
"Tante..." seru Nikita menuju dapur menghampiri tante rahel
"Hay nik.. apa kabar kamu?" tanya Tante rahel
"Baik tante.. sehat lagi, Tante gimana?" balas Tante rahel
"Sperti yang kamu lihat sayang" jawab Tante rahel
"Silvia mana tante?" tanya Nikita
"Ada.. mungkin di kamar, kamu kesini sama siapa? sama El?"tanya Tante rahel
"Iya tante.. tuh di depan, aku buatin minum dulu ya. Tante mau apa?" tanya Nikita
"Udah suruh bik Ria aja tuh buatin jus, semalam tante belanja buah" jawab tante rahel
"Ohh ya udah aku bilang dulu" balas Nikita
"Apa kabar nak El?" sapa Tante rahel menghampiri Elbert di ruang tamu
"Baik tante..tante sendiri gimana kabarnya?" tanya Elbert kembali
"Tante juga baik, Kalian mampir atau memang sengaja datang?" tanya tante rahel
"Nikita udah rencanai memang kesini dari semalam tante" jawab Nikita
"Iya tapi Niki bilang nya pas udah di jalan balik dari rumah sakit tadi tante, makanya gak sempat bawain apa" lanjut Elbert
"Kalian datang aja tante udah seneng, gak usah repot-repot lain kali juga. Kalau mau datang atau mampir ya datang aja" jawab tante rahel
"Iya tante" jawab Elbert
"Sebenarnya kita kesini itu mau ngomongin acara 7bulanan sih tante, mama hanna udah sibuk banget dari kemarin-kemarin" terang Nikita
__ADS_1
"Udah 7 bulan aja ya nik, gak terasa banget. Terus gimana rencana mbak hanna?" tanya tante rahel
"Rencana sih dalam minggu ini diadakan di rumah tante, tapi mama juga nyuruh Niki buat ngomong sama tante gimana baiknya" jawab Nikita
"Tadi mbak hanna juga udah telpon, tapi cuma bilang kamu udah 7 bulan kehamilan. Tante udah serahin semua tadi sama mbak hanna, kalau tante mah ngikut aja" balas tante rahel
"Seandainya bunda dan papa ada ya tante" lirih Nikita
"Papa dan bunda mu pasti ikut bahagia atas kehamilan kamu Niki, jangan sedih gitu dong" balas tante rahel memeluk Nikita
"Dari tadi pagi Niki melo terus tuh tante" sambung Elbert
"Kalian jiarah gih, mungkin kamu akan lebih tenang setelah itu" suruh Tante rahel
"Sekarang Nik?" tanya Elbert
"Apa gak terlalu sore Tante?" tanya Nikita
"tante gak ikut?" tanya Nikita
"Kalau kamu mau di temenin ya udah tante ikut" jawab tante rahel
"Ikut yuk tante" pinta Nikita
"Ya udah rante bilang dulu ya sama silvia" jawab tante rahel lalu beranjak menuju kamar silvia untuk pamit.
Lalu mereka bertiga pun berangkat menuju pemakaman papa dan Bunda Nikita. Disana Nikita melupakan semua kerinduannya kepada kedua orangtuanya yang sudah hampir 5 tahun meninggalkannya.
"Udah ya nik, nanti bunda kamu jadi sedih liat kamu gini" kata tante rahel yang tidak tega melihat kesedihan Nikita
"Pa.. bunda saya janji akan selalu membahagiakan Nikita seumur hidup saya, Restuilah pernikahan kami. Sebentar lagi kalian akan punya cucu.. maafkan saya yang baru bisa meminta restu dengan sungguh sekarang" ucap Elbery dengan tulus
"Mereka pasti merestui rumah tangga kalian" lanjut mama hanna
__ADS_1
"Papa.. bunda.. Nikita pulang ya" ujar Nikita mengusap nisan kedua orantuanya bergantian
"Ya udah yuk, hati-hati" kata Tante rahel
"Ayo sayang" ucap Elbert membatu Nikita untuk berdiri dan meraih pinggang nikita untuk berjalan meninggalkan pemakaman.
"Tante balik nya naik taksi aja ya" kata tante rahel setelah sampai di mobil
"Elbert antar aja tante" jawab Elbert
"Ga usah, kasihan Nikita tuh kecapekan nanti" balas tante rahel
"engga kok tante, kita antar aja ya" lanjut Nikita
"Ya udah deh" jawab Tante rahel lalu masuk ke mobil
"Pelan-pelan Nik" ujar Elbert ketika membantu Nikita duduk di mobil
"Makasih kak" jawab Nikita setelah nyaman dengan duduknya lalu Elbert menutup pintu.
Elbert melajukan mobilnya untuk mengantarkan Tante rahel ke rumahnya.
setibanya Di rumah.. Elbert melihat ada mobil Baim di depan rumah Tante rahel
Belum sempat Tante Rahel turun, Terlihat Silvia tengah mengejar Baim yang hendak masuk mobilnya.
"Silvia dan Baim kenapa tante?" tanya Nikita
"tante juga gak tau, tante turun dulu ya nik" jawab tante rahel langsung turun dan menghampiri Silvia yang sedang menahan Baim
"Ada apa ini?" tanya Tante rahel
"Kamu di sini aja ya sayang, aku turun sebentar" kata Elbert yang langsung turun tanpa nunggu jawaban Nikita
__ADS_1