kamu engga apa-apa kalau harus turun naik tangga setiap hari? Mama takut kamu kamu kecapekan, apa kalian pindah saja ke kamar bawah" Kata Mama Hanna sambil mengupas buah apel untuk Hanna
__ADS_1
"Tapi meja kerja aku ada di kamar atas ma" Sanggah Elbert
"Ya kan bisa diatas jadi ruang kerja kamu aja selama Nikita hamil kamar kalian pindah ke bawah" Kata Mama Hanna
"Gak apa-apa kok ma, setau aku orang hamil itu kan perlu banyak pergerakan" Jawab Nikita
"Perlu banyak pergerakan itu kalau sudah masuk trimester tiga Nikita, kamu kan masih Trimester satu" Ucap Mama Hanna
"Aku ikut gimana kata kak Elbert aja Ma" Balas Nikita
"Ya udah terserah mama aja, gimana baiknya menurut mama aja.. kan mama lebih tau" lanjut Elbert
"Bik udah siap makanan untuk Nikita?" tanya mama Hanna kepada Bik Ria yang sedang memasak di dapur
"Sebentar lagi nyonya" jawab bik Ria
Dan Mama Hanna ikut membatu bik Ria ke belakang, Elbert dan Nikita yang ditinggal di ruang keluarga pun sama-sama terdiam karena tidak tau mau membicarakan apa. Beberapa menit dalam mode Diam akhirnya Nikita pun buka suara.
"Kak.. aku mau ngabarin tante Rahel" Ucap Nikita hendak pergi ke kamar untuk mengambil Hp nya
__ADS_1
"Kamu mau kemana? Aku antar." tanya Elbert mengira Nikita akan pergi ke rumah tante Rahel memberitahu kabar ini
"Aku mau ambil Hp aku di kamar kak" jawab Nikita
"Biar aku yang ambil, kamu duduk disini saja" kata Elbert yang langsung beranjak menuju kamar karena salah tingkah
Entah kenapa mulai dari kepanikan tadi pagi saat melihat Nikita lemas karena bolak-balik kamar mandi perasaan Elbert masih belum stabil. Tadi ketika menopang badan Nikita yang bersandar di dada bidangnya jantung Elbert juga berdetak lebih kencang, Elbert mengira itu karena dia sedang panik.
Tapi sekarang Nikita sudah baik-baik saja, Sedangkan debaran jantung Elbert masih tidak normal saat dekat dengan Nikita.
.
.
.
Tolong bantu like, komen dan Vote nya ya kakak-kakak..
Biar lebih semangat nulisnya 🙂🙂🙏🙏
__ADS_1