
"Huh.. malang banget ya nasib gue, Dulu itu gue gak menggebu-gebu ngejar Elbert karena elo yang larang, sekarang gue yang merasa bodo amat sama elo malah harus berhenti berharap karena Elbert sudah berkeluarga" lanjut Sania
"Gue ngelarang elo dekat sama Elbert kan karena gue udah berakhir sama Yanto, sedangkan Elo tau sendiri dulu itu elbert kemana-mana selalu selalu berdua. Ya gak etis dong kalau elo jadian sama Elbert.. terus nanti kita Doble date" jelas Vera
"Ya sudah lah.. biar aja itu jadi masa lalu" jawab Sania
"Begitu lebih bagus, jangan jadi pelakor" ketus Vera
"Iya.. gue mundur, by the way.. Celine apa kabar? Udah lama juga gue gak ketemu aama tuh Bocah" lanjut Sania
"Baik.. makin lasak, aktif banget dia" jawab Vera
"Kapan-kapan gue kesana ya, elo masih tinggal di rumah Tante Tiara?" tanya Sania
"Iya.. Malahan sekarang Bimo jarang kesini, kalau mama izinkan gue lebih milih cerai" jawab Vera
__ADS_1
"Jangan gegabah dalam mengambil keputusan, gue atur waktu deh biar bisa kesana. Sekarang gue mau kerja dulu ya" kata Sania
"Oke deh.. elo kabarin aja" jawab Vera.
Di rumah Elbert, Nikita duduk di atas ranjang menunggu Elbert keluar dari kamar mandi.
"Gimana Kiel? Masih rewel sayang?" tanya Elbert setelah keluar dari kamar mandi dan berjalan sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
"Lagi tidur Pah, tapi gak mau minum ASI" jawab Nikita mengambil alih handuk Elbert untuk membantu mengeringkan rambut nya
"Kemarin aku ke dokter, dan karena padat.. aku suruh Bik Ros untuk ngasih susu formula. Mulai dari itu dia jadi rewel dan malas minum ASI" jelas Nikita
"Iya aku ke dokter, tapi gak sama tante luna.. aku memilih bicara dengan dokter Clarissa. Ya memang sih nanti Tante luna juga akan tau, tapi lebih malu jika aku langsung menanyakan hal itu kepada dia" jawab Nikita
"Terus dokter Clarissa bilang apa? Udah bisa?" tanya Elbert mulai tersenyum nakal
__ADS_1
Ketika Nikita mengangguk dan ingin membuang pandangannya dari Elbert, Dengan ceoat tanggap Elbert langsung menyambar bibir Nikita dan melu mat nya dengan penuh gai rah.
Selama ini Elbert setia menunggu Nikita sampai benar-benar bisa di jelajahi, Walaupun Kadang Nikita harus membantu Elbert menuntaskan nya dengan cara lain.
Perlahan baju yang dikenakan Nikita sudah terlepas dari tubuhnya, Elbert yang tadi hanya melilitkan handuk di pinggang nya kini sudah benar-benar telanjang
"Sayang.. aku ingin sekarang" kata Elbert setelah puas bermain di bibir dan di leher Nikita
"Ini masih sore sayang, pintu juga tidak di kunci" jawab Nikita yang juga sudah terengah-engah
"Aku akan menguncinya, kamu jangan membuat alasan-alasan karena takut untuk memulai nya" balas Elbert
"Aku akan melakukan nya dengan hati-hati, nikmatilah sayang" kata Elbert setelah mengunci pintu kamar dan pintu penghubung ke kamar Kiel
"Apa aku boleh mengecup ini?" tanya Elbert ketiak mencium pu ting Nikita yang sudah membulat dan mengeras
__ADS_1
"Jangan.." jawab Nikita mendesah
"Ini terlihat semakin menantang sayang" balas Elbert mencium seluruh pabrik susu milik Kiel tapi Elbert tetap mematuhi Nikita, Elbert hanya Menciumi tidak sampai mengecup apalagi menghisap nya