
"Mama gak boleh tau.. kalau aku menikah dengan Gio karena ambisi" ucap silvia ketika sudah Sampai di kamar lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Keysa.
"Hallo key" sapa Silvia ketiak sudah melihat wajah sahabatnya yang juga adik angkat dari calon suaminya
"Hallo sil.. apa kabar? Gimana keponakan gue?" tanya Keysa
"Baik.. semakin baik" jawab Silvia
"Elo seneng kan.. akhirnya Gio mau nikah sama elo" lanjut Keysa
"Seneng banget.. makasih ya key elo udah bantuin bujuk Gio. Dan sekarang giliran elo.." jawab Silvia
"Giliran apa?" tanya Keysa
"Elo juga harus seneng dong.. gue akan bantuin elo buat rebut elbert dari Nikita" jawab Silvia
"Ngaco deh Elo" ketus Keysa
"Beneren.. Elo harus rebut Elbert, kasihan dia gak bahagia sama Nikita"lanjut Silvia
"Engga ah Sil, gue gak mau jadi pelakor" jawab Keysa
"Yakin lo? gue siap bantuin elo buat dapatkan Elbert.. gue tau elo cinta kan sama dia?" tanya Silvia
"Iya.. jujur gue cinta sama dia, apalagi dia itu Cinta pertama gue. susah banget buat dilupain" jawab Keysa
"Makanya elo harus perjuangin cinta elo" ujar Silvia
"Gue gak kepikiran sil, gue juga lagi sibuk mau nambah wahana baru di tempat wisata gue" jawab Keysa
__ADS_1
"Elo terima bersih aja deh, gue yang atur semua" kata silvia langsung mengakhiri video call nya
"Ihh ini anak nekad banget sih" gerutu Keysa pada ponselnya
Nikita dan Elbert tengah memeriksa kandungan nya pada Dokter Luna.
"Perkiraan sih tinggal 3minggu lagi Nik" ujar Dokter luna
"Bisa normal kan Dok?" tanya Nikita
"Bisa.. semuanya aman" jawab dokter Luna
"Caesar aja sayang" ujar Elbert
"Engga kak, aku mau normal.. aku mau ngerasain gimana perjuangan seorang ibu untuk melahirkan seorang anak" jawab Nikita
"El.. apa pun keputusan Nikita kamu sebagai suami harus dukung ya. jangan buat dia banyak pikiran.. nanti malah stres lagi. Kalau sampai itu terjadi bakalan susah untuk melahirkan normal maupun Caesar" jelas Dokter Luna
Setelah pamit pada dokter luna, elbert dan Nikita langsung pulang. Di mobil Elbert hanya diam dan fokus menyetir.
"Kak.." panggil Nikita
"Hmmm" jawab Elbert melirik Nikita sekilas lalu fokus lagi ke jalan
"Kak el marah?" tanya Nikita
"Enggak kok" jawab Elbert
"Kok diem aja dari tadi" ujar Nikita
__ADS_1
"Huhhh.. Nikita, aku gak mau kamu kenapa-kenapa. Aku takut kalau kamu melahirkannya normal" jawab Elbert setelah menepikan mobilnya
"Kenapa sih kak? Caesar sama normal itu sama -sama berisiko kan?" tanya Nikita
"Iya.. tapi Caesar kan gak sesakit normal sayang" jawab Elbert
"Kak.. Sama-sama sakit, kalau normal itu sakit nya sebelum melahirkan nunggu pembukaan nya, kalau Caesar itu sakitnya setelah melahirkan.. bisa bertahun-tahun hilangin sakit di bekas jahitan nya belum lagi apa itu namanya.. bius epidural kalau gak salah kak itu banyak banget efek samping nya" jelas Nikita
"Ya sudah terserah kamu deh, tapi jujur aku gak tega ngeliat kamu nanti kesakitan" jawab Elbert
"Terus? kak el gak bakalan nemenin dong?" tanya Nikita
"Aku gak kuat.. gak tega sayang, tapi aku akan berusaha. Dan cukup ya.. kita punya anak satu aja, aku gak mau kamu harus mengulang sakit nya melahirkan lagi" jawab Elbert
"Anak itu rejeki dari tuhan kak.. gak boleh di tolak. Aku gak akan ikut KB" lanjut Nikita
"Sayang.. jangan gitu dong, nanti kalau setiap kita melakukannya kamu hamil gimana?" tanya Elbert
"Aku siap" jawab Nikita
"Tapi aku gak mau kamu merasakan sakit nya lagi sayang" tegas Elbert
"Ya sudah jangan lakukan.." jawab Nikita
"apa maksud kamu jangan lakukan? kita tidak berhubungan suami istri lagi?" tanya Elbert
"Kit akan terus menjadi suami istri asalkan kak El tidak menceraikan ku" jawab Nikita
"Kita bahas ini setelah sampai di rumah" jawab elbert langsung melajukan Mobil nya lagi.
__ADS_1
......**Jangan lupa like dan komentar nya, Di Vote juga ya say ❤️**......