Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
7bulanan


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Kediaman Elbert dan Nikita sudah mulai ramai, sanak saudara mereka telah berkumpul disana


Dan acara 7bulanan kahamilan Nikita pun berjalan dengan lancar



Semua keluarga memberikan wejangan dan mengucap selamat kepada Nikita dan Elbert.


Sepanjang acara Elbert selalu menggenggam tangan Nikita dan senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajah keduanya.


Hanya Silvia yang tidak terlihat kehadiran nya disana.


"Gimana masalah elo sama silvia? belum clear?" tanya Yanto kepada Baim


"Silvia sering hubungi gue tapi gak gue angkat, gue mau dia menyadari kesalahannya dulu" jawab Baim


"Tapi walaupun bagaimana pun, elo juga harus pikirin perasaan tante Rahel im" balas Yanto


"Justru karena gue menghargai tante rahel Yan, kalau engga mah gue udah gak peduli lagi sama silvia" jawab Baim


"Elo Gimana? kapan nih mau disahkan?" tanya Baim lalu melirik Natalie yang sedang ngobrol bersam Nikita


"Secepatnya bro" jawab Yanto singkat karena Vera baru saja lewat dari samping Baim


"Jangan lupa elo undang gue" pinta Baim

__ADS_1


"Pasti bro.. tunggu aja" jawab Yanto


"Gue gak bisa lama nih, ada urusan lagi.. gue pamit ke elbert dan Nikita dulu ya" lanjut Baim lalu pergi menghampiri Elbert


"Gue juga mau ke Natalie deh" sambung Yanto


"El.. gue balik duluan ya" pamit Baim


"Kok buru-buru im?" tanya Elbert


"Ada urusan lagi.. gue pamit ke Nikita dan tante rahel dulu ya" lanjut Baim


"Ya udah yuk.. gue anter" jawab baim lalu meninggalkan keluarganya yang tadi sedang ngobrol dengannya


"Sayang.. Baim mau pamit nih" ujar Elbert


"Oh iya.. makasih ya udah sempetin datang" jawab Nikita


"Iya.. lancar sampai lahiran ya Nik" balas Baim


"Tante.. Baim puluang duluan ya" pamit Baim kepada tante rahel yang ada di dekat Nikita


"Baim.. tante mau ngomong sebentar bisa?" tanya Tante rahel


"Bisa tante" jawab Baim

__ADS_1


"Kalian ngobrol di sana aja, biar gak ribut" ucap baim menunjuk ke arah ruang tamu yang sepi karena acara nya diadakan di taman belakang.


"Bentar ya nik" ujar tante rahel lalu melangkah dan di ikuti tante rahel


"Jadi gimana hubungan kamu dengan silvia? tante gak tau harus gimana lagi.. tante malu kalau sampai Silvia harus melahirkan tanpa seorang suami. Elbert dan Nikita udah cerita sama tante, jadi tante juga gak bisa terlalu menuntut kamu" Kata tante Rahel memulai pembicaraan


"Maaf tante.. waktu itu Aku memang belum siap dan juga gak bisa percaya kalau yang dikandung Silvia adalah anakku, Hubungan kami memang salah.. aku minta maaf tante karena tidak bisa menjaga silvia" jawab Baim


"Silvia memang sering nginap di apartemen aku dan kami sudah melakukan apa yang seharusnya belum kami lakukan sebelum menikah tante, tapi jujur sebulan terakhir ini aku dan Nikita tidak ada melakukannya" lanjut Baim


"Apa kamu tau Silvia dekat dengan laki-laki lain?" tanya tante rahel


"Aku terlalu percaya sama silvia tante.. jadi aku gak pernah membatasi pergaulan nya dengan siapa pun" jawab Baim


"Tante udah tanya sama Silvia dan dia bilang dia hanya melakukan itu sama kam Baim" balas Tante rahel


"Aku akan datang ke rumah untuk ngomongin ini semua dengan silvia tante, kalau memang dia hamil anakku, aku akan menikahi silvia secepatnya" jawab Baim


"Tante tunggu ya nak" ujar tante rahel menepuk bahu Baim pelan.


"Iya tante.. sekali lagi Baim minta maaf" ucap baim sungguh-sungguh


"Iya nak.. tante berharap yang terbaik untuk kalian, terimakasih ya" jawab tante rahel.


Sedangkan di rumah tante rahel, Silvia sibuk menghubungi Gio laki-laki yang selama ini Menemani nya saat Baim sibuk.

__ADS_1


__ADS_2