Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Mencari Silvia


__ADS_3

"Tante.." seru Nikita ketika sampai di rumah tante rahel


"Eh.. Nikita, maaf ya tante jadi ngerepotin kalian, gimana kandungan kamu?" balas tante rahel


"Gak ngerepotin tante.. kandungan aku baik tante, cuma sekarang gampang capek, kadang tiba-tiba aja aku kaget karena dia nendang-nendang" jelas Nikita


"Kamu gak usah terlalu pikirin masalah silvia ini ya, tadi tante juga sebenarnya gak mau ngasih tau.. tapi refleks tante ngehubungi kamu" kata tante rahel


"Tante.. kita ini kerluarga, dalam suka dan duka kita harus bersama-sama" ujar Elbert yang sedari tadi terdiam


"Ya El, tapi Nikita kan lagi hamil gini" jawab tante rahel


"Kan bisa El yang bantuin tante" balas Elbert


"Makasih banyak ya nak, tante jadi merasa gak sendirian dalam masalah ini" lanjut tante rahel


"Iya tante, kita harus mencari solusi sama-sama untuk menyelesaikan masalah ini" ujar Elbert


"Tante udah telpon baim?" tanya Nikita


"Udah.. tapi tadi belum diangkat" jawab tante rahel


"Ya udah biar aku ulangin aja ya" sambung Elbert kemudian membuka ponsel nya untuk menghubungi Baim

__ADS_1


"Halo im" sapa Elbert


"El...? ada apa pagi-pagi gini?" tanya Baim


"Maaf ya gue ganggu" jawab Elbert


"Engga kok, ada apa?" tanya Baim lagi


"Silvia pergi dari rumah, elo tau gak kira-kira dia kemana, atau tempat yang biasa dia datengin kalau lagi ada masalah" jelas Elbert


"Ck.. memang ya itu anak selalu bertingkah sesuka hatinya, Kalau masalah di kemana gua juga gak tau bro. Biasanya itu kalau dia lagi ada masalah palingan dia pergi shopping atau ke salon" jawab Baim


"Susah juga ya nyari kalau gitu" lanjut Elbert


"Dan biasanya itu dia pakai kredit card yang gue kasih, tapi ini Sampai sekarang gak ada notifikasi apa-apa dari banking" sambung Elbert


"Pasti bro, gue juga akan bantuin cari" jawab Baim lalu mengakhiri sambungan telponnya


"Baim gak tau tentang keberadaan silvia sekarang tante, tapi dia juga akan bantu cari" jelas elbert


"Lalu sekarang kita harus gimana ini?" tanya tante rahel


"Mungkinkah kalau Silvia pergi ke rumah keluarga yang lain tante? atau kamu tau teman dekat silvia sayang?" Tanya Elbert bergantian kepada Tante rahel dan Nikita

__ADS_1


"Aku gak tau teman-teman nya Silvia kak" jawab Nikita


"Ke rumah keluarga juga gak mungkin" jawab tante rahel lagi


"Coba sekarang hubungin lagi tante, mungkin ponselnya sudah diaktifkan" kata Nikita


"Belum Nik" jawab tante Rahel setelah menelpon Silvia


"Bentar ya, ada telpon dari Yanto" ujar Elbert melangkah ke arah pintu utama


"Hallo" jawab Elbert


"Meeting dengan Pak Gio di undur, katanya dia tidak bisa hadir hari ini" kata Yanto dari seberang telpon


"Ohh.. bagus deh, gue juga lagi ngurusi masalah silvia ini, dia pergi dari rumah" lanjut Elbert


"Tadi gue sepertinya melihat Silvia turun dari taksi di sekitar jalan Melati, tapi gue yakin banget sih karena cuma ngeliat sepintas" kata Yanto


"ngerepotin emang itu cewe, kalau bukan karena kasian sama tante rahel terus gak mau Nikita jadi kepikiran ogah banget gue pusing nyari-nyari dia" balas Elbert


"Sabar bro.. ambil hikmahnya saja, inget kalau bukan karena silvia elo belum bakalan menikah dan sebentar elo bakalan jadi papa itu karena Silvia. Gak apa-apa deh elo urusin itu sebagai tanda Terimakasihnya, Hahaha" lanut Elbert


"Iya juga ya, iya udah deh.. elo urus dulu kerjaan kantor ya"jawab Baim

__ADS_1


"Oke.. aman" Ucap Yanto mengakhiri panggilan


"Niki kemana tante?" tanya Elbert ketika tidak melihat Nikita di di tempat duduknya tadi


__ADS_2