
"Iya kak.. Aku saja yang terlalu sensitif, Kemarin aku mendengar seorang wanita menyapa kak Elbert ketika kami sedang Telponan dan kak El langsung memutuskan sambungan telpon, aku jadi mikir yang enggak-enggak dan pada hari itu juga kak elbert pulang larut malam itu yang membuat aku merasa benar atas apa yang ada dipikiran aku" jelas Nikita
"Ohhh berarti ini hanya kurang komunikasi aja, saran aku sebaiknya kamu Tanya langsung sama El, siapa wanita itu.. kenapa dia langsung mematikan telepon nya dan pulang larut malam, supaya kamu tidak berprasangka yang macam-macam" Saran Yanto
"Tapi aku gak tau harus gimana untuk memulai pembahasan ini kepada kak Elbert" jawab Nikita
"Akan aku bantu" balas Yanto lalu berdiri dari duduknya dan diikuti oleh Nikita masuk kembali ke dalam ruangan Elbert
"Kak El lagi tidur kak" Ucap Nikita
"Ya udah nanti aja, aku mau balik ke kantor sebentar.. Nanti aku kesini lagi sama Natalie ya" pamit Yanto
Dan beberapa menit setelah Yanto pergi, Tante rahel masuk lagi ke ruangan Elbert.
"Nik.. tante mau pulang dulu sebentar. Kalau ada perlu kamu telpon Silvia aja, dia ada di taman rumah sakit bersama Baim" kata Tante rahel
"Iya tante.. makasih ya udah bantuin Niki, Maaf udah ngerepotin" jawab Nikita
"Enggak kok sayang" balas tante rahel memeluk Nikita
Kini tinggallah Elbert dan Nikita yang ada di ruang rawat Elbert.
Deringan ponsel Elbert ikut membangunkan Elbert dari tidurnya.
"Siapa Nik?" tanya Elbert ketika melihat ponselnya ditangan Nikita
"Mama kak" jawab Nikita
"Ya udah kamu angkat aja" suruh Elbert
__ADS_1
"Hallo ma" jawab Nikita
"Hay.. anak mama, kamu lagi ngapain mama video call aja ya" kata Mama hanna
Nikita melirik Elbert untuk menanyakan boleh atau tidak, Elbert pun mengangguk saja.
"Kamu dimana Nik? Rumah sakit ya?" tanya mama hanna
"Iya ma, tadi kak El kecelakaan sedikit" jawab Nikita
"Kecelakaan? terus gimana keadaan nya sekarang? kok gak kasih tau mama.. Nomer kamu mama telpon juga susah banget" kata mama hanna
"Maaf ya, kita gak kasih tau karena takut buat mama panik. Mama ngomong nih sama kak el" jawab Nikita
"El... kok bisa nak??" tanya mama hanna
"Syukur deh, Mamq juga besok udah pulang kok. Kamu cepat sembuh ya sayang.. kasian Niki jadi harus ngerawat kamu" kata Mama hanna
"Enggak kok ma, tadi dibantuin Yanto sama tante rahel juga" jawab Nikita
"Ya udah deh, mamq mau packing dulu ya biar besok pagi langsung pulang" sambung mama hanna
"Iya ma.. byee" jawab Elbert
"Bye sayang.. kalian jaga kesehatan ya" balas mama hanna
"Makasih ya kak" kata Nikita setelah meletakan ponsel Elbert di meja dekat tempat Elbert terbaring
"Untuk?" tanya Elbert
__ADS_1
"Kak El gak bilang ke mama kalau yang Niki yang menjadi penyebab kece-" Ucapan Nikita terpotong karena elbert mencium bibirnya
Nikita menunduk, Elbert kembali meraih dagu Nikita untuk menatap nya lagi.
"Stop nyalahin diri kamu, kamu gak salah sayang" lanjut Elbert
Keesokan harinya Elbert pun sudah diperbolehkan pulang. Pagi ini Yanto dan Natalie mengantar Elbert dan Nikita pulang ke rumah.
Semalam Silvia dan Baim pamit pulang ketika hari sudah sore, Ntah apa yang mereka lakukan di rumah sakit ini seharian padahal tidak ada masuk menjenguk Elbert selain pamit untuk pulang.
Sedangkan Natalie dan Yanto ikut menginap menjaga Elbert di rumah sakit.
"Hallo ma" jawab Elbert ketika menerima telpon dari mama hanna
"Mama udah di bandara El, kamu di rumah sakit mana?" tanya Mama hanna
"Kita udah di rumah sekarang ma, baru aja sampai" jawab Elbert
"Ohh gitu.. ya udah mama langsung ke rumah deh" kata mama hanna
"Mama udah sampai kak?" tanya Nikita
"Udah di bandara katanya" jawab Elbert
"El.. gua harus balik ke kantor, gak apa-apa kan kalau gue tinggal" kata Yanto
"Ohh gak apa-apa kok, elo urus kantor dulu ya" jawab Elbert
"Gak usah elo pikirin dulu soal kerjaan masih bisa gue tangani, yang penting elo cepat sembuh dan inget yang gue bilang semalam" kata Yanto
__ADS_1