
"Nik.." Ucap Elbert
"Iya kak.. ada apa?"Jawab Nikita
" Terima kasih ya" Lanjut Elbert
"Untuk apa kak?" tanya Nikita bingung dan memandang Elbert secara seksama
"Emmm.. Aku cuma mau berterimakasih karena kamu mau menjadi istriku, menyiapkan segalah kebutuhanku dan sekarang mengandung anakku" jelas Elbert gugup
"Seharusnya yang berterimakasih itu aku kak, karena kamu sudah mau bertanggungjawab dan menyiapkan segala kebutuhanmu sudah jadi tugas ku.. Dan anak ini adalah anak kita" jawab Nikita haru menurunkan pandangan nya ke perutnya
"Tapi maaf.. tanpa seizin kamu aku mencari tahu siapa yang menjebak ku pada malam itu, Dan itu bukan karena aku tidak terima dengan pernikahan kita. Itu semua aku lakukan supaya dia tahu batasannya saja" lanjut Elbert
"Apakah kamu sudah mengetahui siapa dalangnya?" tanya Nikita penasaran
"Siapa orang pastinya aku masih belum yakin tapi aku sudah mendapatkan titik terangnya" jawab Elbert yang diangguki Nikita
"Aku sudah menemukan pelayan yang mengantarkan minuman itu, tapi dia tidak bisa memberi informasi lebih lanjut karena memang dia tidak mengenal wanita itu" Lanjut Elbert
__ADS_1
"Wanita??" Ucap Nikita
"Iya.. kata pelayan itu yang menyuruhnya adalah seorang wanita dan dia sudah memberikan informasi tentang ciri-ciri orang itu" jawab Elbert
"Apa ya tujuannya menjebak kamu kak" tanya Nikita
"Ya.. mungkin masalah bisnis atau iseng-iseng" jawab Elbert
"Kalau bisnis ini sangat tidak relevan ya kak.. Tapi kalau iseng-iseng juga gak mungkin dia senekat itu kak" tambah Nikita
"Sebelum orangnya ditemukan kita tidak tahu apa tujuannya Nikita" Jawab Elbert
"Kamu hebat.. bisa cepat akrab sama mama, sebernanya mama itu susah menerima orang baru" kata Elbert
"Tapi sama aku mama engga gitu kak, mungkin karena aku sedang mengandung cucunya saja.. kemungkinan nanti setelah anak ini lahir mama tidak akan memperdulikan aku seperti sekarang ini" Ratap Nikita
"Kamu kok ngomong gitu.. aku engga bermaksud untuk membuat kami berpikiran buruk terhadap mama. Satu yang perlu kamu tau lagi tentang mama.. Dia itu kalu suka ya suka.. kalau engga ya engga, dia orang nya tegas Nik. Dan yang aku lihat mama senang sama kamu dan itu tidak berpengaruh karena kamu hamil atau tidak" Terang Elbert menenangkan Nikita tanpa sadar Elbert memeluk Nikita dari samping
Tangan kiri Elbert aktif mengusap kepala Nikita, dan Tangan Kanannya meremas lembut jemari Nikita dan spontan Elbert mengecup kepala Nikita dengan mesra.
__ADS_1
"Maaf ya aku udah buat kamu berpikir macam-macam" Ucap Elbert mengurai pelukannya
"Engga kak, aku saja yang terlalu sensitif" jawab Nikita
"Itu kan wajar.. tante luna udah bilangkan kemarin" Ucap Elbert mengingat pesan yang disampaikan Dokter luna
"Iya kak.. oh iya tadi aku cek buku kandungan kak, besok jadwal untuk pemeriksaan rutin" kata Nikita
"Besok.. Aku ada meeting jam 10pagi, Jadwalnya bentrok ya" jawab Elbert
Tadinya Nikita sempat melayang atas perlakuan hangat Elbert yang jarang dirasakannya tapi setelah mendengar jAwaban Elbert yang tidak bisa menemaninya control membuatnya semangatnya yang sempat berkobar jadi padam lagi. Sebagai istri Nikita sangat berharap Elbert bisa menemaninya besok, tapi tuntutan pekerjaan seorang CEO membuat Elbert tidak bisa memenuhi keinginan Nikita.
.
.
.
Mohon like dan komentarnya kakak sayang semuanya 💕💕
__ADS_1