
"Apa yang bisa aku bantu ma? " tanya nikita ketika sampai di dapur
"Sini" kata mama hanna menarik lembut tangan nikita ke arah taman belakang
"Bik, tolong di lanjutin ya" Pamit mama hanna kepada bik Ria yang membantunya tadi
"Bukannya tadi mama bilang bantuin masak?" tanya Nikita
"Udah urusan mazak biar bik Ria aja, Ada yang lebih penting" jawab mama hanna
"Mama perhatiin hubungan kamu sama elbert itu dingin banget ya" Kata mama hanna
"Maksud mama?" tanya Nikita
"Ya yang mama liat, kalian bicara hanya seperlunya saja" lanjut mama hanna
"Mungkin karena aku dan kak Elbert juga bslum saling mengenal lebih jauh ma" jawab Nikita
"Tapi kalau tidak usah untuk saling mengenal kapan kalian bisa dekat" tambah mama hanna
"Sebagai istri aku udah berusaha untuk mengalah dan menerima pernikahan ini ma dan aku juga berniat untuk menjalani ini dengan ikhlas" jawab Nikita
"Mama percaya kamu tidak sedingin elbert, maka dari itu mama ajak kamu buat ngomong disini" Kata mama hanna
"Sebenarnya Elbert itu dulu orang yang hangat, mudah bergaul dan berteman dengan siapa saja, tapi Setelah mama dan papa Elbert pisah dia jadi dingin seperti sekarang dan semenjak itu Elbert membatasi pergaulannya apa lagi tentang perempuan, Setau mama sih Elbert juga tidak pernah punya pacar" jelas mama hanna
"Masak iya ma, kak Elbert gak punya pacar?" tanya nikita karena tidak yakin ELBERT yang seorang CEO dan memliki paras tampan menurut nikita itu tidak punya pacara
"Iya.. setau mama sih ya, mama juga pernah tanya sama Yanto.. katanya memang Elbert gak punya pacar" lanjut mama hanna
"Kok bisa ya ma" jawab nikita yang masih ragu
"Mungkin Elbert trauma karena mama itu ditinggalkan oleh papa nya, Dulu Elbert sudah SMP jadi dia pasti tau lah cerita pisah nya mama dan papanya yang pergi dengan wanita lain" sambung mama hanna
"Maaf ya ma , mama jadi harus mengungkit masa lalu mamma" kata Nikita
"Engga apa-apa niki, mama cerita ini supaya kamu berusaha untuk memulihkan Elbert" Jawab mama hanna
"Iya ma, semoga apa yang kita hrapkan dpat terwujud" kata Nikita
"Apa pun yang kamu ingin tau tentang Elbert kamu tanya aja sama mama" kata mama hanna lagi
"Iya ma.. makasih ya mama udah dukung pernikahan kami" jawab Nikita
Setelaah puas berbincang, Mama hanna dan Nikita pun kembali ke dapur. dan semua masakan hampir selesai, sebagian sudah di tata di meja makan.
__ADS_1
"Aku panggilin kak Elbert ya ma" izin Nikita
"Iya sayang, cepet ya mama udah laper nih" kata mama hanna
Nikita pun manaiki tangga menuju kamar dan memanggil Elbert
"Yah.. malah tidur" gerutu Nikita
"Kak.. Kal Elbert bangun.. kita makan yuk udah di tungguin mama kak" panggil Nikita
"Eeeehhh, aku gak lapar.. kalian makan aja" jawab Elbert lalu berbalik membelakangi Nikita
Lalu Nikita kembali ke meja makan menemui mama hanna.
"Kak Elbert tidur ma, udah aku bangunin katanya gak laapar" kata Nikita
"Ya udah kita makan aja berdua" jawab mama hanna
...***...
Hari terus berganti, 3minggu sudah Nikita menjadi istri Elbert dan seminggu yang lalu Nikita kembali bekerja menjadi skeretaris Elbert.
Tapi tetap tidak ada perubahan dari Elbert masih dingin dan jarang bicara kepada Nikita.
