
Elbert menenteng dua kantong plastik yang berisi makanan dan membawanya kepada Nikita
"Sayang.. lama ya, nih kamu cobain mana yang kamu suka" kata Elbert Meletakan kantong plastik yang berisi berbagai jenis makanan itu di tengah-tengah mereka.
"Siapa tadi kak?" tanya Nikita
"Siapa?" tanya Elbert balik
"Aku sempat lihat tadi ada yang ngobrol sama kamu disana" jawab Nikita
"Ohh itu.. katanya kita teman lama, aku juga udah lupa tadi" balas Elbert
"Kok bisa lupa?" tanya Nikita
"Dia juga bilang udah 10 tahun lebih kita gak ketemu" jawab Elbert
"Tapi keliatan akrab banget" lanjut Nikita
"Kami cemburu sayang?" tanya Elbert tersenyum dan menarik dagu Nikita agar memandang nya
"Engga" jawab Nikita ingin menghadap ke arah lain tapi Elbert menahannya
"Tatap aku dan bilang engga sekali lagi" kata Elbert
Nikita menunduk tidak menjawab apa-apa.
"Maaf dan Terimakasih kalau kamu cemburu Nikita" Ucap Elbert berlutut di depan Nikita dan menggenggam tangan istrinya dengan lembut
"Iya kak, maaf kalau aku terlalu berlebihan" kata Nikita
"Kamu berhak sayang dan aku senang kalau kamu cemburu" jawab Elbert memeluk perut Nikita
"Kak.. malu banyak orang" ucap Nikita
__ADS_1
"Kenapa malu, kamu itu istri aku" jawab Elbert
"Oh iya.. tadi kamu bilang maaf dan Terimakasih, kenapa kak?" tanya Nikita
"Kok istri aku jadi agak lemot gini ya" katanya Elbert
"Ihh kak El.." ucap Nikita manja
"Iya aku jawab, aku minta maaf karena udah buat kamu cemburu dan pasti tadi nyesek kan disini?" kata Elbert menunjuk ke arah jantung Nikita
"Iya.. sakit nya tuh disini"
"Bagus ya suara kamu kalau nyanyi" kata Elbert
"Engga ah biasa aja, Terus Terimakasih nya untuk apa?" balas Nikita
"Terimakasih karena sudah Cemburu, itu artinya kamu sayang, cinta dan takut kehilangan aku" kata Elbert
Nikita kembali mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Hmmm" jawab Nikita
"Dimakan sayang makanan nya" kata Elbert
"Iya kak" jawab Nikita lalu mulau memasuk kan makanan demi makanan ke dalam mulutnya
"Enak?" tanya Elbert melihat Nikita yang sangat lahap
Nikita hanya mengangguk
"Kalau lagi gak hamil kamu juga akan seperti ini?" tanya Elbert
"Kenapa kak?" tanya Nikita menghentikan kunyahan nya
__ADS_1
"Gak apa-apa, lanjutin saja sayang" jawab Elbert
"Aku malu-maluin ya makannya?" tanya Nikita
"Enggak.. aku malah senang liat kamu makan seperti itu. Maksudku apakah selahap ini kalau pun kamu tidak lagi hamil" jawab Elbert
"Kalau iya kenapa kak, memalukan ya?" tanya Nikita
"Enggak sayang enggak.. mau gimana pun kamu makan itu terserah kamu, selagi kamu senang dan nyaman buat apa pedulikan orang lain" jawab Elbert
"Engga kok, aku gak banyak makan.. kamu gak akan bangkrut kalau ngasih aku makan kak" lanjut Nikita
"Kamu meragukan untuk memberi makan?" tanya Elbert
"Jangan tersinggung gitu dong, Niki cuma bercanda kak" jawab Nikita
"Aku mau kamu selalu apa adanya, senyaman kamu aja sayang. jadi lah diri kamu sendiri" balas Elbert
"Makasih kak, aku beruntung banget punya suami seperti kamu.. gak banyak nuntut" kata Nikita
"Aku gak suka punya istri seperti kamu" jawab Elbert
"Kak?"lirih Nikita
"Iya.. maksud aku ada satu yang buat aku gak suka dan aku mau kamu keluar dari zona itu" kata Elbert
"Apa itu kak?" tanya Nikita penasaran
***Jangan lupa like.. komen dan Vote ya bagi yang sudah membaca.
Biar semangat buat up nya, Belakang ini aku lihat jumlah like nya menurun, Aku sedih.. apa ceritanya gak menarik lagi ya??
Harus di apakan?? Kasih saran nya dong 🙏🙏
__ADS_1
Terimaksih buat yang udah Like sebelumnya dan semoga selalu seterusnya mendukung 🥰🥰***