Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Elbert tidak Peka


__ADS_3

Keesokan harinya Dokter luna masuk keruangan Nikita untuk memeriksakan kondisi nya


"Belum ada pembukaan, kalian boleh pulang dulu. Kalau tidak lari dari perkiraan Nikita akan melahirkan sekitar satu minggu lagi atau paling lama 10 hari lagi" jelas dokter luna


"Apa perlu bed rest lun?" Tanya mama hanna


"Kondisi fisik Nikita sih enggak ya, tapi sepertinya Nikita sedang banyak pikiran" jawab dokter luna


"Kamu mikirin apa sih sayang" kata Mama hanna mengusap kepala Nikita


"Mungkin Niki nervous aja karena sudah dekat waktu melahirkan ma" jawab Nikita


"Nikita.. kamu kan mau lahiran Normal, jadi kamu harus santai.. rileks jangan pikirin yang berat-berat. kalau kamu kepikiran gimana nanti lahirannya kamu boleh sharing sama tante kapan saja" Kata Dokter Luna


"iya tante.. makasih ya" jawab Nikita


"jadi kita boleh langsung pulang tante?" Tante Elbert


"iya boleh, dan tante sudah akan standby kalau perkiraan lahirannya lebih cepat" jawab Dokter luna


"hay lun.. gimana Nikita?" Tanya Tante rahel yang baru keluar dari kamar mandi


"semuanya aman, dan kita bertiga akan jadi oma-oma sebentar lagi" jawab Dokter luna

__ADS_1


Setelah berbincang ringan dengan dokter Luna, akhirnya mereka semua memutuskan untuk segera pulang ke rumah.


"Tante gak ikut sampe rumah ya Nik, tante silvia nelpon katanya dia mau ikut keysa ke villa nya" kata tante rahel setelah sampai di parkiran


"Iya gak apa-apa tante.. hati-hati ya" jawab Nikita


"mbak.. titip Niki ya" kata tante Rahel kepada mama hanna


"tenang aja mbak, aku udah anggap Niki itu anak aku kok" jawab mama hanna


"ya sudah.. tante duluan ya Nik.. el" kata tante rahel melambaikan tangan nya


Kini Nikita, elbert dan mama hanna sudah tiba di rumah dengan selamat.


"iya sayang.. kamu istirahat saja ya" kata mama hanna


"El.. mama ngerasa ada yang aneh atau sedang di tutupi oleh Nikita" kata mama hanna stelah Nikita masuk kamar


"perasaan mama aja kali" jawab Elbert


"kamu itu harus peka, Nikita sedang hamil tua gitu pasti lebih sensitif" lanjut mama hanna


"iya ma, nanti el tanyain ya" jawab Elbert

__ADS_1


"kalau kamu tanya juga Niki gak mungkin bilang, kamu harus cari tau sendiri. Jangan-jangan Niki cemburu sama keysa" sambung mama hanna


"Cemburu kenapa ma, el gak ada ngapain-ngapain sama keysa kita hanya sebatas teman aja dan sudah lama juga kita gak berkomunikasi" jawab elbert


"Ya tapi kamu harus jaga perasaan Niki" kata mama hanna


"iya ma iya.. ya udah el susul Niki ya" ujar elbert beranjak ke kamar


"sayang kamu lagi apa?" Tanya Elbert ketika sudah masuk dan menutup kembali pintu kamar


"Cuma buka-buka sosmed aja kak" jawab Nikita masih fokus dengan ponsel nya


"Oh.. aku mandi dulu ya" kata elbert langsung masuk ke kamar mandi


"Aku kok ngerasa kak el itu berubah ya semenjak ketemu keysa kemarin" batin Nikita


Beberapa menit kemudian Elbert keluar dengan hanya melilitkan handuk di pinggang nya.


"Kok belum disiapkan baju gantinya sayang, kamu sibuk banget ya" kata elbert


"Sebentar kak Niki ambilin ya" kata Nikita langsung meletakkan ponsel nya di nakas dan berjalan ke arah lemari


"Keysa.." gumam elbert ketika melihat layar ponsel Nikita di nakas

__ADS_1


__ADS_2