Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Beberapa bulan kemudian


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu..


.


.


.


.


.


Silvia sedang duduk di tepi ranjang nya ketika tante rahel masuk membawa anak nya ke dalam.


"Sil.. kamu sedang apa?" tanya tante rahel


"Apa lah yang bisa aku lakukan dengan penglihatan yang minim seperti ini ma, yang ada jika aku melakukan sesuatu akan menambah beban mama saja" keluh Silvia


"Kamu jangan ngomong seperti itu dong, mama gak pernah merasa terbebani" jawab tante rahel


"Kenapa ma? apa alasan yang membuat mama masih memperlakukan silvia dengan baik.. padahal kan sil-" ujaran silvia disanggah tante rahel


"Stop sil.. mama gak suka kamu selalu ngomong itu, kamu itu anak mama dari dulu dan sampai kapan pun kamu tetap anak mama, jangan bicara seperti itu lagi" tegas tante rahel


"Iya ma.. maafin silvia ya" jawab silvia langsung berdiri hendak memeluk tante rahel


"Iya sayang.. dan mama akan melakukan yang terbaik buat kamu dan gissel"

__ADS_1


"Makasih ya ma, sini aku mau gendong gissel" kata Silvia


"Ini.. kamu sambil duduk atau rebahan aja" jawan tante rahel


"Rebahan aja ma.. lebih aman" kata Silvia


"Terimakasih tuhan.. engkau telah membukakan pintu hati silvia untuk berubah menjadi lebih baik dab kuatkan lah aku agar bisa membimbingnya ke jalan yang lebih engkai ridhoi" Batin tante rahel


"Ma.. mama masih di sini?" tanya silvia


"Iya sayang.. kenapa?" balas tante rahel


"Aku ingin meminta maaf kepada Nikita ma, kapan kita kesana?" tanya silvia


"Nikita sudah memaafkanmu sil, kamu dengar sendri kan sewaktu kamu masih di rawat di rumah sakit" jelas tante rahel


"Iya ma.. tapi aku ingin meminta maaf lebih tulus dan lebih sungguh-sungguh lagi" pinta Silvia


"Ohh gitu ya ma, Nikita bahagia sekali dengan rumah tangga nya ya ma" ujar silvia


"Itu kan berkat kamu juga.. tanpa kamu, mungkin mereka tidak akan bertemu" jawab tante rahel


"iya sih ma.. tapi mungkin saja kalau mereka sudah berjodoh akan bertemu juga dikarenakan hal lain" jawab silvia


"Itu semua sudah kehendak yang kuasa sil" jawab Tante rahel


"Iya seperti takdir aku ya ma.. sekuat apa pun aku menolak dan ingin mengubahnya tetap saja kembali kepda apa yang sudah di gariskan allah" kata silvia

__ADS_1


"Sudahlah.. kita jalani saja sengan ikhlas ya, semua akan indah pada waktunya" jawab tante rahel


.


.


.


.


Ditempat lain, kedua insan tuhan yang sedang berlibur di suatu pulau yang sangat indah sedang menikmati ciptaan tuhan.


Dulu setelah menikah Elbert dan Nikita belum pernah melaksanakan honeymoon, jadi sekarang lah.. setelah Kiel buah hati mereka sudah lahir dan juga sudah bisa di tinggal karena sudah lahap makan, mereka pergi untuk berlibur bisa dibilang sekalian mengulang honeymoon yang terlewatkan.


"Pah.. aku kangen sama Kiel" ujar Nikita ketika mereka sedang sarapan berdua di sebuah restoran di tempat mereka menginap


"Iya sayang.. aku juga kangen, apa kita suruh mama nyusul kita aja ya?" tanya Elbert


"Jauh Pah.. kasian Kiel, mama juga pasti repot lah" jawab Nikita


"Lalu??" tanya Elbert melihat istrinya murung, karena sudah dua malam melewatkan momen bersama Kiel buah cinta mereka


"Kita percepat aja pulang nya ya Pah.." ujar Nikita


"Tinggal besok sayang.. lusa pagi kita langsung check out" jawab Elbert


"Besok aja pulang nya pah, hari ini kita langsung packing aja yah" pinta Nikita

__ADS_1


"Iya deh.. terserah kamu, jangan murung lagi yah" kata Elbert mengecup kening Nikita


Dengan berat hati Elbert harus menuruti permintaan sang istri, karena Elbert sudah berjanji kepada dirinya sendiri tidak akan pernah menyakiti perasaan Nikita walaupun sekedar penolakan ringan atas keinginannya.


__ADS_2