Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Kasihan Nikita


__ADS_3

"Mama gak usah khawatir Silvia ya, aku baik-baik saja disini. Maaf ya ma aku belum akan pulang sebelum rencana aku berhasil" jelas silvia


"Silvia.. kamu pulang ya nak, kita cari jalan keluarnya sama-sama" jawab Tante rahel


"Enggak ma, silvia malu.. Silvia harus menyelesaikan ini semua" lanjut Silvia


"Kamu dimana sil? mama mau ketemu, setelah itu terserah kamu tapi jangan pergi tanpa ngabarin mama seperti ini" balas tante rahel


"Sini tante aku mau ngomong sama silvia" ujar Nikita lalu tante rahel pun memberikan ponselnya kepada Nikita


"Sil.. kamu dimana sih, biar kak El jemput. Kita selesaikan masalahnya sama-sama ya" ucap Nikita


"Kamu gak usah sok perduli sama aku Nik, aku tau kamu seneng kan sekarang ngeliat aku seperti ini" jawab Silvia


"Enggak sil.. kami semua khawatir sama kamu" jawab Nikita Elbert menggenggam tangan Nikita karena paham akan perasaan saat ini


"Udah lah Basi tau enggak.. selama ini elo udah ngerbut perhatian mama dari gue" jawab Silvia mematikan sambungan telponnya sepihak


"Nik.. maafin silvia, jangan di ambil hati omongan nya ya" ucap mama hanna


"ini memang salah Niki tante" jawab Nikita dan air matanya tidak terbendung lagi

__ADS_1


"Sayang.. please jangan seperti ini, inget kamu lagi hamil. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa" ucap Elbert mengusap air mata Nikita


"Kamu tenangin Niki dulu El, tante mau hubungin Silvia lagi" suruh tante rahel


"Niki.. sayang.. kita ke kamar ya" ajak Elbert


Nikita terdiam, hatinya bagai teriris mendengar kata-kata Silvia


"Niki.. kamu dengar aku kan?" tanya Elbert menggoyang kan tangan Nikita yang sedari tadi tidak dilepasnya


"Iya kak.. aku gak apa-apa kok" jawab Nikita lesu


"Kita ke kamar ya, kamu jangan banyak pikiran" Ucap Elbert lalu menggendong Nikita ala Bridal style ke kamar


"Sayang.. udah dong, jangan di pikirin lagi" ujar Elbert setelah membaringkan Nikita


"Kasihan Silvia kak, aku udah salah selama ini tidak memikirkan perasaan nya" jawab Nikita


"Engga sayang enggak.. kamu engga salah" balas Elbert kembali memeluk Nikita sebenarnya Elbert ingin mengatakan semua kejahatan Nikita.


Melihat keadaan Nikita sekarang membuat Elbert tidak sanggup untuk menambah beban pikiran Nikita.

__ADS_1


"Kita pulang aja?" tanya Elbert ketika tangisan Nikita mereda


"Kalau hari ini kita nginep lagi disini boleh kak?" tanya Nikita


"Boleh, dimana membuat kamu tenang aku akan turutin" jawab Elbet mengelus pipi Nikita


"Di sini aja untuk malam ini ya kak" pinta Nikita


"Tapi kamu harus janji, gak bolej nangis.. gak usah pikirin ucapan silvia tadi" balas Elbert


"Iya kak, makasih ya" jawab Nikita lalu memeluk Elbert


Tidak biasanya Nikita akan melakukan hal intim seperti ini lebih dahulu, sehingga Elbert menganggap bahwa Nikita benar-benar terpukul atas ucapan Silvia.


"Kamu salah udah terlalu khawatir sama silvia Nik, Seandainya saja kamu tahu kalau dia uang udah menjebak kita" batin Elbert


"Udah ya, sekarang kamu istirahat dulu.. aku mandi sebentar" ucap Elbert setelah Nikita melepas pelukan nya


"iya kak, makasih ya" ucap Nikita


"Makasih apa sih, makasih terus dari tadi" jawab Elbert

__ADS_1


"Makasih karena kak El udah peduli sama aku" balas Nikita


"Itu udah tugas aku buat selalu menjaga kamu, peduli sama kamu sayang" ucap Elbert mencium kening Nikita lalu melangkah menuju kamar mandi


__ADS_2