Berbeda dengan pagi ini, Elbert nampak khawatir dengan keadan Nikita yang sejak pukul 5 pagi tadi sudah tak terhitung bolak-balik ke kamar mandi.
"Nik.. kita kerumah sakit ya" aja Elbert
"Aku mungkin cuma masuk angin aja kak, nanti kalau udah siang juga pasti baikkan" tolak Nikita
"Ya udah yuk kamu coba tidur lagi" kata Elbert membatu Nikita yang sudah lemas
Belum juga sampai di tempat tidur Nikita kembali ingin muntah dan mau balik ke kamar mandi.
"Udah di sini aja, kalau ada yang mau di muntahin keluarin di sini aja" kata Elbert mendudukan Nikita di tepi ranjang.
"Tapi kak.. hoeeeekkkk.. hoeeekkk.." tidak ada lagi yang keluar dari mulut Nikita
Karena sudah pukul 6 pagi lebih, mama hanna pun mendengar samar- samar suara dari kamar Elbert jadi penasaran dan langsung mendatangi kamar Elbert
"El.. Niki.." panggil mama hanna mengetuk pintu
"Masuk aja ma, gak di kunci" jawab Elbert
"Niki kenapa?" tanya mama hanna yang sudah masuk ke dalam kamar Elbert dan melihat Nikita bersandar di dada bidang Elbert
__ADS_1
"Cuba masuk angin kok ma" jawab Nikita
"Dari kapan? kenapa kamu gak bilang sama mama Elbert" tanya mama hanna
" Dari jam 5 tadi ma, aku udah aja ke rumah sakit tapi nikita engga mau" jawab Elbert
"Kok bisa masuk angin sih, atau kamu ada salah makan?" tanya mama hanna lagi yang belum kepikiran kalau itu juga gejala orang hamil
"Engga ma.. gak apa-apa kok, cuma masuk angin atau kecapekan aja mungkin" jawab Nikita
"Tapi kita periksa saja ke-" Ucapan mama hanna terhenti karena Nikita kembali mual
"Hoeeek.. Hoeeekk..Hoeekk.."
"Niki.. Elbert.. jangan-jangan Nikita hamil" tebak mama hanna
Nikita dan elbert kaget mendengar tebakan dari mama hanna, Nikita mengingat kalau dia terakhir datang bulan itu saat dia wisuda dan seharusnya sekarang sudah waktunya.
Sedangkan Elbert masih tidak percaya kalau sebentar lagi dia akan menjadi papa.
"Elbert kamu siapin mobil kita ke rumah sakit" suruh mama hanna
"Iya ma, kamu rebahan sebentar ya" kata Elbert meletakan kepala Nikita di bantal
"Semoga feeling mama benar ya nik" kata mama hanna yang sudah over senang
" Udah ma, kita berangkat sekarang yuk" ajak Elbert lalu menggendong Nikita ala bridal style
Mama hanna yang menyul dari belakang senyam-senyum sendiri melihat perlakukan elbert kepada Nikita yang berubah drastis. Ntah itu karena khawatir atau karena Elbert sudah mulau mencintai Nikita pokoknya mama hanna senang sekali pagi hari ini.
Sesampainya di rumah sakit pun, Elbert masih ingin mengendong Nikita ke dalam tapi di tolak nikita karena mau dan merasa sudah sanggu berjalan sendiri
"Aku jalan aja kak, aku bisa kok" kata Nikita
"Kamu yakin nik?"tanya mama hanna dari belakang
" Iya ma udah gak apa-apa kok" jawab Nikita
"Kamu jagain, pegang tangan Nikita" kata mama hanna kepada elbert
Dan sampai di ruangan mereka di sambut Dokter Luna yang juga adalah sahabat Mama hanna
"Siapa yang sakit han?" sapa dokter luna
" Ini Nikita, istrinya Elbert Lun" jawab mama hanna
__ADS_1
"Ya udah masuk dulu, kamu naik ke atas ya" Suruh dokter luna kepada Nikita
Dengan cekatan Elbert mengangkat kaki Nikita keatas brankar dan dokter luna mulai memeriksa Nikita.