
Ternyata Elbert beranjak hanya untuk mengunci pintu, Ketika Elbert kembali berbalik kembali membuat jantung Nikita deg-degan dan wajah nya merona merah.
"Kok muka kamu merah, kamu sakit?" tanya Elbert hampir putus asa
"Enggak kak.. aku gak kenapa-kenapa" jawab Nikita Kikuk
"Aku boleh minta hak aku kan?" jawab Elbert menggenggam tangan Nikita yang duduk di tepi ranjang tempat tidur
Nikita yang paham akan maksud Elbert pun mengangguk dan tersenyum malu. Elbert yang sudah tidak bisa menahan hasrat nya yang bergelora kembali ******* bibir Nikita dengan lembut dan menarik tengkuk nya agar bisa memperdalam lumatannya.
Tanpa di perintahkan tangan Elbert kini sudah mulai merayap di PD Nikita yang kini sudah terlentang.
Perlahan pakaian mereka sudah berserak di lantai dan Elbert pun melangsungkan aksinya membaya Nikita untuk kembali merasakan kehangatan nya
"Sakit?" tanya Elbert yang melihat Nikita meremas sperai dengan kuat
"Eghhh" Nikita kemudian menggeleng karena tidak bisa menyempurnakan kata-katanya
"I love you" Bisik elbert mesra yang membuat Nikita menggeliat
__ADS_1
"Makasih ya" ucap Elbert setelah berhasil menuntaskan hasrat nya
Tidak lupa Elbert mencium kening Nikita dan kembali mengucapkan kata cinta yang baru kali ini di dengar Nikita
"Aku mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu.. jangan pernah berpikir untuk pergi dari sisiku sampai kapan pun" Ucap Elbert dengan tegas
"Mungkin aku terlambat mengatakan ini, karena jujur saja aku tidak mengerti dengan perasaan ku sendiri. Aku tidak tau kapan mulai aku sudah jatuh cinta sama kamu, dan aku tidak akan memaksakan perasaan kamu untuk mencintaiku juga. Hanya yang aku pinta jangan pernah pergi dari hidupku Nikita Wildino Anggara"
Mendengar ungkapan Elbert dan ditambah dengan menyebut namanya lengkap disambung dengan nama belakang keluarga Elbert membuat cairan bening mengalir di pipi Nikita
"Kamu kok nangis? Apa ada yang sakit?" tanya Elbert mengusap air mata Nikita
"Dan aku akan terus membahagiakan mu sekuat dan semampuku seumur hidupku" balas Elbert
"Terimakasih" jawab Nikita singkat karena dia tidak sepandai Elbert untuk merangkai kata-kata
"Yang seharusnya berterimakasih itu aku, Kamu sudah melayani ku sebagai suami, menyiapkan segala kebutuhanku dan terutama Terimakasihnya sudah mau mengandung anakku" Lanjut Elbert
"Iya kak.. aku gak sangka kak Elbert bisa ngomong seperti ini, Pasti Yanto ya yang ajarin" ledek Nikita karena melihat mata Elbert berkaca-kaca
__ADS_1
"Enggak.. ini semua tulus dari hati aku dan keluar begitu saja" jawab Elbert malu mengingat semua yang sudah disampaikannya kepada Nikita
"Ya udah kamu mandi gih, nanti kemaleman" suruh Elbert
"Baiklah suamiku" jawab Nikita melilitkan selimut di pangkal dada nya dan menyeretnya ke kamar mandi
"Hati-hati.. nanti kamu bisa jatuh kalau sperti itu, lagian apa salahnya jika aku melihatnya" kata Elbert
"Kaaaakkk.. Malu" jawab Nikita langsung masuk ke kamar mandi dan meninggalkan selimut di depan pintu
Elbert menggeleng melihat tingkah lucu Nikita dan mengambil selimut lalu melemparkannya ke atas ranjang. Setelah itu dia memunguti pakaian yang tadi di lemparinya, Elbert menaruhnya di box kain kotor di dekat pintu kamar mandi
Elbert kembali duduk di tepi ranjang menunggu Nikita selesai mandi, sambil menaikkan handphone nya dia iseng-iseng membuka sosmed Nikita yang selama ini tak pernah dilakukannya.
Terlihat beberapa postingan Nikita setelah mereka menikah, Caption yang dituliskannya Nikita di salah satu postingan fotonya membuat hati Elbert tersentuh.
"Tidak akan ada kekecewaan yang mendalam jika tidak ada cinta yang dalam, Maka dari itu akan membentengi hati ini agar tidak pernah kecewa di kemudian hari" Isi postingan Nikita
"Aku tidak akan pernah mengecewakan mu" Ucap Elbert memandangi foto Nikita
__ADS_1