Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Terpaksa


__ADS_3

Setelah memesan kamar untuk Elbert, Nikita oun mengantar Elbert ke kamar karena Elbert tidak bisa lagi jalan sendiri sudah seperti orang mabuk.


Sesampai nya di kamar, Nikita bingung harus melakukan apa.


"Aku gak punya nomer kak Yanto lagi, harus gimana ini" gumam Nikita


"Panas banget, tolong nyalain Ac nya" Ucap Elbert sembari mebuka kemejanya lalu berjalan menuju kamar mandi


Setelah keluar dari kamar mandi pun Elbert masih merasa hawa panas di seluruh tubuhnya. akhirnya Elbert membuka celananya.


jadilah Elbert sekaranf hanya menggunakan boxer dan kaos dalam yang memamerkan roti sobek nya.


"Nikita.. ambil ponsel saya dan hubungi Yanto" suruh Elbert


"Baik pak" jawab Nikita dan langsung menghubungi Yanto tapi tidak diangakt


"Tidak di angakt pak" Ucap Nikita


"Arrrrggghhh.. panas banget sih" teriak Elbert

__ADS_1


Tanpa pikir panjang karena kasihan melihat Elbert, Nikita pun mengulurkan tangan nya untuk menyentuh kening dan pipi Elbert dan benar seperti orang demam


"Pak Elbert demam, apa perlu saya ambilkan obat atau sa-" Ucapan Nikita terputus karena Elbert menarik tangan Nikita saat menyentuh kening Elbert


Nikita yang tidak ada pertahan langsung jatuh du pelukan Elbert, dan bibir mereka saling bertemu.


Nikita berusaha melepaskan diri dari Elbert tapi usahanya sia-sia, Elbert ******* bibir Nikita.


"Pak jangan.. tolong lepasin saya" ucap Nikita ketakutan


"****.. pasti ada yang menjebak aku ini" Kata Elbert yang menyadari dia pasti terkena obat perangsang


Saat Elbert melepasnya, Nikita berusaha kembali menghubungi Yanto tapi hasil nya Nihil.


" Apa yang bisa saya bantu pak?" tanya Nikita


"Saya akan bertanggungjawab Nikita" Ucap Elbert dan langsung menarik kembali nikita ke dalam pelukannya.


"Jangan pak.. tolong lepasin saya, dan saya akan bantu bapak" ucap nikita dengan mata mulai berkaca-kaca

__ADS_1


"Hanya ini yang bisa kamu lakukan untuk membatu saya, saya janji.. saya akan bertanggung jawab tapi tolong jangan menolak" pinta Elbert penuh hasrat


Nikita masih terus berusaha untuk menolak dan melawan Elbert tapi semua usahanya sia-sia. Dan Elbert pun terkulai lemas setelah mendapat bantuan dari Nikita.


"Maafin saya Nikita" Ucap Elbert lalu tertidur di samping nikita


Nikita yang masih syok dengan kejadian ini masih terus menangis dan meringis karena merasa kan sakit dan perih dibagian intinya. Ini adalah yang pertama bagi Nikita, jangankan untuk melakukan hal demikian, semenjak kepergian orantuanya Nikita hanya Fokus kuliah.


Banyak laki-laki yang berusaha mendekati Nikita, tapi tidak ada yang berhasil karena nikita terlalu menutup diri. Sama halnya dengan Elbert yang juga tidak pernah pacaran dan tidak menganggap penting masalah cinta dan perempuan setelah papa nya pergi dengan wanita lain dan meninggalkan mama nya.


Karena kehabisan air mata dan tenaga akhirnya Nikita juga tertidur membelakangi Elbert. Keesokan harinya Elbert terbangun karena deringan ponsel Nikita.


"Nikita.. nik.. Nikita" panggil Elbert membangunkan Nikita


"Nikita yang kaget dan mengingat kembali kejadian semalam langsung menarik selimut menutupi tubuhnya


" Hp kamu dari tadi berdering terus" Ucap Elbert lalu pergi ke kamar mandi


"Tante Rahel" Ucap Nikita tapi tidak berani mengangkat telpon nya

__ADS_1


"aku harus bilang apa sama tante, dia pasti benci dan kecewa sama aku sekarang" gumam Nikita


tak lama kemudian Elbert keluar dari kamar mandi dengan rambutnya agak basah menambah kesan gagah nya.


__ADS_2