Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Peduli


__ADS_3

Di ruangan Dokter Luna, terlihat Elbert dan Mama hanna sedang mendengarkan penjelasan mengenai keadaan Nikita.


"Seperti yang sudah aku sampaikan tadi Han.. tidak ada masalah serius setelah insiden tadi, Hanya saja menurut saya pribada seperti nya Nikita memiliki beban pikiran" Jelas dokter luna


"Beban pikiran? Tapi yang kami lihat Nikita baik-baik saja Lun" jawab Mama hanna


"Mungkin saja dia pandai menyembunyikan perasaan nya, atau mungkin dia menginginkan sesuatu tapi juga dipendam nya" Lanjut Dokter Luna


"Tante sarankan untuk kamu El, untuk lebih memperhatikan Nikita" Sambung Dokter Luna


"Menurut saya justru hubungan kami semAkin baik tante, Saya sudah lebih sering ngobrol dan meluangkan waktu untuk Nikita" jawab Elbert


"Apa pernah Nikita meminta sesuatu kepadamu El?" tanya dokter luna dan El hanya menggeleng


"Nah.. itu dia Nikita memendam semua keinginannya" balas dokter Luna


"Kalau masalah itu, nanti saya akan coba perlahan untuk lebih mendekatkan Elbert dan Nikita Lun, kamu kan tau mereka menikah tanpa cinta" sambung Mama hanna

__ADS_1


"Ya udah kita ke ruangan nya Nikita dulu ya tante" Pamit Elbert


"Oke el.. inget ya kamu harus jadi suami yang pengertian, perhatian.. pokoknya siaga lah" pesan Dokter Luna yang di angguki Elbert


Sesampainya di ruangan, Elbert langsung menghampiri Nikita yang sedang ngobrol dengan Tante Rahel.


"Gimana Nik, ada yang sakit?" Tanya Elbert dan mengusap lembut kepala Nikita


"Engga kok kak, tadi aku syok aja.. aku jatuhnya kan udah mau sampai bawah tadi, palingan w atau 3 anak tangga kan?" jawab Nikita


"Sedikit atau banyak, tinggi atau enggak itu sama-sama engga bagus Nikita, Yang namanya jatuh atau terpeleset itu sangat berbahaya apalagi kalau kamu lagi hamil" Lanjut Elbert


"Aku enggak bermaksud marah Nik, aku hanya engga mau sesuatu yang butuk terjadi sama kamu dan bayi kita, maaf kalau aku terlalu keras" sambung Elbert


Tante Rahel dan mama hanna yang duduk di sofa sudah senyum-senyum melihat keduanya, Terlihat sekali bahwa Elbert peduli kepada istri dan anaknya yang masih dalam kandungan.


"Gimana kata dokter Luna kak?" Tanya Nikita

__ADS_1


"Engga ada, semuanya baik-baik saja.. kalau nanti cairannya sudah habis kita bisa langsung pulang" jawab Elbert yang duduk di kursi samping brankar.


"Apa engga besok pagi pulang nya El, ini udah malem juga" Saran mama Hanna


"Aku sih terserah Nikita aja ma, kalau Niki belum merasa fit kita tunggu aja sampai besok" jawab Elbert


"Besok kan kamu harus ke kantor kak, nanti kamu repot.. Kita pulang aja nanti ya" lanjut Nikita


"Emmm.. ya sudah terserah kalian tapi nanti Nikita engga boleh naik turun tangga lagi, mama udah nelpon bik Ria supaya siapin kamar di bawah untuk kalian" jawab Mama Hanna


"Tante, malam ini ikut ya sama kita?" Pinta Nikita


"Tapi tadi tante belum bilang sama Silvia, Besok aja ya tante datang jenguk kamu" Tolak Tante rahel


"Ya udah Tante, tapi besok tante harus datang ya" balas Nikita


"Iya sayang, besok tante masakan kamu semua makanan kesukaan kamu. Boleh kan mbak hanna aku pinjam dapur besok?" Kata tante Rahel

__ADS_1


"Mbak ini.. kok nanya gitu, sekarang ini kita udah keluarga jadi jangan sungkan-sungkan lagi mbak" balas mama hanna


Setelah cairan infus habis, Niki dan keluarga pulang ke rumah setelah pamit kepada dokter Luna.


__ADS_2