
"Mmm.. iya kak, Sil aku tidur duluan ya" kata Nikita
"Iya Nik.. gak apa-apa kok" jawab Silvia yang sudah duduk di samping Gio
"Keysa.. Gio.. maaf aku tidak bisa nunggu kalian Sampai pulang, aku Istirahat duluan ya" lanjut Nikita langsung melangkah ke kamar
Elbert tulus menyuruh Nikita untuk Tidur dan tidak ada maksud apa-apa selain agar nikita istirahat. Sehingga tidak merasa kalau Nikita sedang ngambek dan menambah rasa curiganya kepada Elbert dan Keysa.
"Kalian tadi ngomongin apa? aku sempet dengar tadi elbert bilang kalau bahas kerjaan bisa lain waktu" kata Silvia
"Ini nih.. el sama gio malah bahas jodoh aku, katanya nanti pasti aku dapat jodoh yang lebih baik dari yang aku harapkan" jawab Keysa
"Memang pada umumnya seperti itu key" sambung Elbert
"Tapi kasian juga Keysa el, laki-laki yang dia inginkan itu sudah menikah" kata Silvia
"Sil..." ucap keysa menajamkan pandangan nya ke silvia
"Ya kalau memang itu jodoh kamu, dan kamu siap terima dia walaupun sudah punya istri atau dia nanti sudah duda kalian akan bahagia hidup bersama" lanjut Elbert
"Tapi kalau menurut aku lebih baik keysa buka lembaran baru saja, masa lalu biar lah berlalu" kata Gio
"Tapi laki-laki itu adalah cinta pertama Keysa" ujar silvia
__ADS_1
"Kalau ada biat pasti gampang move on" balas Gioa
"Sudah.. sudah. nanti malah kalian bertengkar lagi" lerai Keysa
Ketiga orang itu oun asyik berbincang dan saling bercanda hingga lupa waktu, Berbeda dengan Nikita berada di kamar sendiri dengan pikiran yang sangat menggangu nya hingga matanya sulit terpejam.
Nikita mengintip ke arah ruang tamu dan melihat Elbert tertawa lepas bersama Keysa, silvia dan Gio.
Ketika kembali ke kamar dan menutup pintu, Nikita merasa pusing dan darah sudah mengalir sampai betisnya ketika dia mulai melangkahkan kakinya, belum sampai pada langkah ketiga Nikita sudah tergeletak pingsan.
Beberapa menit kemudian, karena merasa tidak tenang belum memastikan Nikita tidur dengan nyaman Elbert pamit sebentar kepada Gio.
"Sebentar.. aku mau ke kamar mandi" pamit Elbert lalu masuk ke kamar
Kreeekkk
"Nik.. sayang bangun" kata elbert menepuk pelan pipi nikita dan sekilas melihat ada darah di lantai yang berasal dari kaki Nikita
Elbert kembali meletakkan kepala Nikita dan keluar sari kamar.
"Keysa.. tolong kamu bangunin mama di lantai atas, bilang kalau Nikita pingsan" suruh Elbert dan langsung cepat melangkah kembali ke kamar tanpa menunggu jawaban Keysa
"Nikita pingsan " ujar Keysa lalu menaiki tangga untuk memanggil mama hanna
__ADS_1
"Mampus elo Nik.. mati aja elo" batin silvia
"Sil.. ayo kita liat Niki" ajak Gio
"Buat apa sih, udah biarin aja" jawab Silvia
"Kamu keterlaluan tau" ketus Gio lalu beranjak menuju kamar Elbert bertepatan saat Elbert sudah menggendong Nikita keluar
"Gio.. Tolong bantu aku siapkan mobil" pinta Elbert sambil terus melangkah keluar rumah
"Oke.. biar aku yang nyetir kamu di belakang saja temenin Nikita" jawab Gio ketika sampai di dekat mobil
"Nikitaa.. kenapa bisa seperti ini el" tangis mama hanna ketika melihat Nikita sudah masuk mobil
"Mama susulin kita, bawa mobil Elbert aja. Perlengkapan Niki melahirkan ada disana semua" kata Elbert
"Ayo tante, biar keysa yang nyetir" kata Keysa Ketika mobil Gio sudah melesat meninggalkan halaman rumah Elbert
"Ayo.. makasih ya key" jawab mama hanna
"Cepet sil" teriak Keysa ketika melihat Silvia masih santai saja
"Iya key.. sabar aku lagi hamil jadi harus pelan-pelan, kamu juga jangan panik gitu nanti gak fokus nyetirnya" jawab silvia ketika sudah masuk mobil
__ADS_1
°°°°Jangan Lupa Like dan Komen nya ya say°°°°
...Happy Reading 💕...