
Kini Elbert mondar-mandir di depab ruang operasi yang didalam nya ada Nikita yang tengah ditangani oleh dokter Luna dan rekan medisnya.
"El.. duduklah, semoga nikita dan cucu mama baik-baik saja" ujar mama hanna yang duduk bersama Keysa dan Silvia
"Ini salah aku ma, gak seharusnya aku biarin Nikita di kamar sendirian. Percuma aku ambil cuti dengan tujuan untuk siaga menjaga Nikita kalau akhirnya seperti ini" jawab Elbert
"Rencana Tuhan kita tidak tau el, kamu harus tenang" lanjut mama Hanna
"Gimana keadaan Nikita?" tanya tante rahel ketika tiba di rumah sakit menghampiri mama hanna
"Sedang ditangani Luna, kita berdoa yang terbaik untuk Nikita dan bayinya mbak" jawab mama Hanna
"Sil.. kalian kok ada disini?" tanya tante rahel
"Iya ma, semalam aku ngidam pengen ketemu Nikita" jawab silvia masih meneruskan sandiwara akal-akalan ingin bertemu Nikita, padahal tujuannya adalah untuk mendekatkan Keysa dengan Elbert
"Jadi tadi kamu ada disana saat Nikita pingsan?" tanya Tante rahel
"iya mbak, tadi kita berangkat bareng. aku lupa ngasih tau kalau ada silvia juga karena aku panik banget waktu hubungi mbak rahel tadi" Mama hanna yang menjawab
__ADS_1
"Ohh.. Terus Nikita gimana? Kok bisa pingsan?? Apa dia akan melahirkan sekarang?" tanya tante Rahel lagi
"Kita tunggu apa kata Luna nanti mbak, kita semua juga belum tau" jawab mama hanna
"Semoga Nikita baik-baik saja" lirih Tante rahel
"Iya mbak.. kita semua berdoa yang terbaik untuk Nikita" jawab mama hanna
Dan 20menit kemudian Dokter Luna keluar dari ruangan dengan wajah datar seperti berat untuk mengungkapkan sesuatu.
"Gimana keadaan Nikita Tante? Istriku baik-baik saja kan?" tanya Elbert
"Kita harus melakukan operasi Caesar segara, sampai saat ini detak jantung bayi masih ada walaupun sedikit melambat. Tapi El, Tante berat untuk mengatakan hal ini.." kata dokter luna
"Sementara ada dokter Clarissa yang menangani Nikita di dalam, kita bicara di ruangan Tante aja ya" kata Dokter Luna
"Aku ikut Lun" kata mama hanna langsung berdiri
"Aku juga" kata Tante rahel langsung menyusul Elbert dan Luna yang sudah berjalan menuju ruangan dokter luna.
__ADS_1
"Kita pulang aja yuk" Ajak Silvia
"Tapi kita belum tau keadaan Nikita Sil" jawab Keysa
"Untuk apa elo pedulikan dia Key? Semoga dia mati saja, kan elo bisa dengan bebas mendekati dan mendapatkan Elbert kembali" jawab Silvia
"Berapa kali gue udah bilang, kalau gue gak mau merusak rumah tangga mereka sil" ketus Keysa
"Kalau Nikita mati, elo gak merebut Key.. itu namanya elo mengganti kan posisi nya sebagai istri" jawab Silvia
"Udahlah sil.. gue gak mau bahas itu, sebagai perempuan gue khawatir dengan keadaan Nikita. Dan gue liat tadi gimana Panik nya elbert, dia pasti sayang banget itu sama Nikita. Gue sedih liat elbert seperti itu, gue lebih bahagia jika dia bahagia walaupun enggak sama gue" jelas Keysa
"Ya udah terserah elo deh key" ujar Nikita langsung pergi meninggalkan Keysa
"Sil.. elo mau kemana?" tanya keysa
"Gue mau nyari Gio, mau pulang gue" jawab Silvia
"Ini juga Gio kemana sih" gerutu Silvia
__ADS_1
"Huh.. sil kapan sih elo bisa berubah" guman Keysa memandangi punggung silvia yang semakin menjauh
Di ruangan dokter luna tengah menjelaskan hal buru yang bisa saja terjadi setelah operasi Caesar Nikita, terlihat wajah sedih mereka mendengar penjelasan dari dokter luna.