
Dan benar saja memang Gio sedang berada disana.
"Nik.." kata Gio ketika melihat ke arah Nikita
"Kamu kenapa baru muncul?" kesal Nikita karena tidak mengetahui permasalahan Silvia dan Gio sebelumnya
"Cerita nya panjang Nik, tadi aku juga udah sempat cerita dengan Elbert. Bagaimana keadaan Silvia sekarang?" tanya Gio
"Setelah melahirkan keadaan nya belum membaik dan dokter mengatakan mungkin saja Silvia akan buta" jawab Nikita
"Aku turut prihatin atas keadaan Silvia, tapi jangan beritahu dia kalau aku kesini dan menjenguk anak kami" kata Gio
"Kenapa? seharusnya kami juga jenguk Silvia.. liat sendiri keadaan nya. kamu gak kasihan sama dia?" tanya Nikita
"Bukan begitu Nikita, Beberapa bulan ini aku berusaha untuk menerima pernikahan kami.. memaklumi semua sifat buruk Silvia yang baru aku ketahui. Tapi aku tidak bisa bertahan lebih lama karena jalan pikiran kita tidak akan pernah sepaham Nik" jelas Gio
"Lalu bagaimana dengan anak kalian, jika kamu akan meninggalkan Silvia?" tanya Nikita
"Aku tidak akan lepas tanggung jawab, beberapa Minggu ini aku coba untuk menenangkannya diri sebelum mengambil keputusan ini" jawab Gio
__ADS_1
"Ya sudah lah, aku juga tidak mau terlalu ikut campur masalah rumah tangga kalian. tapi aku hanya kasihan dengan anak yang tidak berdosa ini" kata Nikita
"Kalau bisa, aku akan mengambil hak asuh nya.. tapi aku juga tidak mau egois Nikita. Biarlah Silvia yang mengambil keputusan dalam hal ini nantinya" lanjut Gio
"Aku kehabisan kata-kata" Jawab Nikita
"Sampaikan maafku kepada mama Rahel, aku permisi dulu" kata Gio melangkah pergi setelah meletakkan kembali anak nya ke dalam box bayi.
"Ada apa dengan rumah tangga kamu sil" gumam Nikita lalu mengendong kembali bayi Silvia
"Kami harus jadi anak kuat ya nak, aunty akan selalu ada buat kamu. i love you.." kata Nikita lalu mencium kening bayi yang tengah tertidur pulas itu
"Gimana Nik? ada Gio disana?" tanya Tante Rahel
"Iya Tante, tapi karena masih ada urusan kantor Gio belum sempat untuk kemari. dia buru-buru tadi" jawab Nikita
"Nanti sore Silvia akan terapi mata Nik dan kondisi semakin parah setelah melakukan pengecekan katanya sekarang Silvia juga mengalami pre-eklampsia Postpartum" kata Tante Rahel
"Kita lakukan yang terbaik untuk Silvia Tante, tidak usah menunggu persetujuan Gio" jawab Nikita
__ADS_1
"kenapa? apa ada yang kamu sembunyikan tentang Gio dan Silvia Nik?" tanya Tante Rahel
"Engga kok Tante, aku hanya ingin Silvia segera ditangani dan segera membaik ajaa" jawab Nikita
"Ya sudah lah.. kamu pulang saja kasih Kiel terlalu sering kamu tinggal" suruh Tante Rahel
"Iya Tante, tapi nanti sore aku akan datang bersama Elbert" jawab Nikita lalu pamit
Sesampai di rumah Nikita mendapatkan pemandangan yang sangat indah, Dimana Elbert tengah mengendong Kiel di taman.
"Pah.. udah lama pulang nya? Kok gak bilang kalo udah di rumah?" tanya Nikita menghampiri Elbert dan Kiel
"Aku kira kamu masih ada urusan disana, aku juga baru nyampe kok. Kalau tau kamu mau pulang bisa sekalian tadi aku jemput" jawab Elbert
"Iya.. aku pamit pulang tadi setelah ngomong sama Gio" jawab Nikita
"Gio jenguk Silvia juga Mah?" tanya Elbert dan Nikita menggeleng
"Kita gak bisa paksaan Gio juga sayang, sebagai laki-laki aku akan berada di pihak Gio kalau emang benar kejadiannya seperti yang dia sampaikan tadi" Lanjut Elbert
__ADS_1
"Emang nya ada apa sih Pah?" tanya Nikita