Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Cabe Pedas


__ADS_3

"Kita nginep sini kak?" tanya Nikita


"Kalau kamu mau nya nginep ya gak apa-apa, kita nginep nanti aku kabarin mama kalau kita gak pulang" jawab Elbert ketika Mereka berada dikamar berdua


"Tapi kasian mama juga sendirian kak" ujar Nikita


"Lebih kasian tante Rahel sekarang sayang, dia lagi butuh teman" jawab Elbert


"Iya juga sih kak" lanjut Nikita


"Kalau mama itu punya banyak cara untuk menutupi kesepian nya" kata Elbert


"Ya udah aku bilang Tante kalau kita nginep sini" kata Nikita kemudian


"Nanti aja sayang" jawab Elbert masih tetap merebahkan kepalanya di pangkuan Nikita dan mengusap-usap perut Nikita


"Niki laper kak" ucap Niki


"Udah siang ya?" sadar Elbert


"Iya.. makan dulu yuk" ajak Nikita


"ya udah ayo" ikut Elbert


"Bik.. tante mana?" tanya Nikita kepada ART yang bekerja di rumah tante rahel


"Mungkin masih dikamar non, Sebentar bibik panggilkan" kata Bik Rinah


Beberapa menit kemudian tante rahel sudah tiba di meja makan.


"Maaf ya tante, kita jadi duluan" kata Elbert

__ADS_1


"Gak apa-apa, tante sampai lupa makan siang juga" jawab Tante rahel akhirnya ikut makan


"Kita nginep di sini ya biar bisa ingeten buat makan" sambung Nikita nyengir


"Iya tante.. kalau urusan makan mah Nikita gak akan kelewat" lanjut Elbert


"Ibu hamil itu memang gampang lapar ya Nik" jawab Tante rahel


"Tante kok tau?" tanya Nikita


"Tante pernah hamil Nik.. walaupun cuma 6bulan" jawab Tante rahel


"Keguguran tante?" terka Elbert


"Iya.. dulu itu tante udah hamil 6 bulan masih pergi kerja dan kerjanya itu capek bolak-balik luar kota, karena kecapekan akhirnya Tante keguguran" jelas tante rahel


"Dengar tuh.. makanya kamu gak boleh capek-capek sayang" ujar Elbert


"Yang gak boleh itu capek-capek kak, bukan gak boleh kemana-mana kalau enggak sama kamu" ketus Nikita


"Iya nik.. bener tuh yang dibilang Elbert" sambung tante rahel


"Tapi gak mesti harus sama kak el dong tante kalau mau pergi-pergi, ini mama hanna ngajak keluar aja gak boleh. Dan ini kak el bolos ngantor karena kesini" balas Nikita


"ini bukan karena kamu aku bolosnya, aku mau bantuin tante rahel" elak Elbert


"Alasan" ucap Nikita


"Udah-udah kalian ini ya.. dulu saling diam sekarang jadi berdebat terus" kata tante hanna


"nikita sekarang udah pinter banget cari bahan obrolan buat ngomong sama El tante" lanjut Elbert

__ADS_1


"Engga ya.. bukan aku, kak El aja tuh yang dulu beku sekarang udah mencair" balas Nikita


"Emang aku Es yang bisa beku dan mencair" jawab Elbert


"Dulu kak el itu Es batu tau.. udah dingin hambar lagi" lanjut Nikita


"Kalau sekarang Elbert seperti apa Nik?" tanya Tante rahel


"Sekarang udah kayak Cabe pedas tante" jawab Nikita


"Kok cabe pedas?" tanya Elbert


"Ya karena sekarang itu kak El sering bikin-" Ucapan Nikita yang polos ingin mengatakan bawah Elbert sering membuatnya kepanasan dan berkeringat dihentikan oleh elbert dengan menyuap buah Apel yang sudah di potong-potong ke dalam mulut Nikita


"Enak kan apel nya, manis sayang" Kata Elbert


"Ih.. kak el Niki belum selesai ngomong tau" jawab Nikita


"Tante duluan ya.. mau coba hubungi Silvia lagi" Ujar Tante rahel meninggalkan Nikita dan Elbert


Sebagai orangtua yang juga pernah menikmati masa-masa seperti Suami istri yang berdebat di meja makan itu, Tante rahel lebih memilih menghindar.


"Sayang.. kamu itu kalau ngomong aneh-aneh liat situasi dan kondisi nya dong" kata Elbert setelah tante rahel pergi


"Aneh apa kak?" tanya Nikita


"Coba kamu lanjutin sekarang tadi kamu mau bilang apa? kenapa kamu bilang aku sekarang seperti cabe pedas?" tanya Elbert


"Ya karena memang seperti itu kan, coba kalau kita kepedesan pasti panas dan bisa-bisa keringat juga bercucuran, Kak el juga sering kan buat Nikita seperti itu" jelas Nikita


"Dan kamu mau bilang itu di depan tante rahel?" tanya Elbert

__ADS_1


"Ehhh.. iya, maaf kak" jawab Nikita ketika menyadari kebodohannya


"Kali ini kamu gak bisa dimaafkan Nikita" balas Elbert


__ADS_2