
Nikita yang merasa kehadirannya tidak diperlukan lagi pun pamit untuk pulang, sesampainya di rumah Nikita melihat Tante rahel masih duduk di ruang keluarga.
Nikita yang ingin menyapa tante rahel pun berhenti sejenak karena melihat tante rahel sadang mendekap satu album foto
"Tante" akhirnya Nikita memberanikan diri menyapa tante rahel yang Sedang menagis
"Nik.. kamu kok ninggalin silvia?" tanya tante rahel sedikit gugup
"Itu tante.. maaf. Tapi silvia yang nyuruh Niki pulang, karena ada Baim yang datang untuk jagain dia" Jelas Nikita
"Tante.. Maaf" lanjut Nikita karena tidak mendapat jawaban lagi dari tante rahel
"Kamu ga salah Nik, silvia saja yang terlalu murahan sama seperti mamanya" Jawab Tante rahel
"Maksud tante apa?" tanya Nikita penasaran
"Tante belum bisa jelasin sekarang Nik, tapi intinya Silvia bukan anak kandung tante" jawab tante rahel
"Okey.. Niki paham akan perasaan tante, kapan pun tante mau cerita.. Niki selalu ada untuk tante" balas Nikita
"Sekarang tante istirahat dulu, jangan banyak pikiran nanti tante malah sakit" becanda nikita
"Iya.. kamu juga istirahat ya" jawab tante rahel berlalu meninggal Nikita membereskan beberapa foto yang asing bagi Nikita.
...***...
__ADS_1
Keesokan harinya Setelah selesai mempersiapkan keperluan untuk mulai bekerja sebagai sekretaris CEO, Nikita pergi ke istirahat karena tadi pagi Tante Rahel menyuruh Nikita untuk menjemput Silvia yang sudah diperbolehkan pulang.
Setelah menjemput silvia dan membawanya untuk istirahat lagi di kamar, Nikita pun pergi ke kamar nya untuk istirahat.
...***...
Dan hari ini adalah hari pertama Nikita bekerja sebagai Sekretaris Elbert. Nikita menatap pantulan cermin, terlihat seorang gadis Dengan blouse dalam berbahan sifon warna putih dan Blazer warna abu-abu juga rok yang sepadan dengan warna blazernya
Merasa sudah sempurna akhirnya Nikita pamit kepada tante rahel yang berada di kamar Silvia.
"Tante.. sil maaf ganggu, aku mau pamit berangkat kerja" Ucap Nikita
"Kamu udah kerja Nik? Dimana?" tanya Silvia
"Kamu cantik nik, semangat ya kerjanya" kata Tante rahel
"Kamu beruntung banget Nikita, aku iri melihat jalan hidup kamu" batin Silvia melihat penampilan Nikita
"Ya udah aku berangkat dulu ya tan, sil" pamit Nikita.
Nikita pun langsung berangkat menuju kantor setelah keluar dari kamar Silvia. Jarak dari rumah ke kantor yang Nikita tuju memakan waktu lebih dari satu jam, karena pagi hari jalanan pasti macet.
setelah sampai di kantor, Nikita menuju ruangan pak Hermanto untuk menanyakan ruangan CEO.
__ADS_1
Setelah mendapat informasi dari pak Hermanto, Nikita langsung menuju ruangan Elbert yang ada di lantai 11 menggunakan Lift untuk karyawan.
Disana sudah ada Asisten pribadi Elbert yang sedang berbicara dangan seseorang, Melihat kedatangan Nikita.. Yanto memebrikan isyarat dengan menggerakan lehernya ke arah pintu ruangan Elbert.
Beberala menit kemudian, yanto menghampiri Nikita.
"Kamu sekretaris pengganti itu?" tanya Yanto
"Iya pak, perkenalkan nama saya Nikita" jawab Nikita
"Oke selamat bekerja sama, semoga kamu betah ya" lanjut Yanto
"Baik pak, terimakasih.. Lalu apa yang akan saya kerjalan sebagai sekretaris di sini. Maaf pak.. karena sebenarnya saya bukan jurusan sekretaris" jelas Nikita
"Tidak masalah.. pak Hermanto sudah memebrikan informasinya kepada saya, maka dari itu saya akan mengajari kamu tahap demi tahap. Yang paling penting untuk menjadi sekretaris pak Elbert kamu harus sabar menghadapinya" Kata Yanto
"Iya pak.. tolong bimbing dan ajari saya" jawan Nikita
"Kamu bisa panggil saya Yanto, tidak usah pakai pak kalau tidak ada pak Elbert, supaya kita bisa jadi patner yang nyaman" ucap Yanto
"Baik pak.. eh maaf tapi sepertinya saya panggil kak yanto saja ya" jawab Nikita yang dibalas yanto dengan senyuman dan anggukan
"Ini Meja kerja kamu, Kalau pak Elbert ada tamu kamu harus tanya beliau dulu bisa atau tidak menerima tamu, lalu kalau ada panggilan dari pak Elbert kamu harus mengetuk pintu sebelum masuk" Ajar Yanto
"Iya kak Yanto.. saya paham" jawab Nikita
__ADS_1
Dan yanto pun. menjelaskan selanjutnya apa saja yang menjadi tugas Nikita selama jam kerja.