
Semalam Yanto memberikan petuah-petuah dalam menjalin hubungan kepada Nikita dan Elbert, Karena Yanto adalah orang yang paling berpengalaman diantara mereka.
Beberapa hari berlalu, Nikita setia mengurusi Elbert selama sakit dibantu mama hanna juga. Hari ini Elbert merasa sudah benar-benar pulih sediakala.
"Nik.. besok aku mulai ke kantor lagi ya" kata Elbert ketika duduk santai di ruang keluarga bersama Nikita
"Kak el udah merasa baikan?" tanya Nikita
"Udah.. kalau di rawat sama kamu pasti cepat sembuh" jawab Elbert
"Ya udah terserah kak el aja" balas Nikita
"Kamu mau ikut ke kantor?" tanya Elbert
"Buat apa kak, yang ada aku malah nyusahin nanti" jawb Nikita
"Ya biar kamu benar-benar percaya kalau aku enggak ada apa-apa sama orang kantor, biar gak curigaan kamu nya" balas Elbert
"Aku udah percaya sama kak el, percaya banget" jawab Nikita
"Yakin? suami kamu ini ganteng lo" ledek Elbert
"Terus?? aku harus waspada gitu?" tanya Nikita
"Mana tau aja aku khilaf" jawab Elbert
"walaupun aku ikut kak el kemana-mana, kalau memang dasarnya kak el mau berkhianat pasti ada cara" balas Nikita
"Becanda sayang.. cuma ada kamu di sini" kata Elbert mengambil tangan Nikita dan meletakkannya di dada
"Dan disini.. juga si sini" lanjut elbert menujuk kening dan matanya menggunakan tangan Nikita
"Makasih suamiku" jawab Nikita
__ADS_1
"Apa?? kamu bilang apa tadi?" tanya Nikita
"Suamiku.." ulang Nikita
"Panggil aku setiap saat seperti itu" kata Elbert
"Ihhh lebay kak" jawab Nikita
"Ya udah yang lain, aku mau dipanggil secara khusus sama kamu" balas Elbert
"Aku udah terbiasa manggil kak El aja" jawab Nikita
"Aku gak akan jawab kalai kamu panggil gitu" kata Elbert
"Mama kemana kak?" tanya Nikita mengalihkan pembicaraan tapi tidak dijawab oleh Elbert
"Kak El.." panggil Nikita lagi
"Yanto sama Natalia aja yang belum menikah udah punya panggilan khusus masing-masing" Lanjut Elbert
"Kak el kok jadi aneh gini sih, apa ada pengaruhnya kecelakan kemarin?" tanya Nikita
Elbert hanya mengendikan bahunya tanpa berucap apa-apa.
"Ya udah aku ke kamar aja, disini juga percuma gak ada yang Jawab" kata Nikita berdiri dari duduknya
Tetapi El langsung menarik tangan Nikita, dan Nikita jatuh di pangkuan Elbert. Keduanya diam saling menatap hingga Elbert mencium bibir Nikita.
Awalnya hanya ciuman lalu berubah menjadi *******, Elbert menahan tengkuk Nikita untuk memperdalam Ciumannya.
"Mmmhhhh" lenguh Nikita berusaha melepaskan bibirnya dari ******* Elbert
"Maaf" ucap Elbert ketika menyadari Nikita kehabisan Oksigen
__ADS_1
Nikita hanya menunduk lalu memakai wajah nya ke arah lain.
"Nik.." panggil Elbert
"Ya..." jawab Nikita
"Gimana perasaan kamu ke aku sekarang?" tanya Elbert
"Kok nanya gitu?" tanya Nikita balik
"Kamu ditanya kok malah balik nanya sih" jawab Nikita
"Apa kamu masih terpaksa menjalin rumah tangga sama aku?" tanya Elbert lagi
"Enggak" jawab Nikita
"Lalu?" tanya Elbert
"Aku menjalani ini semua dengan ikhlas kak, emang kenapa?" tanya Nikita
"Aku mau kita benar-benar saling terbuka Nikita, aku mau membangun keluarga kecil kita dengan pondasi yang kuat" jelas Elbert
"Aku gak ada bohong atau nutupin apa pun dari kamu kak" Jawab Nikita
"Mulai sekarang aku mau memulai ini semua dari awal, tanpa ada paksaan" balas Elbert
"Aku mencintaimu Nikita.. Ntah sejak kapan, tapi sekarang aku tidak bisa menjalani hidupku tanpa kamu. Apakah kamu merasakan apa yang aku rasakan?" lanjut Elbert
"Aku juga gak tau kak, tapi kejadiannya kemarin membuat aku sadar bahwa aku juga takut kehilanganmu" balas Nikita
"Mendengar ada wanita lain di sisimu saat aku tidak ada aku merasa cemburu, ditambah mendengar kabar kamu kecelakan aku benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi sama kamu" lanjut Nikita
"Apakah kamu mencintaiku?" tanya Elbert
__ADS_1