Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Gelagat Cemburu


__ADS_3

Sesampainya di depan kantor, Elbert dan Nikita di sambut oleh Yanto asisten pribadi Elbert.


"Selamat pagi pak Elbert" Sapa Yanto


"Hay Nik" Sapanya lagi untuk Nikita


"Pagi" ketus Elbert dan langsung menggenggam tangan Nikita masuk ke dalam dan langsung menuju ruangannya lalu di susul oleh Yanto


"Jadwal saya" Ucap Elbert setelah duduk di kursi kebesarannya


"Sampai jam 10 masih free pak, tapi karena meeting diadakan di Kantor pak Edward jadi kita akan akan berangkat jam 9 pak" jawab Yanto


"berarti free cuma skitar 1jam lagi Yanto.. kalau on the way itu bukan termasuk free lagi" Ketus Elbert lagi


"Kenapa sih Manusia Es ini, tiba-tiba jadi judes gini" Batin Yanto


"Setelah itu" Lanjut Elbert lagi


"Selesai meeting di luar, kita kembali ke kantor untuk meeting bulanan pak" sambung Yanto


"Untuk meeting bulanan kamu yang handle, stelah selesai meeting dengan pak edward saya tidak bisa kembali ke kantor. karena saya harus mengantr Nikita control Kandungannya" Jelas Elbert


"Baik pak" jawab Yanto


" Ya udah keluar dan persiapkan semua untuk meeting nya" Kata Elbert


" Saya permisi pak" jawab Yanto berlalu meninggalkan Elbert dan Nikita di ruangan tersebut.


"Kak.. kok ketus gitu ngomong nya sama kak Yanto?" tanya Nikita


" Aku gak suka dia genit sama kamu" jawab Elbert

__ADS_1


"Genit?? kapan?" tanya Nikita bingung


"Tadi, ngapain juga dia sapa kamu seperti itu" jawab Elbert


"Kak Yanto cuma bilang hay aja kan wajar kak" lanjut Nikita


" Terserah kamu deh, aku mau siapin untuk meeting sebentar lagi" jawab Elbert


"Kak elbert aneh.. sebentar-sebentar ramah dan lembut, eh sekarang tiba-tiba jadi jutek" batin Nikita


Beberapa menit kemudian, Yanto kembali masuk ke ruangan untuk memberitahu Elbert bahwa mereka harus berangkat Sekarang.


"Pak.. sudah pukul 9 sebaiknya kita langsung berangkat sekarang" Ajak Yanto


"Semua sudah beres?" tanya Elbert


"Sudah pak" jawab Yanto


" Ya sudah kamu duluan, saya segera menyusul" perintah Elbert


" Nikita ikut?" tanya Yanto


"Iya.. memang kenapa, kan tadi gue udah bilang setelah meeting selesai kita mau ke rumah sakit" jelas Elbert


"Ohh iya.. maaf, gue cuma nanya.. elo kok sensian banget" jawab Yanto


"Udah ayo berangkat" kata Elbert


Sesampainya di Kantor yang dituju, Nikita turun dari mobil Elbert dan kembali di sambut oleh Yanto


"Nikita ikut ke ruangan meeting?" tanya Yanto

__ADS_1


"Ya ikut lah, jadi elo mau Nikita gue tinggal di mobil aja?" jawab Elbert


"Iya maaf pak, saya hanya bertanya" Yanto menjawab secara formal karena sadar ini sudah berada di are kantor relasinya


"Nikita masih berstatus Sekretaris juga" lanjut Elbert


"Tapi aku engga ngerti apa-apa tentang meeting nya kak" ucap Nikita sambil berjalan masuk ke dalam kantor


"lakukan saja seperti biasa" jawab Elbert


"Aku harus manggil kak Elbert dengan sebutan pak?" tanya Nikita


"Terserah" ketus Elbert


"Beneran aneh nih orang, jutek banget jawabnya" batin Nikita


" Udah patuhin aja" bisik Yanto yang paham akan pemikiran Nikita karena dia juga merasakannya


Beberapa jam kemudian meeting selesai dan berjalan dengan lancar. Yanto kembali ke kantor lebih dulu, setelah mereka bertiga selesai makan siang bersama di resto dekan kantor Edward.


Elbert dan Nikita langsung menuju rumah sakit


"Coba kamu hubungin tante Luna, apa kita sudah bisa bertemu dengan nya" suruh Elbert sebelum menjalankan mobilnya


"Aku chat aja ya kak, takut ganggu kalau misalnya dia masih bertugas" jawab Nikita


"Kata dokter luna sekitar 2jam lagi baru bisa kak" Ucap Nikita setelah mendapat balasan dari Dokter luna


"Ya udah, kita mau kemana dulu sebelum ke rumah sakit?" tanya Elbert


"Kita mampir ke rumah tante Rahel aja ya kak, kan searah juga nanti ke rumah sakit"Pinta Nikita

__ADS_1


"Oke.. kita kesana dulu" Jawab elbert.


Elbert dan Nikita sudah tiba di rumah Tante Rahel, setelah pintu di bukakan oleh ART mereka pun langsung masuk ke dalam dan mendapati Silvia dan Baim di ruang tamu.


__ADS_2