
"El.. perdekatlah hubungan mu dengan Nikita, meskipun kalian menikah tanpa cinta tapi mama yakin seiring berjalan nya waktu cinta itu akan ada diantar kalian, terlebih beberapa bulan lagi kalian akan mempunyai anak" Ucap mama hanna memulai pembicaraan
"Iya ma, Aku sudah berusaha untuk menerima Nikita di kehidupanku. Tapi aku juga gak tau harus memulai dengan cara apa" Keluh Elbert
"Mulai saja dengan perhatian-perhatian kecil, Wanita itu mudah tersentuh apalagi seperti Nikita yang sedang hamil"Saran mama Hanna
"Mama kan tau, Elbert tidak pernah dekat dengan wanita sebelum menikah.. "Jawab Elbert
"Tapi kalau kamu tidak mencoba sampai kapan pun kamu tidak akan bisa El" Lanjut mama Hanna
" Aku udah coba ma, tadi aku tanya Nikita mau makan apa atau mau ke dokter.. tapi di tolak ma" Sambung Elbert
"Teruskan saja seperti El, Tapi satu yang mama perlu ingatkan ke kamu.. untuk menghadapi waniti yang sedang hamil kamu harus extra lembut dan sabar. Karena mood nya itu tidak stabil" Kata Mama Hanna
"Sekarang apa yang kamu rasakan terhadap Nikita, kalian sudah tinggal bersama beberapa bulan.. dan mama Lihat Nikita selalu mencoba untuk mengambil hatimu" lanjut mama hanna
"Aku juga tidak tau ma.. Kalau dekat dengan nya aku kehabisan kata-kata untuk mengobrol tapi jika jauh seperti ada yang ingin ku bicarakan dengannya" Jawab Elbert
"Seperti memang sudah ada rasa diantara kalian"Ledek mama hanna
__ADS_1
"Mama apaan sih.. sok tahu gitu" jawab Elbert
"Mama juga pernah Muda El" lanjut mama hanna
"Terserah mama deh, El mau balik ke kamar" Jawab Elbert dan bernajak meninggalkan mamanya
"Baru juga sebentar ngobrol sama mama, udah kangen istri ya"Ledek mama hanna lagi yang hanya di senyumi Elbert
"Dasar anak muda, Semoga kalian akan saling mencintai dan hidup bahagia"Lirih mama hanna
Di kamar Elbert mendapati Nikita yang sedang tidur, Elbert kembali duduk di kursi kecil didepan nakas dan memandangi Nikita yang nyenyak sekali.
Tapi Elbert tidak bisa tidur sesekal elbert kembali memandang Nikita sangat pulas dalam tidur nya, Tangan Elbert tergerk menyibak anak rambut Nikita yang sedikit acak dan sadar atau tidak Elbert mengusap lembut pipi Nikita dan akhirnya menyentuh bibir sensual Nikita.
Karena merasa geli akhirnya Nikita menggeliat dan berbalik membelakangi Elbert. Tersadar atas perlakuan nya Elbert merasa malu sendiri dan berusaha memejamkan matanya sampai akhirnya dia juga ikut tertidur.
"Eghhh.. Nikita melebarkan kedua tangan nya meregangkan badanya dan terasa berat di pinggul nya.
Karena sama-sama pulas, Elbert tidak sadar memeluk Nikita dan Nikita juga merasa nyaman dan semAkin nyenyak tidurnya.
__ADS_1
Dengan pelan Nikita mengangkat tangan Elbert dan beranjak ke kamar mandi.
"Apa kak Elbert sadar memelukku?"Gumam nikita memandangi wajahnya yang merona di depan cermin
"Semoga kita bisa saling menerima untuk anak kita kelak kak"Lanjut nikita sambil mengusap perutnya yang sudah sedikit membuncit
Beberapa menit kemudian Nikita sudah selesai membersikah diri dan keluar dari kamar mandi melihat jam dinding menunjukkan pukul 7malam lebih.
"Kak.. kak elbert bangun" panggil nikita dan menggoyangkan bahu Elbert
"Jam berapa?"Tanya elbert yang masih enggan membuka matanya
"Sudah jam 7 lebih kak" jawab Nikita
Elbert pun bangun dari tidurnya dan tidak sengaja menyenggol tangan Nikita yang bertumpu di bibir ranjang, dengan gerakan cepat Elbert menarik kembali tangan Nikita karena Nikita yang tidak siaga hampir saja terjuntal ke bawah.
Nikita jatuh diatas Elbert yang kembali berbaring di tempat tidur, Nikita merasa gugup tapi juga nyamam dipelukan Elbert.
Sama dengan Elbert yang merasa jantungnya tidak berdetak dengan normal.
__ADS_1
Terpaku beberapa menit saling memandang tanpa ada yang terucap, Ketukan pintu menyadarkan keduanya dan kembali gelagapan seperti orang yang ketahuan mencuri.