
Semenjak hamil hormon *** nikita memang meningkat, selama ini dia menahan ***** karena tidak mungkin dia mengajak Elbert untuk melakukannya lebih dulu.
Tapi seteleh Elbert menyatakan perasaannya dan melihat perubahannya setiap hari membuat Nikita tidak merasa ada salahnya jika meminta atau melakukannya setiap hari.
"Kenapa Nik?" tanya Elbert usil
"Eee.. gak kenapa-kenapa kak" jawab Nikita malu dan langsung melepaskan tangan Elbert
Melihat Nikita hendak berbalik badan dan menarik selimut, Elbert langsung menahannya.
"Aku milikmu, semuanya milikmu.. jika kamu membutuhkan sesuatu pakailah sesuka hati mu Nikita" bisik Elbert mesra di telinga Nikita
"Aku mau tidur kak, terimakasih pijatannya" balas Nikita
"Kamu jangan bohong.. aku tau kamu menginginkan nya kan?" tanya albert
"Menginginkan apa?" tanya Nikita balik
"Ini..." jawab Elbert membawa tangan nikita ke arah pusaka nya yang sudah mengeras
Refleks Nikita menariknya tangannya dan membalik badannya membelakangi Elbert.
Tetapi Elbert tidak tinggal diam, jari-jari nya mulai merayap di punggung Nikita dan menuliskan dengan abstrak "i want you baby"
__ADS_1
Setelah itu Elbert menarik bahu Nikita dengan lembut untuk menghadap ke arahnya, Tidak ada perlawanan dari Nikita karena dia juga sangat menginginkannya
"Nikmatilah sayang" bisik Elbert lagi sebelum memulai aksinya
lenguhan lembut penuh hasrat keluar dari mulut nikita menambah ***** Elbert untuk segera menjelajah lebih jauh dan Nikita hanya pasrah menerima setiap sentuhan yang diberikan Elbert
Sekitar 10menit lebih Elbert berpacu untuk mencapai *******, pada hentakan terakhir keduanya sama-sama mengerang kenikmatan.
"Terimakasih Nikita" ucap Elbert setelah mengecup kening istrinya lalu berbaring memeluk Nikita
"Awas kak, aku mau mandi.. lengket nih" ucap Nikita
"Bentar.. aku masih mau seperti ini." balas Elbert yang nyaman di ceruk leher istrinya
Nikita masih belum yakin akan perasaannya, Nikita masih takut untuk memberikan hati nya kepada Elbert.
Hari silih berganti, hingga minggu pun berganti.. Usia kandungan Nikita terus bertambah dan semakin buncit seiring dengan Elbert yang semankin Bucin.
Seharusnya Elbert lusa harus berangkat keluar negeri untuk menghadiri meeting penting, tapi karena tidak mau berjauhan dengan Nikita dan ingin menjadi suami siaga di saat istrinya lagi hamil, Elbert mengutus Yanto untuk berangkat.
"Oke.. gue sih mau-mau aja, tapi dengan satu syarat" jawab Yanto
"Syarat apaan sih? elo mau bonus?" tanya Elbert
__ADS_1
"Gue mau berangakt kalau natalie boleh ikut" jawab Yanto
"Elo gue utus kesana buat kerja bukan buat liburan, ngapain elo bawa-bawa Natalie" balas Elbert Heran
"Ya gue sekalian liburan, lumayan kan tiket nya bisa buat shopping" jawab Yanto lagi
"Oke terserah elo aja deh, gue akan tanggung tiket natalie juga" ujar Elbert
"Hotel?" tanya Yanto
"Ini mah namanya pemerasan, ya udah deh gue aja yang berangkat dari pada habis di peras sama sahabat kurang ajar macam elo" kata Elbert
"Oke.. oke.. gue yang berangkat, tiket natalie aja juga lumayan lah" jawab yanto
"Lagian elo.. sekali-sekali berkorban demi gue biar dapat pahala" lanjut Elbert
"Sekali-sekali apaan, keseringan malah gue berkorban buat elo. Demi elo bisa berduan sama istri elo gue yang jadi jarang bisa luangin waktu buat Natalie" balas Yanto
"Tapi itu semua gak pernah free bro" jawab Elbert
"Hahahaha.. itu mah resiko jadi atasan, setiap nyuruh bawahan itu wajib ada kompensasi nya" ujar Yanto
Akhirnya Elbert lega Yanto bisa menggantikan sehingga dia tidak harus meninggalkan Nikita.
__ADS_1