Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Rumah Sakit


__ADS_3

Perjalanan menuju rumah sakit hanya beberapa menit karena rumah sakit tempat Elbert dirawat tidak jauh dari rumah Tante Rahel, Juga karena kejadian terjadi ketika Elbert menuju rumah tante rahel untuk mencari Nikita.


Tapi yang dirasakan Nikita seperti sudah duduk dan bersandar dibahu tante rahel selama berjam-jam lamanya


"Kamu tenang ya sayang.. Elbert pasti baik-baik saja" kata Tante rahel dan membawa kepala Nikita kedalam pelukannya


"Iya Nik.. ingat kandungan kamu tuh" tambah Baim yang mengendarai mobil dengan kecepatan melebihi standard


"Kamu fokus aja nyetirnya, bahaya tau.. kamu lagi ngebut ini" Pungkas Silvia


"Udah dong Nik.. kamu jangan terlalu panik gitu, Nanti Baim jadi gak bisa konsen nyetirnya" lanjut Silvia lagi


"Iya.. maaf sil aku jadi ngerepotin" jawab Nikita menahan tangisnya


"Engga Niki, kamu enggak ngerepotin kok.. kamu tenangkan diri kamu. Doakan Elbert semoga dia tidak terlalu parah" kata Tante rahel


"Ada telpon yank.. tolong angkat dulu" kata Baim yang melihat ponsel nya ada panggilan masuk


"Yanto.." ucap Silvia


"Angkat aja, bilang aku lagi nyetir" kata Baim

__ADS_1


"Hallo.. ini silvia, Baim lagi nyetir. Ada apa ya?" tanya Silvia


"Pas banget tadi aku nelpon Baim juga mau nyari kamu sil. Kamu tau gak di mana Nikita?" tanya Yanto


"Ada nih" jawab Silvia lalu memberikan ponsel baim kepada Nikita


"Ha.. halo Kak yanto" Ujar Nikita


"Nik, Elbert dari tadi nyariin kamu. Aku juga baru kepikiran nanya silvia lewat baim, Kamu dima-" Kalimat Yanto dipotong Nikita


"Aku lagi dijalan mau ke rumah sakit kak" jawab Nikita


"Kak Elbert kecelakaan kak Yan" jawab Nikita dengan isak tangis dan air mata yang kian semakin deras


"Apaaa, terus Elbert sekarang di rumah sakit mana Nik?" tanya Yanto lansung panik


"Kita udah sampe nih kak, Aku share lokasinya aja nanti ya" jawab Nikita langsung mengakhiri telpon nya karena sudah sampai di rumah sakit.


Saat mobil berhenti Nikita langsung membuka pintu dan turun.


"Niki.. pelan ingat kamu lagi hamil" seru tante rahel mengejar Nikita yang berlari kecil

__ADS_1


"Aku khawatir sama kak Elbert tante, dia seperti ini karena nyariin aku" jawab Nikita dengan airmata nya yang terus mengalir


Silvia dan Baim juga ikut menyusul Nikita dan tante Rahel yang sudah sampai di Lobby rumah sakit


"Dimana pasien yang baru saja kecelakan sus?" Tanya Nikita kepada suster yang ada disana


"Atas nama siapa bu? Soalnya Kecelakaan yang barusan terjadi ada 3 korban, salah satunya sedang mendapat perawatan intensif karena kepala nya terbentur parah" jelas suster


"Suami saya.. Elbert Anggara" jawab Nikita


"Pasien atas nama Elbert Anggara .. Mari saya antar bu" ujar Suster


Nikita masih terus menangis dalam rangkulan tante rahel mengikuti langkah seorang suster yang hendak mengantar mereka menemui Elbert.


Sedangkan Silvia menahan langkah Baim yang ingin mengikuti Nikita dan tante Rahel, dan membawa Baim ke arah Kantin Rumah Sakit.


"Kak Elbert..." Lirih Nikita melihat Elbert berbaring dengan mata terpejam


***Siapa ya yang paling parah dalam kecelakaannya, mungkinkah Elbert yang sedang dalam perawatan intensif??


Mungkin Elbert akan amnesia dan tidak mengingat Nikita istrinya yang sedang hamil***??

__ADS_1


__ADS_2