Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Gadis Baim


__ADS_3

"Siapa?" tanya Nikita melihat gelagat Elbert


"Baim" Eja Elbert tanpa suara lalu Nikita mengangguk


"El.. elo dengar gue gak? Siapa yang butuh donor darah? Tadi gue liat elo chat di grup makanya langsung gue telpon" lanjut Baim


"Mhhh.. ia im tadi emang gue ada chat di grup, ini Eeee" jawab Baim


"Elo kenapa sih? Elo baik-baik aja kan, siapa yang butuh donor?" tanya Baim


"Silvia im.. " jawab Elbert lalu terjadi kesunyian beberapa detik


"Kalau pun golongan darah elo B, gue gak akan maksain kok im. Kalau elo gak mau ya gak apa-apa, itu hak elo kok" lanjut Elbert


"Gue siap El, gue akan kesana.. elo kirim alamat rumah sakitnya ya" tegas Baim


"Elo serius?" tanya Elbert


"Iya.. gue langsung berangkat nih" jawab Baim


"Oke.. oke gue kirim alamat nya" balas Elbert

__ADS_1


Setelah panggilannya terputus Elbert langsung mengirim alamat rumah sakit kepada Baim melalui chat.


"Siapa? kok kamu panik gitu?" tanya perempuan yang sedang duduk didepan baim di sebuah cafe


"Aku harus ke rumah sakit, ada teman yang butuh donor darah.. kebutuhan golongan darah kita sama" jawab Baim


"Aku ikut?" tanya Aulia gadis cantik yang sedang dekat dengan Baim


"Emang gak apa-apa kalau kamu ikut?" tanya Baim balik


"Gak apa-apa sih, ya udah ayo" ajak Aulia


"Aku gak tega lho sayang, kalau harus Baim yang donor buat Silvia" ujar Nikita


"Mau gimana lagi, ini emergency." jawab Elbert


"Iya el.. mengingat perbuatan Silvia dulu, Tante juga merasa gak enak" tambah tante rahel


"Kita tunggu Baim datang aja ya, nanti kita tanyakan lagi" jawab Elbert


Diperjalanan, Baim menceritakan sekilas tentang silvia kepada Aulia agar nanti tidak ada kesalahpahaman dibelakang hari.

__ADS_1


"Aku gak punya hak untuk melarang kamu untuk menolong orang" lirih Aulia setelah mendengar cerita Baim


"Aulia.. aku harap kamu tidak berpikir negatif, ini murni karena aku ingin membantu.. menolong orang yang sedang membutuhkan" kata Baim yang fokus menyetir dan melirik aulia sekilas


"Iya.. untuk berbuat baik kita tidak harus memilih siapa orang nya" jawab Aulia


"Makasih ya, kamu mau mengerti dengan hal ini" balas Baim tersenyum kepada aulia yang juga tengah memandang nya


"Aku selalu terhanyut dengan perbuatan baik kamu, ini yang buat aku nyaman sampai sekarang walaupun kamu belum memperjelas status hubungan kita tapi aku yakin kamu itu orang yang baik dan berprinsip" lanjut Aulia


"Maaf ya aku gak pernah mengungkapkan semua secara resmi, tapi selama kita dekat aku hanya melakukan itu sama kamu" jawab Baim


"Melakukan apa?" tanya Aulia meledek


"Ya.. makan malam di luar, sekedar jalan-jalan atau hangout, cuma sama kamu dan semua perlakuan aku ke kamu selama ini hanya aku lakukan untuk kamu tidak ada yang lain. Dan melihat respon dari kamu yang selalu care dan selalu ada buat aku itu udah aku anggap kita ada dalam suatu hubungan yang serius" terang baim


"Jadi?" tanya Aulia ingin memastikan dan merangkum apa yang Baim jabarkan


"Aku akan melamar mu dalam waktu dekat ini, aku akan datang menemui orangtuamu" tegas Baim yang membuat Aulia terharu


Penantian panjang Aulia selama beberapa bulan ini kini membuahkan hasil yang manis.

__ADS_1


__ADS_2