Papa Cool Jadi Bucin

Papa Cool Jadi Bucin
Burung


__ADS_3

"Hallo El, maaf gue ganggu Tapi ini urgent" balas Yanto dari seberang telepon


"Ada apa Yan?" tanya Elbert


"Pak gio mengajukan penarikan saham nya" jawab Yanto


"Dengan alasan? Apa perusahaan ada merugikannya?" tanya Elbert


"Tidak ada,Gue akan kirim lewat email lampirannya" jawab Yanto


"Bagaimana tanggapan Dewan direksi?" tanya Yanto


"Mereka ingin mengadakan meeting dan mengundang pak Gio segera" jawab Yanto


"Oke.. sehari sebelum meeting Elo kabari jadwalnya, gue langsung otw" Sambung Elbert


"Oke ya sudah gue mau balik juga nih" lanjut Yanto.


"Semoga ini tidak akan mempengaruhi ajuan cuti yang sudah aku rencanakan, Aku benar-benar ingin mendampingi Nikita sebelum melahirkan dan sesudahnya nanti" Gumam Elbert


Sedangkan di kamar Nikita sudah keluar dari kamar mandi


"Kak El kemana ya" batin Nikita


Ceklek


Elbert masuk ke kamar


"Sudah selesai istriku, wangi banget sih" ujar Elbert mengendus leher Nikita dan memeluknya dari belakang saat Nikita hendak menyisir rambutnya


"Geli kak.. awas ah Niki mau sisiran" jawab Nikita

__ADS_1


"Sini sisirnya, biar aku aja" kata Elbert dan Nikita pun memberikan Sisirnya ke tangan Elbert


"Apa kata tante rahel kak?" tanya Nikita


"Eh.. aku belum jadi menelponnya, tadi tiba-tiba Yanto nelpon" jawab Elbert


"Ohhh.. gak ada masalah kantor kan kak?" tanya Nikita


"Engga kok sayang" jawab Elbert


"Kamu mau kemana? Disini itu kalau malam banyak yang jualan di pinggir jalan itu" Lanjut Elbert


"Kamu gak capek? Malam ini kita istirahat aja kak"


"Kalau kita enggak keluar nanti kamu yang capek" bisik Elbert ketika sudah selesai menyisir rambut Nikita


Nikita terdiam karena merinding atas perlakuan Elbert.


"Kamu siap Capek? Ya udah gak usah keluar" lanjut Elbert berbaring di tempat tidur


"Engga.. aku udah berubah pikiran, malam ini kita gak akan kemana-mana" jawab Elbert


"Keluar Villa ini saja boleh kan kak?" tanya Nikita.


"Mau kemana kamu, gak takut? Itu banyak pohon besar gitu" lanjut Elbert


"Niki gak takut sama pohon kak" jawab Nikita


"Sama penghuninya?" tanya Elbert


"Emang apa penghuninya, palingan juga burung " jawab Nikita

__ADS_1


"Gak takut juga kamu sama burung?" tanya Elbert


"Engga, malah suka aku kak.. tapi kalau malam jarang ada burung yang berkicau" jawab Nikita


"Ada burung yang bisa berkicau malam-malam, malahan dia lebih semangat berkicau malam-malam" ujar Elbert menarik Nikita agar bersandar di dadanya


"Burung apa kak?" tanya Nikita serius


" Kamu mau liat?" tanya Elbert kembali


"Mau.. belum pernah liat ada burung yang semangat berkicau malam-malam kak, yang aku tau itu biasanya pagi-pagi atau sore gitu burung sering berkicau" Jawab Nikita


"Kamu udah pernah liat Niki, beberapa kali malah" lanjut Elbert


"Dimana kak? Gak pernah ah" tanya Nikita bingung dan masih dalam garis pemikiran serius


"Di rumah" jawab Elbert mulai menahan tawanya


"Ihhh kak El becanda ya, aku udah serius banget lo" kata Nikita


"Aku juga serius sayang, kamu udah pernha liat. Aku suruh pegang kamu malu-malu atau takut gitu" lanjut Elbert


"Kapan sih kak?? Kok aku gak inget.. di rumah mama?" tanya Nikita


"Iya sayang, tapu kalau kamu mau liat di sini juga ada" jawab elbert


"Mau.. dimana?" tanya Nikita


"Ya udah kita makan malam dulu, nanti aku tunjukan burungnya setelah itu" jawab Elbert


"Beneran ya, Niki penasaran banget kak" lanjut Nikita

__ADS_1


"Iya.. ayo makan dulu" kata Elbert yang sudah berdiri dan mengulurkan tangannya untuk Nikita


"Pelan sayang" ujar Elbert lagi


__ADS_2