
"Iya" jawab silvia singkat
"sebegitu bencinya Elo sama mereka sil, bahkan Wlo rela jika Gio tidak bertanggungjawab asalkan mencabut saham nya yang ada di perusahan Elbert" lanjut Keysa
"Nikita tidak berhak bahagia diatas kesengsaraan ku Key" jawab Silvia
"Terserah Elo aja deh Sil tapi Gue gak akan membiarkan Gio mencabut saham nya di perusahaan Elbert dan masalah Gue akan merebut Elbert atau tidak Gue juga gak tau, mungkin saja Gue hanya terobsesi untuk mendapatkan nya" balas Keysa
"Terserah Elo key, tapi Gue mohon kalau elo gak izinkan Gio untuk mencabut sahamnya di Elang corp, Elo harus bujuk gio agar tetap mau bertanggungjawab" pinta Silvia
"tanpa Elo minta sil, Gue selalu membujuk Gio. Tapi Elo tau sendiri kan Gio itu keras kepala jika dalam hal seperti ini, sedangkan jika masalah perusahaan atau masalah uang tidak sesulit ini untuk mengatur dia" jawab Keysa
"kamu pasti bisa Key, Gio pasti tidak akan menolak apa pun permintaan Elo karena Gio berada di posisi nya sekarang ini berkat keluarga Elo" tambah Silvia
"Iya sil.. sebisa mungkin Gue akan bantu Elo, Apa Elo tidak ingin menemui Nikita?" Tanya Keysa
"tidak" jawab Silvia
"up to you, Gue mau mandi dulu sil" kata Keysa lalu keluar dari kamar Silvia
"Nikita.. kali ini Gue akan berusaha untuk menjatuhkan Elo lagi" Batin Silvia
Di kamar nya setelah selesai mandi Keysa menghubungi Gio, kakak angkat nya.
"hallo Adik gue yang cantik" kata Gio mengawali pembicaraan nya
"hallo.. Gio, gue mau ngomong penting" jawab keysa
__ADS_1
"ada apa key?" Tanya Gio
"jangan pernah cabut saham yang ada di Elang corp dan jangan pernah putuskan kerja sama Dengan perusahaan Elbert itu" Tegas Keysa
"kenapa? gue sudah mengajukannya dan kemarin gue tidak menghadiri meeting untuk keputusan itu.. mungkin saja mereka sudah mengembalikan saham kita" jawab Gio
"Elo cek sekarang, dan kalau memang belum elo batalkan semua dan perbaiki lagi" lanjut Keysa
"ada apa sih key?" Tanya Gio
"Lakukan saja dulu, nanti gue cerita" jawab Keysa
"Bagaimana kabar sahabat yang elo puji-puji itu?" Tanya Gio
"Dia baik.. sekarang kandungan sudah mulai terlihat. Pikirkan Gio.. itu darah daging elo, gue harap elo mau bertanggungjawab" jawab Keysa
"dari semua ceritanya gue yakin itu anak elo" jawab Keysa
"sudah lah key, nanti gue pikirin lagi. Gue mau cek laporan dari Elang Corp dulu" ujar Gio
"Ya sudah.. bye" kata Keysa langsung mengakhiri panggilannya
Di Villa keluarga Elbert, Suami istri itu baru saja selesai makan malam.
"Non keysa itu seperti menetap di sini Tuan, tapi dia tidak pernah mampir ke sini, tadi kok tiba-tiba datang ya" Ucap Bik Ros sambil membersihkan meja makan
"siapa kak?" Tanya Nikita
__ADS_1
"Oh itu keysa yang tadi kamu sempat liat kami ngobrol di tempat wisata itu" jawab Elbert
"Tadi dia datang ke sini?" Tanya Nikita
"iya waktu kamu tidur tadi" jawab Elbert
"Non nikita kenal dengan non Keysa?" Tanya Bik ros
"engga bik, cuma tadi sempat liat kam El ngobrol sama dia aja" jawab Nikita
"Tadi Niki sempat cemburu bik" lanjut Elbert
"eh.. enggak ya kak" jawab Nikita
"non keysa itu sama Tuan Elbert tidak ada hubungan spesial kalau setau bibik non. Tadi aja non keysa hanya sebentar karena di cuekin sama Tuan Elbert" sambung bik Ros
"Kok dicuekin kak? Kan teman lama.. apalagi dia datang bertamu" ujar Nikita yang terus memasukan cemilan ke mulutnya sambil menonton TV
"sayang.. baru makan lo, itu udah nyemil lagi" kata Elbert
"orang hamil mah biasa seperti itu Tuan" jawab Bik Ros lalu meninggalkan pasangan suami-istri itu di ruang keluarga
"kamu gak usah Alihkan pembicaraan kak, pertanyaan aku belum di jawab" kata Nikita
"Aku gak cuekin kok, ya aku apa adanya aja.. biasa aja" jawab Elbert
"Biasa aja.. seperti kita awal menikah? Ya jelas aja Keysa bete" balas Nikita
__ADS_1
"emang kamu dulu bete aku biasa aja sama kamu?" Tanya Elbert