Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Kontraksi lagi


__ADS_3

Kini Nikita sudah berbaring di brankar rumah sakit, Elbert duduk di sebelah kanan Nikita.


"El.. ini masih kontraksi palsu, kita tunggu sampai besok pagi ya" ujar Dokter Luna setelah selesai memeriksa Nikita


"Iya tante.. makasih ya" jawab Elbert lalu dokter Luna keluar dari ruang rawat Nikita


"Sayang.. kamu harus rileks, jangan banyak pikiran" ucap Elbert lalu mengecup tangan Nikita yang sedari tadi di genggam nya.


"Iya kak, aku gak nyangka aja Silvia bisa ngomong seperti itu" jawab Nikita


"Bisa-bisa nya dia bilang kalau anak yang aku kandung ini bukan anak kak el" lanjut Nikita


"Sssttt, gak usah di bahas lagi" jawab Elbert lalu meletakan jari telunjuk Nikita ke bibir Nya sendiri


"Tapi kak el gak berpikiran seperti itu kan?" tanya Nikita


"Engga sayang enggak.. kamu istriku dan aku yang sudah mengambil mahkota yang selama ini sudah kamu jaga dan setelah itu kita menikah. Aku tau juga kamu seperti apa sayang" jawab Nikita


"Makasih ya kak El"balas Nikita


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" suruh Elbert ketika ada yang mengetuk pintu ruangan Nikita


Dan ternyata yang datang adalah, Mama hanna dan Tante rahel. Kemudian di susul Silvia, Gio dan Keysa


"Gimana Nik?" tanya mama Hanna


"Udah baikan kok ma" jawab Nikita


"Apa kata dokter?" tambah tante rahel

__ADS_1


"Tante luna bilang kalau tadi itu hanya kontraksi palsu, dan Belum ada tanda-tanda selanjutnya kalau Nikita akan melahirkan" jawab Elbert


"Nik.. kenalin ini Keysa adikku" kata Gio melihat Nikita melirik keysa


"Kenalin.. aku keysa" ujar keysa kepada Nikita


"Iya.. maaf ya tadi aku belum kenal" jawab Nikita


"Tapi Elbert sudah lama saling kenal dengan Keysa" lanjut Silvia


"Iya Nik.. kita memang teman lama" sambung Keysa


"Gio.. gue pamit duluan ya" ujar Keysa karena tidak ingin memperkeruh suasana


Keysa sangat paham akan tujuan Silvia mengajak nya ikut ke rumah sakit tadi, Yaitu untuk mengompori Nikita.


"Kita juga akan segera pulang, Nikita juga butuh istirahat" kata Silvia merasa umpan nya tak termakan


Kini tinggallah mama hanna, tante rahel dan Elbert di ruangan Nikita.


"Mama udah bawain semua perlengkapan kamu Nik, karena mama kira kamu akan melahirkan hari ini" kata mama hanna


"Ya udah biarin di mobil aja ma, biar nanti gak repot-repot lagi" jawab Elbert


"Tante kalo capek istirahat di rumah aja, Niki udah gak apa-apa kok" kata Nikita kepada tante rahel


"Iya sayang.. tante memang capek, tapi kalau di rumah nanti tante khawatir sama kamu. Tante di sini aja sama mbak rahel" jawab tante rahel


"Ya udah kita cari makanan dulu yuk mbak" ajak mama hanna


"ayo.. kamu kepingin apa sayang?" tanya tante rahel

__ADS_1


"Kalau ada yang jual martabak telur beliin ya Tante" jawab Nikita


"Itu aja?" tanya mama Hanna


"Iya ma, itu aja" jawab Nikita


"Kamu el?" tanya mama hanna


"Terserah mama aja deh" jawab Elbert


"Ya udah kita pergi dulu ya" kata mama hanna


Tante Rahel dan Mama hanna pun pergi untuk mencari makanan karena hari sudah sore menjelang malam.


"Kak el kenal dimana sama keysa, apa itu keysa yang dulu sempat datang ke villa?" tanya Nikita


"Iya sayang" jawab Elbert


"Kenal dimana kak?" tanya Nikita


"Dulu itu kita sering ketemu kalau lagi liburan di villa" jawab Elbert


"Sedekat apa kak?" tanya Nikita


"Cuma teman dekat biasa gak lebih sayang" jawab Elbert


"Tapi sepertinya keysa suka sama kak el" lanjut Nikita


"Udah deh, gak usah di pikirin.. gak usah di bahas. Omongan silvia kamu dengerin" jawab Elbert


"Sesama perempuan aku paham dari cara keysa melihat kamu kak" kata Nikita memalingkan wajahnya ke arah lain

__ADS_1


"Tapi aku engga Nikita, yang aku suka itu cuma kamu.. istriku" tegas Elbert


__ADS_2