
"Kiel Sean Anggara yang artinya adalah Kiel gabungan dari nama kami dan Sean artinya memiliki hati lembut, tulus, bersemangat, profesional, dan tak sungkan untuk membantu sesamanya." kata Elbert
"Kiel Makaio Anggara.. arti dari makaio itu adalah hadiah, berkah, anugrah dari Tuhan" sambung Nikita
"Nama yang bagus" kata tante rahel
"Kenapa tidak dijadikan satu aja, mama suka kedua nama itu" lanjut mama hanna
"Terserah mama sama tante saja, asalkan Kiel tetap ada dinamanya dan juga akan menjadi nama panggilan nanti" kata Elbert
"Ya sudah nanti kita rembukan lagi ya mbak" jawab mama Hanna tersenyum senang
Keadaan Nikita sudah sangat pulih setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit pasca melahirkan, bayi yang baru lahir seminggu yang lalu itu pun sudah sangat gemuk dan menggemaskan sekarang.
"Besok kita sudah bisa pulang sayang, aku mau memastikan rumah kita yang beberapa hari lalu aku suruh orang untuk merenovasi beberapa ruangan. Kamu gak apa-apa kan kalau aku tinggal sebentar sama mama?" ujar Elbert ketika kembali dari ruangan dokter Luna
"Gak apa-apa kok Papa nya Kiel" jawab Nikita dan Elbert yang sedang merapikan meja di samping tempat tidur Nikita langsung menoleh ke arah Nikita karena senang mendengar panggilan baru dari suaminya itu.
"Coba ulangi" suruh Elbert
"Apa?" tanya Nikita mengalihkan pandangan ke arah bayinya yang sedang minum asi
"Kamu panggil aku apa tadi?" tanya Elbert
__ADS_1
"Papa nya Kiel.. emang nya kenapa?" tanya Nikita
"I like it" jawab elbert mencium bibir Nikita sekilas
"Ada mama di sini El" ujar mama hanna
"Sedikit aja kok ma" jawab Elbert
"Dasar ya kamu ini" gerutu mama hanna
"Udah sana kak" kata Nikita yang merasa malu dengan tingkah Elbert yang semakin romantis dan agresif semenjak dia kembali sadar.
"Aku akan cepat kembali" jawab Elbert
"Hati-hati nyetirnya kak" kata Nikita
"Kok Yanto?" tanya Nikita
"Iya.. aku suruh dia jemput karena takut ngantuk kalau sendiri" kata Elbert memang semalaman dia begadang menjaga bayinya karena tidak ingin membiarkan Nikita terjaga sendirian
"Oh.. kalian hati-hati ya" kata Nikita
"Bilang lagi seperti tadi" pinta Elbert
"Apa sih kak.. udah sana, kasian kak Yanto nunggu kelamaan" suruh Nikita
__ADS_1
"Bilang dulu.." rengek Elbert mengendus leher Nikita
"Geli.. udah sana" kata Nikita
"Sana papa kiel sayang.. kasian kak Yanto nunggu lama disana" lanjut Nikita
"Gemes deh.." ujar Nikita mencubit lembut hidung Nikita
"Gemesnya sama ini nih, jangan sama aku" kata Nikita menoel dagu bayi nya
"Kalian memang sangat menggemaskan.. aku jadi malas pergi nya" kata Elbert
"Tapi kamu kan mau cek rumah nya udah siap atau belum kita tempati besok kak dan kak Yanto juga udah nungguin" kata Nikita
"Udah sana.. sana.. bosan banget mama liat kamu seperti itu" kata mama hanna menggendong cucunya yang sudah selesai minum asi.
"iya deh.. aku pergi, Titip Niki dan Kiel ya ma" kata Elbert beranjak dari samping Nikita
"Siap.. kamu hati-hati ya" jawab mama hanna
"Sayang.. aku pergi sebentar ya" kata Elbert mencium kening dan bibir Nikita lagi
"Ih.. kamu ini ya El, ada mama juga seperti itu.. gimana kalau cuma berdua sama Nikita saja." kata Mama hanna
"Makanya jangan kasih waktu kami cuma berdua sebelum masa nifas nya Nikita habis ma, nanti el bisa khilaf" jawab Elbert sebelum keluar dari ruangan Nikita
__ADS_1
"Gak ada malu nya itu Suami kamu Nik" kata mama Hanna
"Kak el cuma becanda itu ma" jawab Nikita