
Elbert langsung beralih menatap Nikita dan turun ke lantai bertumpukan lututnya, Dia panik karena mendengar suara Nikita yang berbeda
"Kenapa nik, ada yang sakit?" tanya Elbert belum memahami situasi
"Enggak.. ehhhh" jawab Nikita dengan suara tertahan
"Kamu jadi pengen? Maaf ya aku engga berniat menggoda kamu Nik, aku tau kamu juga pasti capek seharian ini" kata elbert ketika sudah menyadari apa yang terjadi dengan Nikita
"Engga tau kenapa kak, akhir-akhir ini aku sering banget seperti ini" jawab Nikita dengan mata mulai sayu
"Perutnya kram ya kalau kamu tahan?" tanya elbert mengusap lembut perut Nikita dan nikita hanya mengangguk
Melihat nikita sangat menginginkannya, akhirnya Elbert pun mulai terpancing dan tidak bisa mengendalikan diri.
"Abis ini aku pijitin ya biar capek nya hilang" bisik Elbert lalu ******* bibir Nikita
"Ahhhh kak" rintih Nikita ketika Elbert melepas pagutannya lalu membenamkan kepalanya di ceruk leher Nikita
Tangan Elbert juga tidak ketinggalan meremas salah satu bukit kembar Nikita dan tangan kirinya mengusap-usap inti Nikita yang masih di bungkus kain segitiga.
"kamu udah basah sayang" Ucap Elbert persekian detik kemudian dalam posisi yang tidak berubah
"Eggghhh" rintih Nikita tidak mampu menjawab Elbert
__ADS_1
"are you ready sayang?" tanya Elbert yang diangguki Nikita
Elbert pun melucuti semua pakaiannya setelah membuka pakai dalam Nikita, dan langsung mengukung Nikita di bawahnya.
Mata Nikita terpejam ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan tumpul menyentuh sesuatu yang berdenyut di intinya.
"Nikmati sayang.. it's your mine" kata Elbert
"Kamu nyaman seperti ini?" tanya Elbert ketika mengangkat sebelah kaki nikita ke bahunya
Beberapa menit kemudian keduanya mencapai puncak bersamaan.
"Nikitaaaaaa aaahhhh" Desah Elbert ketika berhasil menyemburkan cairan kenikmatannya di dalam raham Niki
"Kak El Uhhhh ahhh" desah Nikita ketika Elbert mecabut senjatanya
Ini kesekian kali nya mereka melakukan hubungan badan, dan setelah menyatakan perasaannya kemarin Elbert tidak pernah lupa mengucapkan "I love you" kepada nikita setelah pertempuran selesai, tetapi Nikita enggan untuk menjawab nya.
Namun elbert tidak pernah mempermasalahkan nya.
Nikita yang kelelahan akhirnya tertidur dengan pulas, Pelan-pelannya Elbert turun dari ranjang agar tidak mengusik tidur sang istri.
"Aku benar-benar sudah jatuh cinta sama kamu Nik, dan kamu juga sudah menjadi candu untukku" gumam Elbert lalu masuk ke dalam kamar mandi
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian Elbert keluar kamar dan menuju kamarnya diatas untuk mengambil beberapa berkas kantor.
"Ma, kalau Nikita tanya bilang aku di kamar atas ya" ucap Elbert ketika melewati mama hanna sedang menonton tv
"Emangnya Nikita lagi apa? kok gak keluar?" tanya mama hanna masih menatap layar di depannya
"Tidur ma, kecapekan kayaknya seharian gak ada istirahat" jawab Elbert
"Kacapekan karena ulah kamu kali el" ledek mama hanna
Tanpa menjawab Elbert langsung menaiki anak tangga, karena kalau dijawab juga gak akan ada habisnya bahasan dari wanita yang telah melahirkannya itu.
Di kamar lantai dua Elbert fokus memeriksa laporan dari Yanto, yaitu hasil pertemuannya dengan klien-klien di luar negeri dan Yanto juga mengirimkan fotonya yang sedang melamar Natalie kekasihnya
"Kurang ajar nih anak, Dia manfaatin gue untuk biayai acaranya melamar Natalie" umpat Elbert
Elbert keluar dari kamar meninggalkan pekerjaan nya yang belum selesai dan langsung menghubungi Yanto.
Tuuttt... tuuuttt...tuuttt
"Berdering, tapi tidak di angkat" umpat Elbert lagi
__ADS_1
Terlalu fokus ke handphone nya sehingga sehingga Elbert tidak mempedulikan sekitarnya.
Nikita yang sedang duduk di sofa dengan mama hanna memperhatikan Elbert yang berhenti di pertengahan tangga.