
Setelah selesai makan malam, Elbert dan nikita kembali ke kamar setelah pamit kepada mama hanna yang masih ingin menonton tv.
"Kamu kok kelihatan biasa aja dengan masalah silvia ini" ujar Elbert ketika duduk di ranjang mengusap lembut kepala Nikita
"Ini bukan pertama kalinya kita tau Silvia hamil kak" jawab Nikita
"Maksud kamu?" tanya Elbert
"Beberapa bulan lalu juga Nikita pernah keguguran kak, aku gak tau tante rahel bilang atau enggak soal itu sama Silvia" jawab Nikita
"kalian tau darimana? Kamu juga gak ada cerita sama aku" balas Elbert
"Kejadiannya itu sebelum kita menikah kak, Silvia kecelakaan lalu keguguran. Mungkin dulu silvia juga gak tau kalau dia lagi hamil" lanjut Nikita
"Baim tau?" tanya Elbert
"Aku gak tau kak soal nya dulu aku lagi fokus nyari kerja" jawab Nikita
"Nyari kerja atau Tebar pesona sama Ceo Elang Corp?" Ledek Elbert
"Ih.. aku gak pernah ya seperti itu sama kak El" jawab Nikita
"Terus apa itu yang kamu sengaja nabrak aku ketika kamu mau interview?" lanjut Elbet menggoda Nikita
"Itu gak sengaja kak.. karena aku buru-buru, kak El juga gak liat jalan" jawab Nikita
"Iya iya.. becanda" ujar Elbert karena tidak mau Nikita jadi ngambek
__ADS_1
"Nik.. aku boleh tanya gak?" tanya Elbert
"Itu udah nanya" jawab Nikita
"Ih.. udah pinter ngelesnya ya" balas Elbert menggelitik Nikita
"Hahaha.. jangan kak, udah ah geli tau.. aduh.. duh sakit perut aku kak udah dong" ucap Nikita sambil cekikikan
"Makanya kalau suami itu lagi serius jangan dibecandain" Ujar Elbert ketika sudah berhenti menggelitik Nikita
"Iya aku serius.. kak El mau nanya apa tadi?" tanya Nikita masih ngos-ngosan
"Kamu ngos-ngosan sampe segitunya kayak abis apah aja" kata Elbert
"Apah apa sih kak, mesum lagi" jawab Nikita
"Maaf ya sayang.. abis kamu buat gemes sih" jawab Elbert
"Kak el mau nanya apa sih tadi?" tanya Nikita jadi penasaran
"Apa ya.. udah lupa" jawab Elbet
"kok lupa?.. Niki penasaran nih" balas Nikita
"Lupa.. karena ini" jawab Elbet menunjukan sesuatu yang sudah mengeras di balik boxer nya.
Nikita hanya terdiam
__ADS_1
"Sayang.." panggil Elbert memulai aksinya
"Mmmmhh" desah Nikita atas perbuatan Elbert yang sebenarnya diinginkan nya tapi malu untuk memintanya
Perlahan.. tahap demi tahap dilakukan Elbert dengan penuh kelembutan. Nikita pun pasrah atas perlakuan Elbert dan memejamkan matanya untuk menikmati setiap sentuhan suaminya yang tengah bergairah atas dirinya.
"Kamu diatas ya.. takut ketindihan perutnya" ucap Elbert dengan suara beratnya
Nikita menggeleng karena tidak tau cara nya atau malu karena ini adalah pertama kalinya dengan posisi yang di minta Elbert
Tidak ingin memaksa atau menurunkan mood nya, Elbert pun memulai dengan memegang kendali tapi dengan lembut Elbert membalikkan posisi mereka
"Aaaakkkhhh" Teriak Nikita ketika sudah berada diatas Elbert dan merasakan sesuatu masuk ke intinya lebih dalam dari biasanya
"Ber..gerak lah sayang" ucap Elbert
Elbert tau Nikita masih belum menguasai nya, perlahan Elbert menggerakkan pinggulnya untuk membantu Nikita, lama kelamaan akhirnya Nikita bergerak Naik turun.. maju mundur duduk diatas tusukan Elbert.
"Kamu capek?" tanya Elbert karena merasa ritme pergerakan Nikita semakin lambat
Tanpa menunggu jawaban dari Nikita, elbert menggendong Nikita untuk merubah posisi mereka dan Elbert melakukannya dari belakang dan tangannya tidak tinggal diam untuk menganggurkan dua benda kenyal yang bergantung di badan Nikita.
Dan beberapa menit kemudian, Elbert terkulai lemas setelah menyembur benih hangat ke dalam rahim Nikita.
"I love you more" ucap Elbert dengan mata terpejam
"I love you too" balas Nikita ntah masih didengar Elbert atau tidak
__ADS_1
Dengan memeluk Nikita akhirnya Elbert pun tertidur