
Dua hari berlalu Nikita belum sadar juga, Elbert tidak pernah pulang ke rumah selama itu. Dia tetap setia menemani Nikita di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Nikita dok?" Tanya Elbet ketika Dokter Clarissa selesai memeriksa Nikita
"Kami juga bingung, dari kondisi Nikita pasca melahirkan sudah mulai pulih dan setiap hari semakin membaik. Tapi sepertinya Nikita yang enggan untuk sadar sepenuhnya" jelas Dokter Clarissa
"Seperti Koma?" tanya Elbert
"Kami sebagai dokter juga tidak bisa menyebutnya sedang koma, Saya saran kan kelurga sering mengajak Nikita untuk berbicara. Saya yakin Nikita bisa mendengar apa yang kita sampaikan.. tapi dia tidak berusaha untuk merespon" jelas Dokter Clarissa
"Apa tidak ada tindakan yang bisa memulihkan Nikita lebih cepat Dok?" tanya Elbert
"Nanti kami akan dalami kembali, dan kami akan melakukan yang terbaik" jawab Dokter Clarissa
"Baiklah.. terimakasih dokter" balas Elbert
"Sayang. Aku mohon, kamu bangun ya.. kasihan anak kita. Dia sangat membutuhkan kamu, aku juga tidak tau harus melakukan apa kalau kamu seperti ini terus" ujar Elbert membelai pipi Nikita
"Kalau aku ada salah, aku minta maaf sayang. Tapi kamu jangan ngambek seperti ini. Kamu boleh hukum aku dengan cara apa pun, tapi jangan diamkan atau tinggalkan aku untuk menghadapi semua ini sendiri. Aku gak bisa menjalani hidup ini tanpa kamu sayang" Lanjut Elbert
Sedangkan Nikita yang berada di alam mimpinya tengah berbaring di atas pangkuan Bunda nya
"Sudah cukup Nikita.. kamu harus kembali, anak dan suami sangat membutuhkan kamu sayang" Ujar Bunda Nikita
"Aku lebih senang di sini bun" jawab Nikita
"Bukan disini tempat mu, Ada cucu bunda yang sangat membutuhkan kamu disana. Kasihan dia Nikita.. kembali lah bersama suami mu" lanjut Bunda Nikita
__ADS_1
"Aku yakin, kak elbert akan lebih bahagia jika aku tidak kembali Bun. Dan anakku juga akan dibesarkan dan dirawat oleh orang-orang yang sangat menyayangi nya disana" jawab Nikita
"Apa kamu tidak menyayangi anakmu itu?" tanya Bunda Nikita
"Niki sayang banget sama dia Bun, tapi keadaan yang tidak berpihak pada Nikita" jawab Nikita
"Bunda mohon.. kembali lah sayang. Banyak orang yang menyayangi mu disana, menunggu kamu sadar. Kamu harus menjadi ibu yang baik untuk cucu Bunda, kalau bisa memilih.. bunda engga pernah mau meninggalkan mu. Tapi tuhan memanggil bunda lebih dulu sedangkan kamu.. Tuhan masih memberi kesempatan, jangan sia-siakan waktu yang diberikan tuhan sayang" pinta bunda Nikita
"Iya bunda.. Nikita akan kembali, Untuk cucu bunda. Tapi maafkan Nikita jika nanti tidak bisa mempertahankan pernikahan Niki ya Bun" jawab Nikita
"Kenapa kamu bicara seperti itu Nik?" tanya Bunda Nikita
"Pernikahan kami hanya karena terpaksa bun, dan mungkin kak Elbert juga belum sepenuhnya menerima ini. Akhir-akhir ini ada teman lama nya yang sering datang, Mungkin mereka yang lebih pantas hidup bersama bun" jawab Nikita
"Kamu lihat itu Niki.. buka matamu, Lihat Elbert sangat menyayangi mu dan tidak mau kehilangan kami. Kamu lihat keadaan berantakan sekarang" kata Bunda menunjuk ke arah dimana terlihat Elbert seperti orang frustasi
Tangan kanan Nikita yang terpasang jarum infus mulai bergerak dan mengalir cairan bening dari matanya, itu semua tidak luput dari pandangan Elbert
"Sayang.. kamu bangun, Kenapa nangis?" kata Elbert mengusap air mata Nikita dan menggenggam tangan Nikita dengan Lembut
"Sebentar aku panggil dokter ya" ujar elbert beranjak dari duduknya tapi ditahan oleh Nikita
"Kak el.. jangan tinggalkan aku" ucap Nikita pelan
"Engga sayang.. aku gak akan ninggalin kamu, aku cuma mau panggil dokter buat meriksa kondisi kamu" jawab Elbert
"Kak.." ucap Nikita lagi
__ADS_1
"Apa sayang, kamu minum dulu.. jangan banyak omong dulu ya.. " kate Elbert mengarah kan sedotan dari gelas ke bibir Nikita
Setelah meneguk dua kali lalu nikita menggelengkan kepala nya, dan elbert paham bahwa Nikita sudah cukup untuk minumnya
"Aku telpon Tante luna saja ya" kata Elbert lalu Nikita mengangguk
"Hallo.. tante dimana?" tanya Elbert ketika panggilannya tersambung
"Di kantin el..sama mama kamu juga, ada apa? Nikita baik-baik saja kan?" tanya balik Dokter luna
"Nikita sudah sadar Tante" jawab Elbert
"Alhamdulillah, kita akan segera kesana" kata Dokter luna langsung mematikan sambungan telpon nya
"Dimana anak kita kak?" tanya Nikita
"Lagi sama suster katanya mau dikasih susu, karena kamu belum sadar jadi dia gak bisa minum asi" jawab Elbert
"Aku mau ketemu kak, kamu sudah kasih nama?" tanya Nikita
"Belum sayang, selama dua hari ini kami memanggilnya baby boy" jawab Elbert
"Dua hari?" tanya Nikita
"Iya.. kamu tidak sadar setelah melahirkan dan umur bayi kita udah dua hari sayang" jawab Elbert
"Kenapa kamu bisa pingsan kemarin Nik?" tanya Elbert
__ADS_1
💕 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR JUGA, Nikita akan jujur atau tetap memendam perasaannya??💕