
Sampai mobil berhenti diparkiran rumah sakit Aulia tidak memberikan tanggapan apa-apa kepada Baim.
"Gak apa-apa kan kalau aku harus mendonorkan darahku untuk mantan kekasihku?" Goda Baim ingin melihat reaksi sesungguhnya dari Aulia
"Biarlah kali ini aku tidak egois, tapi lain kali.. jangankan Mendonorkan darah. Berbagi keringat mu saja pun aku tak rela dengan orang lain" jawab Aulia mengikuti langkah Baim
"Terimakasih Aulia" ujar Baim lalu menggandeng tangan Aulia
Elbert langsung menghampiri Baim yang sudah tiba di depan pintu ruang operasi.
"Elo serius?" tanya Elbert
"Iya, tapi silvia tidak perlu tau kalau gue yang donorin" jawab Baim
"Im.. makasih banget ya, kamu masih mau membantu silvia" sambung Nikita
"Iya Nik" jawab Baim mengangguk
"Baim.. tante sangat berterima kasih dengan bantuan kamu, kamu memang orang yang sangat Baik. Silvia.." kata Tante rahel ragu melanjutkan kalimatnya karena melihat Baim datang bersama seorang gadis
"Kita tunggu suster keluar ya im, karena baru saja dia menanyakan tapi kamu belum sampai" kata Elbert
"Jadi ini im.. tante nya Kiel?" tanya Nikuta to the point
"Kenalin ini Aulia" kata Baim laku aulia pun langsung menjulurkan tangannya kepada Nikita
"Nikita dan ini Elbert suamiku.. sahabatnya Baim" jawab Nikita menerima jabat tangan dari Aulia
"Elbert" ucap Elbert setelah menjabat tangan Aulia
"Tante.. kenalin ini Aulia" lanjut Baim kepada tante rahel
__ADS_1
"Aulia tante" kata Aulia menjulurkan tangannya lagi
"Saya mama nya silvia, kamu pacar nya baim?"tanya tante rahel
"Iya tante" jawab Baim karena merasa Aulia ragu untuk menjawabnya
"Kamu sangat beruntung bisa bersanding dengan orang sebaik Nak baim ini" ujar tante rahel tersenyum ramah dan Aulia mengangguk lalu tersenyum malu-malu
"Baim yang beruntung tante" jawab Baim mengingat bahwa dia akan mendapat Pengganti Silvia yang sangat jauh lebih baik
"Semoga kalian langgeng sampai menikah dan memiliki rumah tangga yang bahagia ya" kata Tante rahel
Aulia mengangguk lagi dan perkataan tante rahel menimbulkan pertanyaan-pertanyaan di dalam hatinya.
"Kenapa tante ini bersikap seperti ini, dia terlihat sangat baik kepada baim juga kepadaku. Sedangkan Baim adalah mantan pacar anaknya yang sedang mengenalkan seorang perempuan yang akan menjadi pengganti anaknya" guman Aulia yang belum mengetahui bahwa silvia sudah menikah dan sekarang membutuhkan donor darah karena pendarahan juga akan segera melahirkan
"Aulia.. kamu mau menemaniku ku kantin rumah sakit ini untuk membelikan minuman?" ajak Nikita
"Boleh.. dengan senang hati" jawab Aulia lalu berjalan disamping Nikita menuju kantin
"Baim dimana?" tanya Nikita mewakili kepenasaran Aulia
"proses donor darahnya sedang dilakukan" jawab Baim lalu menerima Botol mineral dari Nikita
"Ini tante" kata Nikita memberi sebotol juga kepada tante rahel
"MAkasih Nik" jawb tante rahel setelah menerimanya
"Sudah lama kamu menjalin hubungan dengan Baim?" tanya Nikita
"Kepo banget sih kamu sayang" kata Elbert
__ADS_1
"Sekitar kurang lebih tujuh bulan kak" jawab Aulia yang memutuskan memanggil Nikita kakak karena tadi sudah mengobrol saat menuju kantin dan memang Aulia berusia 3tahun dibawah Nikita
"Mmm.. baim itu orang baik, sudah dekat selama itu kamu juga pasti sudah mulai paham lah gimana Baim" kata Nikita
"Iya.. Baim itu nular baiknya dari aku" ujar Elbert dengan Pedenya.
"Kalian sudah lama menikah kak? terlihat sangat akrab sekali" kata Aulia
"Belum.. masih sekitar setahun lebih" jawab Nikita
"Pasti kalian menikah setelah cukup saling mengenal san pasti juga saling mencintai ya kak" ujar Aulia
"Tidak juga, semua yang kamu anggap itu malah bertolak belakang dengan kenyataannya" jawab Nikita
"Maksud kak Nikita gimana?" tanya Aulia bingung karena prediksi nya salah besar
"Kita menikah sebelum saling mengenal dan tanpa cinta" jawab Nikita
"Kok bisa?" tanya Aulia
"Panjang ceritanya, tapi sekarang kita sudah saling mengenal.. saling memahami dan juga saling mencintai" jawab Nikita
"Aku masih penasaran, nanti kita boleh cerita-cerita lagi ya kak. Oh iya.. tadi kak Niki bilang Kiel ya kalau gak salah?" kata Aulia
"Iya.. kenapa? Kiel itu buah cinta kami yang lahir beberapa bulan yang lalu" jawab Nikita
"Baim pernah cerita kak.. dia bilang akan mengenalkan aku dengan keponakan nya yang baru lahir" jawab Aulia
"Ohh.. iya Baim itu sayang banget sama Kiel, kenapa gak pernah ikut saat Baim datang main ke rumah menjenguk Kiel?" tanya Nikita
"Belum diajak kak" jawab Aulia
__ADS_1
"Itu tuh Baim, gak peka" sambung Elbert
"Emang kamu peka? Sok ngatain orang" lanjut Nikita