
Beberapa menit kemudian Nikita datang membawa 2 gelas jus berwarna kuning dan meletakkan nya di di meja.
"Kak diminum jus nya" ucap Nikita yang membuat Elbert sadar dari lamunannya
"Iya.. makasih Nikita" jawab elbert lalu meminum jus nya
"Kamu yang buat?" tanya Elbert setelah meletakkan kembali gelas nya di meja
"Iya kak, kenapa? gak enak ya?" tanya Nikita
"Enak.. manis, kayak kamu" jawab Elbert ragu
"Gimana perut kamu gak ada keluhan kan?" lanjut Elbert mengalihkan ucapannya sebelum ny.
"Engga kok kak, untuk bayi nya kuat ya kak" jawab Nikita
"Iya dong.. harus itu" balas Elbert singkat
"Kak Elbert mau nya punya anak cowok atau cewek?" tanya Nikita
"Sedikasihnya aja, tapi kalau bisa sih anak pertamanya Cowok aja.. biar bisa jagain mama dan adik-adiknya nanti"jawab Elbert
Mendengar jawaban elbert membuat hati Nikita tersentuh dan tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
"Adik-adiknya.. Apa maksudnya ya"batin Nikita
"Kenapa diem? beda ya sama maunya kamu? kamu pasti mau nya punya anak cewek dulu biar nanti ada yang bantuin atau nemenin kamu ke salon kan?" tanya Elbert
"Eee.. Bukan gitu kak, Aku sih seneng aja dikasih cowok atau cewek" jawab Nikita
"Udah mau 4bulan ya nik, gak kerasa juga ya" lanjut Elbert
"Iya kak, nanti kalau kita control kayak nya udah kelihatan deh jenis kelamin nya" kata Nikita
"Bulan depan? Bagus dong jadi kita bisa beli perlengkapan nya sesuai jenis kelaminnya" jawab Elbert semangat
"Iya kak tapi bulan depan kan masih 5bulan, pamali kalau beli-beli perlengkapan sebelum 7bulan" kata Nikita
"Udah siang.. mama sama tante rahel kok belum pulang ya" ucap Nikita
"Ya biasanya lah kayak gak tau aja kamu gimana wanita kalau udah shopping" jawab Elbert
"Engga semua juga gitu kak, aku gak suka shopping tuh" ucap Nikita
"Kenapa?" tanya Elbert
"Ya belanja sih belanja seperlunya aja, bagus ditabung uangnya daripada beli barang-barang yang gak penting apalagi yang mahal-mahal" jawab Nikita
__ADS_1
"Kame memang beda Nik, gimana bisa aku untuk tidak jatuh hati kalau semakin hari kamu semakin terlihat baik dimataku" batin Elbert
"Tapi pada dasarnya perempuan itu memang suka shopping ya kak, Aku sering liat silvia pulang bawa banyak paper bag, barnded lagi. Tante rahel juga sering gitu tapi kayak nya itu kebutuhan primer nya aja sih" lanjut Nikita
"Kamu belum pergi belanja sama mama, kalau aku sih ampun Nik" lanjut Elbert
"Mama juga gila belanja ya kak? Tapi yang aku lihat mama biasa aja.." jawab Nikita
"Hemmm.. kamu perlu lebih dekat lagi sama mama Nik" balas Elbert
"Hehehe.. aku takut kak, kedekatan yang selama ini aja sama mama sudah membekas di hati. Nikita takut terlalu banyak kenangan indah yang membuat nikita susah melupakan nya nanti kak" jawab Nikita jujur
"Maksud kamu??" tanya Elbert bingung
"Aku engga yakin aja, pernikahan kita akan berjalan selamanya kak. Kita tidak saling mencintai dan sampai sekarang juga kita belum terlalu saling mengenal" Lanjut Nikita
DEG
Tiba-tiba Elbert merasa nafasnya tertahan dan jantung nya berpacu lebih kencang dari biasanya, terbersit rasa takut akan kehilangan Nikita.
"Aku mau ke kamar dulu ya nik, Hp aku ketinggalannya tadi.. takut ada hal penting nanti" kata Elbert yang langsung meninggalkan Nikita tanpa menunggu jawaban.
"Aku tau kak.. sampai saat ini kamu hanya bertanggungjawab atas apa yang kamu lakukan dan kamu baik sama aku karena aku sedang mengandung anakmu. Dan sekarang aku semakin yakin kalau kamu memang tidak punya rasa lebih kepadaku, Aku sudah berupa untuk membangun jalan kita aku berusaha melayani sebagai istri tapi semua tidak mempengaruhi apa pun" batin Nikita melihat kepergian Elbert
__ADS_1