
Kini Elbert dan Nikita sedang diperjalanan menuju Villa di Puncak.
"Kamu kalau capek tiduran aja sayang" kata Elbert melirik Nikita sekilas
"Engga kak, tapi apa gak sepi ya kalau cuma berdua" balas Nikita
"Kita kan memang mau mecari tempat yang sepi biar kamu bisa tenang" jawab Elbert
"Berapa hari kak?" tanya Nikita
"Terserah kamu.. Aku udah ambil Cuti 2bulan, aku udah tugaskan Yanto untuk mengurus kantor dalam sementara waktu ini" jawab Elbert
"Kok udah cuti? Kapan.. kak El kok gak ngomong dulu sama aku" kata Nikita kaget
"Udah dari seminggu yang lalu sih aku ajukan, tapi walaupun aku CEO nya gak bisa juga aku berbuat semaunya. Harus dengan persetujuan direktur dari semua divisi dan beberapa perwakilan petinggi perusahaan juga beberapa investor yang menanamkan saham di kantor kita. Dan keputusan cuti yang aku ajukan masih proses sih, nanti ada meeting untuk membahas itu. Tapi aku udah suruh Yanto untuk mengurus nya dulu" jelas Elbert
"Ohhh gitu ya kak, beda ya waktu aku yang cuti langsung boleh padahal karyawan baru" jawab Nikita
"Kalau saja aku hamil seperti kamu pasti langsung dibolehkan juga" balas Elbert
"Terus ini kak El buat alasan apa untuk Cuti?" tanya Nikita
"Pokoknya bukan cuti hamil sayang" jawab Elbert
__ADS_1
"Lalu apa?" tanya Nikita
"Urusan keluarga" jawab Elbert
"Terus boleh gitu selama 2bulan?" tanya Nikita
"Semoga saja, aku cutinya gak masuk kantor seperti biasa sayang.. tapi kalau ada meeting penting aku akan ikut dan terus bekerja dari rumah selama cuti nya" jelas Elbert
"Oh gitu, aku kirain cutinya kayak aku" jawab Nikita
"Engga sayang.. kamu kan cuti hamil aku cuti jagain orang hamil" lanjut Elbet
Nikita pun tertawa mendengar jawaban Elbert.
"Tapi kasihan Yanto ya kak, pasti repot banget" kata Nikita
"Kenapa kak?" tanya Nikita tertawa kecil
"Dia mau aku tugaskan ini itu sekarang karena ada maksud dan tujuan yang terselubung. Sebentar lagi dia akan menikah, dia butuh biaya jadi dia peras aku sekarang" Terang Elbert
"Tanpa Yanto bantuin kak El juga pasti bantuin dia kan, jadi bukan pemerasan itu kak" jawab Nikita
"Iya juga sih sayang" Kata Elbert
__ADS_1
"Masih jauh ya?" tanya Nikita sudah mulai tidak betah duduk
"Lumayan, makanya kamu tiduran aja" jawab Elbert
"Kalo aku tiduran nanti kak sendiri dong" kata Nikita
"Gak apa-apa sayang, lagian ini masih pagi gak bakalan aku ngantuk kalau gak ada yang ajak ngobrol" jawab Elbert
"Aku juga gak ngantuk kak, tapi kalau ketiduran maaf ya" kata Nikita setelah menyetel kursi mobilnya agar dia bisa rebahan
"Iya sayang" jawab Elbert fokus menyetir
Beberapa menit kemudia Nikita tertidur, membuat Elbet senyum-senyum sendiri memperhatikan Nikita yang sangat pulas
"Nikita.. Nikita,Katanya gak ngantuk" Gumam Elbert
Sejam berlalu kini mobil Elbert sudah memasuki pekarangan yang sangat sejuk, Villa Keluarga yang berada di Puncak.
"Sayang.. Niki bangun, Kita sudah sampai" Kata Elbert mengusap pipi Nikita
"Niki.." panggil Elbert lagi
Cup.. Cup.. Cup.. Cup..Cup..
__ADS_1
Elbert mencium kening, hidung, pipi kanan, pipi kiri dan bibir Nikita karena Nikita tidak bangun-bangun
"Kaaakkk" kata Nikita karena risih diciumi Elbert