
"Nanti aku jelasin lagi ya ma, Sekarang mama bawa Nikita pulang dulu" Kata Elbert setelah sampai di hadapan mama Hanna
"Engga bisa, mama ikut kamu menemui keluarga Nikita" jawab Mama hanna
"Tapi aku belum siap untuk ketemu tante Rahel sekarang tante, Maaf" sambung Nikita
"Panggil mama saja, sebentar lagi kamu dan Elbert kan segera menikah" jawab mama Hanna
"Kalau tidak siap untuk bertemu keluarga kamu, nanti tidak usah turun dari mobil. Tapi menurut mama sih sebaiknya kamu ikut menemui keluarga kamu" lanjut mama hanna
Nikita tidak menjawab hanya ikut masuk ke dalam mobil Mama hanna, sedangakn Elbert naik mobil sendiri, begitu juga dengan Yanto.
Yanto ada di depan sebagai pemandu jalan.
"Kamu harus bisa meyakinkan tante kamu" Ucap mama hanna
"Aku takuut tante Rahel kecewa dan marah sama aku ma, Aku hanya punya tante rahel sekarang.. Kalau tante rahel marah aku engga akan punya siapa-siapa lagi ma" jelas Nikita
"Maaf.. orangtua kamu? tanya Mama Hanna
" Papa dan Bunda meninggal karena kecelakaan 4Tahun yang lalu, setelah itu aku tinggal dan hidup bersama tante Rahel ma" Jawab Nikita dikuti air mata nya yang tak terbendung lagi
"Maaf ya nikita, mama tidak bermaksud mengungkitnya" kata mama hanna
"Tante rahel itu saudara dari papa atau bunda kamu?" tanya mama hanna lagi
__ADS_1
"Tante rahel itu adalah kakak nya bunda aku ma" jawab Nikita
"Ohhh, Semoga tante kamu bisa menerima ini semua ya" kata mama hanna dan berhenti dibelakang mobil Elbert
"Kita sudah sampai?" tanya mama hanna
"Iya ma.. ini rumah tante rahel" jawab Nikita
Lalu Nikita pun turun, baru kali ini dia merasa berat untuk melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah yang sudah empat tahun ini menjadi istana baginya.
"Kamu harus yakin tante kamu akan menerima ini" Kata mama hanna lalu menggenggam tangan Nikita dengan lembut untuk masuk ke dalam rumah
"Maaf cari siapa?" Tanya silvia kepada Yanto dan Elbert
"Silahkan masuk.. sebentar saya panggilkan" jawab silvia
Ketika silvia pergi ke kamar untuk memanggil mama nya, Nikita dan mama hanna masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
tak lama kemudian Tante rahel datang.
Matanya langsung tertuju kepada Yanto, karena seingatnya semalam Yanto yang menjemput Nikita
"Maafin Nikita tante, tante boleh marah.. pukul niki.. hukum niki tapi nikita mohon jangan benci sama niki tante" Ucap Nikita dan berlutut di kaki tante Rahel
"Nikita..ada apa ini?" tanya tante rahel dan membatu niki untuk kembali duduk di sofa.
__ADS_1
"Kamu yang semalam jemput niki yang kamu bilang kamu suruhan dari kantor kan?" tanya tante rahel kepada yanto
"Iya tante.. maaf kedatangan kami kesini untuk-" Ucapan yanto dipotong Mama hanna
"Biar mama aja Yan" Ucap mama hanna lalu menarik nafas nya sebelum bicara kepada tante rahel
Silvia yang bediri di belakang tante rahel pun sudah merasa terbang diatas awan, melihat tangisan Nikita membuat dia semakin yakin bahwa misi nya telah sukses
"Perkenalkan buk, sama Hanna mama nya elbert" Kata mama hanna
"Elbert" guman silvia dalam hati mengingat nama yang dipanggil-panggil oleh MC di acara
reuni semalam. "Kata baim.. Elbert itu adalah donatur terbesar setiap acara reuini mereka" Lanjut Silvia mengingat kata-kata Baim semalam
"Saya Rahel, tantenya Nikita" jawab tante rahel menirima uluran tangan mama hanna
"Jadi begini buk, sebelumnya saya minta maaf sudah membuat ibu khwatir semalam karena Nikita tidak pulang. Jadi semalam itu Nikita membatu anak saya yang terkena masalah..." Mama hanna pun menceritakan semua secara detail
"Nikitaa..." ucap tante rahel dengan linangan air mata
"Maafin Niki tante" jawab Nikita
"Nikita kamu tidak bersalah, kamu hanya terjebak keadaan.. Niat kamu baik mau membantu Elbert, Yang perlu disalahkan itu adalah oranf yang sudah menjebak Elbert dan mama akan usut ini sampai tuntas" sambung mama hanna
Silvia yang mendengar kata-kata Mama Hanna pun menjadi takut dan kesal karena dia salah salah sasaran.
__ADS_1